Penggunaan Teknologi untuk Meningkatkan Kualitas Belajar Mengajar

Laura Turner, seorang praktisi teknologi pendidikan mencatat berbagai keterampilan teknologi yang harus dikuasai oleh pendidik pada era sekarang. Pada tahun 2005 beliau merilis sebuah tulisan 20 keterampilan teknologi dasar yang harus dikuasai pendidik dalam The Journal, kemudian di tahun 2010 beliau menulis kembali 20 keterampilan teknologi bagi pendidik di Guide2DigitalLearning sebagai lanjutan dari tulisan sebelumnya. Sayapun telah menambahkan beberapa keterampilan sebagai update atas daftar yang telah dikumpulkan sebelumnya. Berikut adalah keterampilan-keterampilan tersebut.

(Update Terakhir : 08/01/2012)

Read the rest of this entry »

Mumpung masih berada di awal tahun tidak ada salahnya The Indiebrainer mengulas tren teknodukasi (teknologi pembelajaran) di tahun 2012 ini. Ulasan dan prediksi ini merupakan hasil pengumpulan referensi dari beberapa sumber, sehingga bukan murni dari prediksi pribadi saya. Secara garis besar teknologi yang masih dan akan menjadi tren adalah :

1. Mobile Phone

Teknologi lama ini masih menjadi primadona di tahun ini, pemanfaatan piranti mobile phone untuk pembelajaran masih akan menjadi tren. Pemanfaatanya sebagai media akses web (internet) secara mobile untuk mengakses berbagai informasi serta peranannya sebagai pemutar media, memungkinkan para siswa dan guru melakukan kegiatan belajar mengajar kapan saja dan dimana saja. Saat ini sebagian besar siswa di kota besar telah memiliki perangkat ini sehingga barang ini bukan merupakan barang mewah lagi. Hadirnya beberapa smartphone murah dan koneksi Internet yang murah turut pula menambah jumlah populasi pengguna Internet yang mengakses menggunakan piranti komunikasi bergerak ini. Read the rest of this entry »

Kegiatan pengajaran bersama (Co-Teaching) secara online yang merupakan salah satu kegiatan dalam pengembangan profesional guru secara jarak jauh

Tulisan ini penulis buat sebagai lesson learned dari kegiatan ujicoba pendidikan jarak jauh untuk mendukung pengembangan profesionalisme guru yang diselenggarakan oleh sebuah proyek desentralisasi pendidikan dasar yang didanai oleh lembaga donor negara sahabat. Tulisan ini mencoba memberi gambaran secara singkat tentang bagaimana membuat pendidikan jarak jauh yang sukses, untuk dapat meningkatkan keterampilan pedagogis dan teknologi untuk para pendamping berbasis sekolah (school-based coaches) atau pelatih guru dan para guru di sekolah memanfaatkan teknologi pendidikan jarak jauh.

Keberhasilan pendidikan jarak jauh tidak selalu bertumpu pada teknologi Informasi dan Komunikasi yang ada di belakangnya, namun banyak faktor pendukung yang mampu menciptakan kesuksesan agar pendidikan jarak jauh menjadi “tidak terlalu jauh”, maksudnya adalah meskipun jarak yang jauh memisahkan para peserta dengan fasilitatornya, namun mereka merasa tidak berada dalam jarak yang jauh, serta menghasilkan tingkat keberhasilan yang selisihnya tidak terlalu jauh dengan kesuksesan pembelajaran tatap muka.

Read the rest of this entry »

Ayo Keliling Sumatera Utara!

Alhamdulillah dalam melakoni pekerjaan sebagai aktivis pendidikan, saya memiliki kesempatan untuk jalan-jalan sampai ke pelosok negeri tercinta ini. Pengalaman petualangan yang ingin saya ceritakan kali ini adalah petualangan berkeliling Sumatera Utara.

Kota Medan

Disinilah pesawat Garuda yang selalu saya tumpangi mendarat. Tidak ada yang istimewa di kota besar ini selain mampir ke Bolu Gulung Meranti, Warung Durian Ucok dan Mie Titi Bobrok. Karena memang kota ini bukan tujuan utama saya berkunjung ke provinsi Sumatera Utara, melainkan hanya sebagai lokasi singgah saja sebelum melanjutkan perjalanan ke tempat lain.

Brastagi

Nggak afdol kalau ke Sumut tidak menyempatkan diri ke lokasi ini. Untuk menuju kesini, Anda akan melewati jalan yang berkelok-kelok. Brastagi mirip lokasi wisata “Puncak” di Jawa Barat. Wisata pegunungan ini menyuguhkan sejuknya udara dan hangatnya air sulfur pegunungan. Biasanya, ketika saya kesini, saya selalu menyempatkan diri untuk ke Bukit Gundaling. Dari lokasi inilah kita dapat melihat indahnya kota Brastagi. Sempatkan pula untuk belanja buah-buahan disini, karena disinilah surganya sayur dan buah di Sumatera Utara.

 Siantar

Dari Medan, perjalanan saya berlanjut ke Tebing Tinggi lalu ke Siantar. Kota Siantar adalah kota kecil yang berada di jalur lintas Sumatera. Di kota yang terkenal dengan becak motor BSA nya ini biasanya saya selalu mampir ke sebuah kedai kopi “Kok Tong“. Kopi yang disajikan disana hampir mirip dengan kopi di kedai-kedai pada umumnya, namun aroma khas dan kerasnya kopi yang disajikan membuat saya ketagihan untuk selalu mampir kesana. Menu minuman yang selalu saya beli adalah Kopi Susu dan Kopi-O (Original). Jika Anda lewat kota ini, sempatkan pula untuk menikmati nikmatnya Roti Ganda, yaitu roti berisikan selai sarikaya khas kota ini dan minuman soda “Cap Badak” yang tidak akan anda temui di kota lain. :)

Read the rest of this entry »

Screenshot WordPress for Blackberry

Screenshot WordPress for Blackberry

Mau ngeblog dimana aja pakai BB? Asyik juga kali ya? Jadi setiap ada peristiwa, ide dan berita baru yang tiba-tibab hadir dihadapan kita dapat segera kita informasikan ke khalayak lewat blog. Konsep mobile blogging seperti ini akan lebih mudah dilakukan menggunakan piranti mobile handheld seperti smartphone dan PDA yang telah diinstall aplikasi blogging.

Salah satu aplikasi blogging yang saat ini saya gunakan adalah WordPress for Blackberry, aplikasi gratis untuk Blackberry ini sudah sangat cukup untuk melakukan mobile blogging. Syarat lain bagi handheld yang digunakan untuk ngeblog mobile adalah adanya kamera digital yang berkualitas bagus. Hebatnya, dalam aplikasi ini kita dapat menentukan dimensi gambar yang ditampilkan dalam blog, karena aplikasi ini akan melakukan penyesuaian ukuran gambar yang diupload.

Jadi, tidak ada alasan lagi untuk tidak ngeblog. Ayo unduh aplikasinya!

Beberapa hari yang lalu, ada seorang teman yang bertanya. Bagaimana sih caranya mendaftarkan banyak pengguna kedalam moodle? Soalnya kalau harus satu persatu repot sekali karena ada 3 (tiga) kelas yang harus saya daftarkan dalam satu kelas. Nah, untuk menjawab pertanyaan teman saya itu, saya membuat tutorialnya dalam bentuk PowerPoint, yang telah saya upload di SlideShare. Jika Anda mengalami permasalahan yang sama, silahkan simak tutorial ini. Semoga bermanfaat!.

Slide Quiz dalam Microsoft Mouse Mischief

Rekan pendidik inovatif, Anda tentu telah mengenal aplikasi Mouse Mischief lewat beberapa tulisan saya di dalam blog ini. Seperti kita ketahui bersama bahwa aplikasi Microsoft Mouse Mischief dapat dimanfaatkan oleh rekan guru inovatif untuk melakukan evaluasi kepada siswa dalam proses pembelajaran di kelas. Nah kali ini saya akan mengulas tentang berbagai model pertanyaan yang dapat dibuat menggunakan aplikasi ini.

Secara default, Microsoft Mouse Mischief menyediakan 3 (tiga) model soal obyektif, yaitu Benar/Salah (True/False), pilihan ganda (Multiple Choice) dan soal menggambar. Dua model pertama mungkin Anda sangat familiar. Nah, dengan model soal ketiga (menggambar) Anda dapat lebih kreatif dalam membuat pertanyaan. Pandangan saya, model soal inilah yang sangat menantang untuk dieksplorasi lebih jauh untuk membuat pertanyaan evaluasi.

Dengan soal menggambar inilah kita dapat membuat soal menjodohkan, mengklasifikasikan, mewarnai, dan mengurutkan. Nah, di dalam slide presentasi berikut ini disajikan berbagai contoh soal yang dapat memberi kita inspirasi. Soal-soal yang disajikan merepresentasikan dari berbagai model pertanyaan yang disediakan aplikasi Microsoft Mouse Mischief. Slide presentasi ini dikembangkan oleh saya dan Carwoto, untuk disajikan dalam event National Workshop and Seminar on Education Technology 2011 di Semarang, Jawa Tengah.

Lihat slide presentasi “Berbagai Model Kuis Microsoft Mouse Mischief”

Poodle = Offline Moodle for Online Course Delivery and Designing

Dalam kegiatan Pendidikan Jarak Jauh yang saat ini saya jalankan bekerjasama dengan belasan perguruan tinggi mitra di Indonesia, terdapat beberapa kondisi riil yang terjadi, yang sangat menantang untuk dicari solusinya. Salah satu solusi yang sering muncul dan diutarakan oleh para dosen yang kami dampingi dalam menyusun kelas online mereka menyatakan bahwa mereka seringkali menemui kendala soal koneksi internet. Dari mulai koneksi mobile Internet yang lambat di rumah mereka karena sinyal yang kurang bagus, hingga keluhan minimnya koneksi Internet di kampus.

Kondisi koneksi seperti ini juga kerap membayangi ketika kita menyelenggarakan pelatihan manajemen perkuliahan online menggunakan Moodle yang berada di Internet. Terkadang, kondisi koneksi yang kurang stabil menyebabkan kelas online susah untuk diakses. Salah satu solusi yang dapat digunakan untuk mengatasi keterbatasan koneksi Internet adalah menggunakan Moodle Offline, yaitu sebuah layanan Moodle yang dapat diakses tanpa koneksi Internet. Namun, realisasinya masih terdapat kesulitan, khususnya bagi para pemula yang akan melakukan instalasi Moodle di komputernya. Yang pasti, mereka harus menginstal web server, database server serta LMS Moodle dalam komputernya masing-masing, tentu saja hal ini cukup menyita waktu dan dibutuhkan kemampuan teknologi lanjut yang belum tentu mudah untuk dikuasai bagi para pemula. Read the rest of this entry »

e-Learning 2.0 : Social Learning Network Phenomenon

Sebutan e-Learning 2.0 mungkin hal yang baru buat sebagian dari Anda. Tambahan versi 2.0 dibelakang kata e-Learning sebenarnya menyiratkan hadirnya sesuatu yang baru dalam pengertian e-Learning itu sendiri dari versi sebelumnya yang e-Learning 1.0. Istilah e-Learning 2.0 digunakan untuk merujuk kepada cara pandang baru terhadap pembelajaran elektronik yang terinspirasi oleh munculnya teknologi Web 2.0.

Sistem konvensional pembelajaran elektronik biasanya berbasis pada paket pelajaran yang disampaikan kepada siswa dengan menggunakan teknologi Internet (biasanya melalui LMS) yang sering disebut dengan VLE (Virtual Learning Environments). Peran siswa dalam pembelajaran terdiri dari pembacaan dan mempersiapkan tugas. Kemudian tugas dievaluasi oleh guru. Sebaliknya, e-learning 2.0 memiliki penekanan pada pembelajaran yang bersifat sosial dan penggunaan perangkat lunak sosial (social networking) seperti blog, wiki, podcast dan Second Life. Fenomena ini juga telah disebut sebagai Long Tail learning. Selain itu juga, E-learning 2.0 erat hubungannya dengan Web 2.0, social networking (Jejaring Sosial) dan Personal Learning Environments (PLE). Read the rest of this entry »

Winastwan Gora Menjadi Pembicara di Acara Seminar Pendidikan Menyambut Milad UAD Yogyakarta

Saat ini mungkin telah banyak para pendidik yang sudah mulai membawa perangkat TIK (Teknologi Informasi dan Informasi) yang dimilikinya kedalam kelas untuk mendukung kegiatan pembelajaran. Sebagaian besar dari mereka hanya memanfaatkan perangkat TIK tersebut sebagai perangkat presentasi satu arah saja, tidak lebih dari itu.

Dengan hanya menjadikan perangkat TIK sebagai media presentasi satu arah, misalnya untuk menjelaskan materi pembelajaran di depan kelas saja maka pemanfaatan TIK tersebut tidak akan membawa manfaat lebih kepada para siswa. Padahal dengan kreatifitas, sebagai seorang didik kita dapat memanfaatkan TIK yang ada untuk dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di dalam kelas. Berbagai hal tentang pemanfaatan TIK yang efektif di dalam kelas ini disampaikan oleh Winastwan Gora dalam acara Seminar Nasional “Pemanfaatan ITC dalam Pendidikan” merupakan bagian dari acara Milad UAD ke-50 tahun yang berlangsung pada tanggal 05 Februari 2011 di kampus Universitas Ahmad Dahlan di Jl. Kapas 9, Semaki Umbulharjo, Yogyakarta. Pembicara lain yang hadir dalam seminar ini adalah Prof. Suwarsih Madya, Ph.D dan Ari Budiyanto, Amd.

Read the rest of this entry »

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.