Cerita dari Intel Asia Senior Trainer Summit 2009 Vietnam July 4, 2009
Posted by gora in Active Learning, Classroom 2.0, Diary, E-Learning, Education, Information Technology, Web 2.0, Workshop.Tags: essentials course, intel teach training, PBL, pendidikan dasar, project based learning, Pemanfaatan TIK dalam pendidikan, getting started, pelatihan komputer
add a comment
Pada tanggal 15-19 Juni 2009 saya berkesempatan mengikuti acara Intel Asia Senior Trainer Summit 2009 yang diselenggarakan oleh Intel Education Asia. Acara pertemuan para Senior Trainer dari seluruh negara di Asia yang dilaksanakan setiap tahun ini, kali ini diselenggarakan di Ho Chi Minh City, Vietnam tepatnya di Saigon Palace Hotel. Acara ini merupakan Intel Asia Senior Trainer Summit pertama kali yang pernah saya hadiri semenjak menjadi Senior Trainer pada program IntelTeach baik untuk pelatihan Getting Started ataupun Essentials Course.
Beberapa negara yang turut serta dalam pertemuan ini antara lain, Indonesia, Vietnam (sebagai tuan rumah), Malaysia, Filipina, Kamboja, India, Pakistan, Korea, China, Taiwan, Thailand dan Australia. Dari Indonesia, kami hadir berlima yaitu Brimy Laksmana (Education Manager, Intel Education Indonesia), Agnito Moningka, Popo Ronald Alexander, Arif Nugraha dan saya sendiri Winastwan Gora.
Mengapa acara tersebut begitu menarik? Selama pertemuan ini, kami mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman baru seputar strategi pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam proses pembelajaran. Di hari pertama, kami diperkenalkan dengan produk Intel Teach Elements, yaitu modul-modul materi yang spesifik membahas tentang elemen dari kursus Intel Teach. Elemen yang diajarkan dan diperkenalkan ke kami kali ini adalah tentang PBL (Project Based Learning). Dalam sesi ini kami mempelajari dasar PBL dengan metode Jigsaw learning untuk mempercepat pemahaman peserta pelatihan tentang PBL ini.
Edupunk?, Yeah It’s Me!!! June 23, 2009
Posted by gora in Active Learning, Blogging, Classroom 2.0, Creative Idea, DIY Project, Diary, E-Learning, Education, Information Technology, Just For Fun, M-Learning, Open Source, Telecommunication, Web 2.0.Tags: Classroom 2.0, DIY, do it yourself, Web 2.0, edupunk, education 2.0, education technology
add a comment
Ketika melihat pertama kali kata “Edupunk” pikiran saya langsung tertuju pada sebuah aliran musik rock yang pernah saya gandrungi pada masa-masa SMA dulu. Ya! Punk! sebuah aliran musik yang etos dan semangatnya dapat kita bawa dan contoh dalam kegiatan belajar mengajar. Ketika pertama kali mendapati kata ini di Wikipedia, saya begitu penasaran, hingga menghabiskan banyak waktu saya untuk menyusuri jejak Edupunk ini di dunia maya. Kata “Edupunk” pertama kali digunakan oleh Jim Groom pada 25 Mei 2008 dalam blog-nya.
Jim Groom mengartikan Edupunk ini sebagai pendekatan dalam praktek belajar mengajar yang dihasilkan dari sikap DIY (Do It Yourself). Stephen Downes mengidentifikasi 3 (tiga) aspek dari pendekatan Edupunk ini, yaitu :
Reaksi melawan komersialisasi pendidikan dan kapitalisme teknologi pendidikan
Sikap kemandirian dan kreativitas guru/siswa dalam Do It Yourself (DIY)
Berfikir dan belajar untuk diri sendiri
Jim Groom mengartikan hal ini sebagai upaya perlawanan terhadap komersialisasi LMS (Learning Management System) yang berharga sangat mahal di lingkungan tempatnya mengajar, yang menggunakan Blackboard sebagai LMS-nya dengan cara menggali kreativitas dengan memanfaatkan tool-tool web 2.0 gratis serta teknologi Open Source yang tersebar di jagad maya seperti Wikipedia, Blog, dan lainnya.
Semangat berkreatif dan mandiri seperti halnya sikap Do It Yourself inilah yang harusnya tertanam dalam benak para pengajar modern kita. Lewat berbagai keterbatasan yang ada mereka haruslah menjadi kreatif untuk mendapatkan solusi untuk tetap mengintegrasikan teknologi informasi dalam ruang kelas lewat cara yang murah dan mudah untuk dilakukan oleh siapapun.
Kata ini bukan berarti mengada-adakan istilah baru dari sesuatu yang telah ada. Bagaimanapun juga pola dan sikap kemandirian dan kreativitas ini telah ada sebelumnya (mengingat banyak pula yang tidak menyukai istilah ini). Namun ketika melihat kata ini, asyik juga untuk mengulasnya dalam blog ini. Thanks to Jim Groom as “The Edupunk Poster Boy!”.
Penerapan E-Learning di Sekolah, Tidak Sekedar Pengembangan dan Implementasi Teknologi June 14, 2009
Posted by gora in Active Learning, Classroom 2.0, Creative Idea, E-Learning, Education, Information Technology, Internet Service, M-Learning, Publication, Software, Web 2.0, Workshop, internet application.Tags: E-Learning, integrasi teknologi dalam kelas, pendidikan dasar, pendidikan tinggi, peningkatan kualitas pendidikan, technology integration in classroom
4 comments
E-Learning atau electronic learning memang telah menjadi tren pada beberapa tahun terakhir. Banyak sekolah dan universitas di Indonesia mengadopsi sistem pembelajaran ini di lingkungannya. Namun, banyak pihak merasa bahwa teknologi ini masih jauh untuk bisa diterapkan secara optimal di Indonesia, mengingat banyak keterbatasan yang ada.
Untuk mendukung penerapan e-Learning di sekolah, banyak sekali hal yang perlu dilakukan. Pengadaan infrastruktur server dan jaringan komputer serta penyediaan Learning Management System (LMS) sebagai ruang kelas virtual tempat berinteraksinya siswa dan pembelajar (fasilitator/guru/dosen) seringkali menjadi fokus utama dari implementasi e-learning.
Biasanya setelah infrastruktur dibangun dan ruang kelas online tersedia, maka dilaksanakanlah pelatihan dan sosialisasi dari sistem yang baru saja dibangun. Dalam pelatihan tersebut para staf pengajar akan diperkenalkan dengan ruang kelas virtual yang ada, termasuk bagaimana membuat kelas online, mengupload bahan ajar, melakukan pendaftaran siswa, proses evaluasi, dsb.
Hadir dalam pelatihan tersebut dosen yang memiliki paradigma “lama” yang resisten terhadap perkembangan teknologi dan dosen yang berparadigma “baru” yang sangat tertarik dengan perkembangan teknologi. Dosen berparadigma lama menganggap bahwa mereka sudah tidak memiliki waktu lagi selain di kelas tatap muka, untuk melakukan hal-hal tambahan seperti belajar teknologi baru, membuka ruang kelas virtual untuk menjawab pertanyaan siswa, dan lain sebagainya. Sedangkan dosen berparadigma baru akan memberikan respon yang kuat, mereka sangat tertarik untuk dapat secepatnya menerapkan di kelasnya, dan mereka sangat antusias untuk mempelajari hal-hal baru.
Hal tersebut diatas adalah hal yang lazim kita temui di Indonesia, dimana inovasi penerapan teknologi pendidikan sangat lamban terjadi. Keadaan ini memang harus dimaklumi mengingat kendala pemerataan teknologi dan minimnya dukungan pemerintah terhadap inovasi dan peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.
Namun perlu diberikan penekanan, bahwa konsep dasar e-Learning adalah “pedagogi yang diperkuat oleh teknologi” (Wikipedia, 2009), sehingga guru harus berfikir tentang banyak aspek dari pedagogi dibanding kepada sisi teknologi saja. Artinya, guru haruslah memikirkan berbagai strategi pembelajaran agar efektif dan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, dibandingkan dengan fokus mengajarkan teknologi baru ini kepada para siswanya. Karena teknologi disini hanyalah sebagai “alat bantu” untuk mendukung tujuan pembelajaran itu sendiri.
Membuat Majalah Online dengan OpenZine May 10, 2009
Posted by gora in Active Learning, Classroom 2.0, Creative Idea, DIY Project, E-Learning, Education, Information Technology, Inside My Brain, Internet Service, Web 2.0, internet application.Tags: e-portfolio, PBL, portfolio elektronik, project based learning, Web 2.0
add a comment
Mempublikasikan berita komunitas, majalah sekolah dan portfolio siswa secara online dapat dengan mudah Anda lakukan menggunakan sebuah aplikasi Web 2.0 bernama OpenZine. Lewat fasilitas ini Anda tidak sekedar menyertakan media teks dan gambar saja seperti halnya ketika kita membuat majalah konvensional, dalam malajah online yang dibuat menggunakan OpenZine, kita dapat menyertakan audio dan video, sehingga majalah online kita akan nampak lebih interaktif. Bahkan Anda pun dapat berkolaborasi bersama teman-teman untuk menyusun majalah online.
Skenario Integrasi OpenZine dalam Aktivitas Pembelajaran
Dalam pembelajaran berbasis proyek (PBL, Project Based Learning) kita dapat menggunakan aplikasi OpenZine sebagai media bagi siswa/siswi kita ketika membuat portfolio elektroniknya (E-Portfolio). Mereka dapat dengan mudah menyusun portfolio dalam bentuk majalah online, berkolaborasi dengan teman satu kelompoknya untuk membangun sebuah majalah, dan mempublikasikan lewat Internet dengan mudah.
Melatihkan keterampilan ini selain melatihkan keterampilan penggunaan teknologi informasi juga melatih soft skill mereka tentang bagaimana bekerjasama dan berempati dalam kelompok, berkomunikasi lewat media online, dan berkreatif dengan menuangkan ide dalam tulisan.
Seminar Pemanfaatan ICT untuk Pembelajaran di Kabupaten Purworejo February 2, 2009
Posted by gora in Active Learning, Classroom 2.0, Creative Idea, Creative Ideas, Diary, E-Learning, Education, Information Technology, Workshop.Tags: Pemanfaatan ICT dalam Pembelajaran, Pemanfaatan TIK dalam pendidikan, pembelajaran aktif, Pengembangan Profesionalismem Guru, Seminar ICT, Sertifikasi Guru
6 comments
Pada tanggal 25 Januari 2009 kemarin, saya sengaja diundang oleh Yayasan Dayang Sumbi untuk menjadi pemateri dalam Seminar Nasional Pemanfaatan ICT untuk Pembelajaran. Seminar yang dihadiri oleh kurang lebih 900 (sembilan ratus) peserta yang terdiri dari guru Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) serta mahasiswa ilmu keguruan dan masyarakat umum ini memang sangat menarik minat dari masyarakat Kabupaten Purworejo untuk mengikutinya, mungkin karena tema unik yang kami bawa yaitu “Pengelolaan Kelas dengan Jumlah Komputer Terbatas”.
Penghargaan Untuk Para Penggiat Blog ApaKabar PSBG January 9, 2009
Posted by gora in Blogging, Creative Idea, Creative Ideas, Diary, Education, Information Technology, Workshop.Tags: pendidikan dasar, pengembangan profesional guru, publikasi
add a comment

Dalam acara PSBG Award, sebuah acara yang mengkompetisikan kreativitas PSBG yang ada di Indonesia dilangsungkan pula penyerahan penghargaan untuk para penggiat blog ApaKabar PSBG. Pemberian penghargaan tersebut dilakukan untuk mengapresiasi kerja keras para guru yang telah mendedikasikan diri, aktif mengirimkan tulisan dalam blog pendidikan ini.
Tiga orang yang mendapatkan penghargaan tersebut adalah saya, Winastwan Gora (Education Technology Officer DBE2 Jakarta) yang telah membuat dan mengembangkan blog ini, kemudian Bapak Sunarto (District Learning Coordinator DBE2 Jawa Tengah) dan Amir Mallarangan (District Learning Coordinator DBE2 Sulawesi Selatan) yang waktu itu diwakili oleh seorang Ibu Master Teacher Trainer DBE2 Sulawesi Selatan karena beliau berhalangan hadir.
File Presentasi Tugas Ujian Akhir Mata Kuliah Interaksi Manusia dan Komputer January 5, 2009
Posted by gora in Active Learning, Classroom 2.0, Creative Idea, E-Learning, Education, Flash Lite, Information Technology.Tags: Active Learning, PBL, project based learning, portfolio
add a comment
Dear Students, sehubungan dengan kesalahan mengkopi file presentasi perkuliahan pada pertemuan mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer pada beberapa hari yang lalu, maka dibawah ini saya upload file presentasi untuk tugas akhir tersebut. Apabila ada pertanyaan seputar tugas tersebut jangan sungkan untuk bertanya via email maupun Yahoo Messenger. Selamat Mengerjakan!
Download : Tugas-Ujian-Akhir-Pembuatan-Portfolio (PPT)







Alhamdulillah di tahun ini Allah S.W.T masih memberi kami sekeluarga begitu banyak nikmat. Salah bila kita sebagai umatnya melupakan untuk bersyukur atas karunia yang telah diberikan selama ini. Fabiayyi aalaaa irobbikuma tukadzibaan, maka nikmat Tuhanmu manakah yang akan kau dustakan? Ayat Al-Quran yang diulang sebanyak 30 (tiga puluh) kali dalam surat Ar-Rahman ini menandakan bahwa kepada-Nya lah kita seharusnya bergantung, dan senantiasa bersyukur atas semua nikmat yang tanpa sadar kita dapatkan.



