Inovasi Telkom dengan Sistem Informasi Sekolah Berkonsep SaaS Februari 3, 2010
Posted by gora in Classroom 2.0, Creative Idea, E-Learning, Education, Information Technology, Internet Service, Software, Web 2.0, internet application.Tags: administrasi sekolah, SAAS, sistem informasi akademik, software as a service
add a comment
Kali ini, Telkom sebagai penyedia jasa layanan telekomunikasi terbesar di Indonesia menghadirkan sebuah inovasi baru untuk kalangan pendidikan. Inovasi terbaru tersebut bernama SIAP Online. SIAP Online hadir memadukan beragam sistem dan aplikasi online yang dibutuhkan oleh sekolah, guru, siswa, dan orangtua/wali siswa dengan instan dan tidak merepotkan. SIAP Online mampu mengelola data dan informasi pendidikan dengan lebih cepat, mudah, akurat, terpadu dan berkesinambungan dari mulai tingkat sekolah, dinas pendidikan kota, kabupaten, propinsi hingga pusat (depdiknas). Semua kemampuan yang tersedia sangatlah terjangkau, berbiaya investasi rendah dengan nilai manfaat sangat tinggi.
Hal ini dimungkinkan karena layanan yang disediakan berkonsep SAAS (Software As A Service) dimana pengguna tidak perlu lagi menyediakan dan memiliki server sendiri, tidak perlu melakukan instalasi software, sehingga terbebas dari biaya perawatan hardware dan software. Karena dihosting oleh Telkom, sekolah cukup menyediakan koneksi Internet untuk mengakses aplikasi berbasis web ini. Kelebihan lainnya adalah jumlah pengguna yang tidak dibatasi.
Amazon Kindle 2, Pembaca Buku Elektronik Berfitur Wireless Januari 22, 2010
Posted by gora in Classroom 2.0, Creative Idea, Diary, E-Book, E-Learning, Education, Hardware Review, Information Technology, M-Learning.Tags: amazon kindle, E-Book, ebook
add a comment
Kali ini saya berkesempatan untuk mencoba perangkat keras pembaca buku elektronik (e-book) bernama Amazon Kindle 2 buatan Amazon.Com berkat sahabat saya Mary Burns yang membawanya langsung dari Amerika. Sepintas perangkat ini mirip dengan Tablet PC yang berlayar 6 inchi dengan keyboard tepat berada di bawah layarnya. Gadget pembaca buku elektronik seharga US$ 359 di negerinya ini memang memiliki ukuran yang sangat tipis dan ringan untuk dibawa kemana-mana. Namun demikian untuk seukuran pembaca e-book keluaran saat ini, perangkat ini memiliki spesifikasi yang tidak begitu hebat dibandingkan dengan net-book yang saat ini marak beredar. Menurut saya pribadi Amazon Kindle 2 terlalu mahal untuk sebuah perangkat yang berfungsi sebagai pembaca buku elektronik, MP3 player, pembaca gambar dan penjelajah web berfasilitas EVDO dan Wireless LAN.
Bagaimana Membawa Twitter ke Dalam Kelas? Januari 18, 2010
Posted by gora in Active Learning, Classroom 2.0, Creative Idea, Creative Ideas, Diary, E-Learning, Education, Information Technology, Internet Service, Just For Fun, M-Learning, Mobile Programming, Mobile Review, My Diary, Opinion, Software, Telecommunication, Web 2.0, internet application.Tags: ict, integrasi teknologi, micro-blogging, status, technology integration, tik, twitter, update
2 comments
Salah satu alasan membawa teknologi informasi dan komunikasi dalam ruang kelas adalah guru dan siswa dapat memperoleh informasi secara cepat dan belajar dengan menyenangkan. Salah satu tool yang sedang nge-trend saat ini adalah Twitter. Aplikasi micro-blogging gratis ini memungkinkan penggunanya untuk mengirimkan informasi sepanjang 140 karakter dengan mudah dan cepat. Saya sangat menyukai aplikasi ini, karena selain update status via web, sayapun bisa melakukannya di handphone.
Sebagai seorang fasilitator/pendidik kreatif tentu saja kita harus mampu untuk menggunakan berbagai macam media dan mengkombinasikannya untuk mendukung tujuan pembelajaran kita. Dengan penggunaan teknologi khususnya Twitter, peserta/siswa akan merasa senang untuk belajar karena mendapatkan hal baru dan pengalaman baru. Nah, bagaimanakah cara pemanfaatan Twitter ini di dalam kelas?.
Pembelajaran Teknologi untuk Orang Dewasa (Andragogi VS Pedagogi) Desember 24, 2009
Posted by gora in Active Learning, Classroom 2.0, Creative Idea, Diary, E-Learning, Education, Freeware, GNU/Linux, Information Technology, Open Source, Software, Web 2.0, Workshop.Tags: andragogi, andragogy, pelatihan ICT, pelatihan TIK, pendidikan, pengembangan profesionalisme guru
5 comments
Salam perubahan! Dear pembaca blog Indiebrainer tercinta, hadirnya artikel ini dilatar belakangi karena ternyata masih banyak dari kita yang belum mampu untuk membedakan tentang bagaimana pola pengajaran bagi anak-anak dan bagi orang dewasa. Masih banyak dari kita yang mengajarkan materi pelajaran khususnya tentang keterampilan teknologi kepada orang dewasa (siswa SMA, mahasiswa maupun guru/dosen) dengan cara seperti halnya mengajar anak-anak, tidak seperti mengajar orang dewasa.
Apa yang membedakan antara pedagogi dengan andragogi? Kenapa sebaiknya paradigma pendidikan harus berubah dari pedagogi ke andragogi? Mahasiswa sering menanyakan hal ini, dan penting sekali basic pemahaman tentang hal ini diberikan kepada mereka. Mari kita lihat perbedaan mendasar dari kedua paradigma pendidikan tersebut, serta bagaimana penerapannya ketika kita melatihkan teknologi di dalam kelas.
Membatasi Akses Internet ke Web Terlarang dengan K9 Web Protection November 16, 2009
Posted by gora in Classroom 2.0, Creative Idea, E-Learning, Education, Freeware, Information Technology, Internet Service, Software, internet application.Tags: content filltering, internet filtering, k9 web protection, safe connection
3 comments
Internet adalah bank informasi yang memiliki informasi yang sangat besar dan beragam. Internet memiliki konten yang baik dan konten yang buruk. Bagi Anda para orang tua dan pendidik/guru, penggunaan Internet oleh anak didik tentu saja harus diawasi, jangan sampai mereka mengakses hal-hal yang seharusnya belum boleh mereka akses. Bagi penggunaan bersama di dalam kelas atau laboratorium komputer di sekolah ketika jam pelajaran mungkin saja masih sempat di awasi oleh guru, namun bagaimana dengan komputer di rumah? Tentu saja orang tua siswa tidak akan selalu siap sedia mendampingi si kecil dalam mengakses Internet. Untuk itu kita perlu menanamkan kesadaran kepada orang tua siswa untuk membatasi dan memfilter konten-konten Internet yang dapat diakses oleh anak-anak mereka.
Mengajak Siswa Berpetualang ke Luar Angkasa dengan WorldWide Telescope November 14, 2009
Posted by gora in Active Learning, Classroom 2.0, Creative Idea, E-Learning, Education, Freeware, Information Technology, Software.Tags: ict in education, technology integration, virtual telescope, worldwire telescope
6 comments
Sekolah Anda tidak perlu memiliki teleskop besar untuk dapat melihat isi langit seperti gugusan bintang (galaxy) dan planet. Microsoft telah membuat dan menerbitkan sebuah aplikasi teleskop virtual bernama WorldWide Telescope (WWT) yang dapat diunduh/di download secara gratis di situsnya. Lewat aplikasi ini Anda berkesempatan untuk memberikan pengalaman tersendiri kepada siswa-siswi Anda untuk melihat secara detail benda-benda yang berada di luar angkasa, yang selama ini hanya dapat mereka lihat di buku dan televisi saja.
Menggagas Penerapan Strategi PBL (Project Based Learning) untuk Bidang Studi Teknik Informatika November 13, 2009
Posted by gora in Active Learning, Classroom 2.0, Creative Idea, DIY Project, E-Learning, Education, Information Technology, Opinion, Publication, Technopreneur, Workshop.Tags: 21st century skills, creative thinking, high order thinking, mendesain proyek, PBL, penilaian dalam PBL, project based learning, rubrics, teaching strategy, teaching with project
1 comment so far
Sebagai seorang dosen Teknik Informatika, dalam hati kecil saya merasakan keprihatinan terhadap kualitas lulusan yang telah dihasilkan. Ternyata, banyak dari mereka ketika baru saja lulus, merasa bahwa masih nol dalam aplikasi di dunia nyata, merasa sulit untuk bekerja mandiri menemukan solusi-solusi memecahkan masalah yang dihadapi dalam dunia kerja. Sebagai pengelola institusi pendidikan tentu saja harus mulai berfikir, apakah selama ini cara penyampaian dan konten materi pembelajaran serta kurikulumnya telah mampu mengantar mereka menjadi lulusan yang diharapkan? Kalau belum, maka dimanakah letak kelemahannya dan apa solusi yang harus dilakukan untuk mengantar mereka sesuai dengan kualitas yang diharapkan.
Penataan ulang atau mengupdate kurikulum agar sesuai dengan kemajuan jaman dan kebutuhan dunia kerja merupakan kebutuhan mutlak. Peningkatan kapasitas tenaga pengajar dengan berbagai kemampuan tentang seni mengajar orang dewasa (andragogi) sangat dibutuhkan. Namun demikian untuk membuat sebuah perubahan pada sesuatu yang telah lama mengakar bukan perkara yang mudah. Banyak para staf pengajar yang kurang update dari sisi keilmuan, belum lagi fondasi pedagogis dan andragogi mereka juga kurang terasah, terkesan masih sangat dominan menggunakan model pembelajaran yang berpusat pada guru serta kurang mengoptimalkan potensi yang dimiliki peserta didik.
Tulisan ini mungkin bukan kali pertama yang mencoba untuk mengangkat pendekatan PBL (Project Based Learning) dalam bidang studi keteknikan namun saya hanya mencoba untuk mengangkat kembali ide/pemikiran ini dengan cara yang lebih simpel dan barangkali saja dapat membantu para pengelola institusi pendidikan serta para pendidik yang sudah mulai berfikir kearah kualitas pendidikan.
Telah Terbit CD Kompilasi Software Pendidikan : TEACHNOLOGY Vol.1, Gratis Ongkos Kirim ke Seluruh Indonesia!!! November 11, 2009
Posted by gora in Active Learning, Classroom 2.0, Creative Idea, DIY Project, E-Book, E-Commerce, E-Learning, Education, Freeware, GNU/Linux, Games, Information Technology, Open Source, Publication, Software, Technopreneur, Vlog, Web 2.0.Tags: 21st century skills, aplikasi gratis, education software, freeware compilation, integrasi teknologi di kelas, koleksi software, mind mapping, Open Source, project based learning, software gratis, teknologi pendidikan
4 comments
Untuk memudahkan para pendidik/guru/instruktur/dosen mengaplikasikan dan memanfaatkan Teknologi Informasi dalam mendukung kegiatan pembelajaran khususnya memanfaatkan aplikasi gratis baik yang sifatnya Freeware maupun Opensource “Tanpa Harus Repot Mendownload“, The Indiebrainer menerbitkan CD (Compact Disc) yang berisi kumpulan/kompilasi freeware (software gratis) berukuran 700 MB untuk mendukung kegiatan pembelajaran di dalam kelas. CD Kompilasi Freeware ini kami beri nama TEACHNOLOGY Vol.1. CD volume pertama ini berisi berbagai aplikasi gratis siap pakai berupa aplikasi perkantoran, astronomi (perbintangan), digital story telling, kamus/dictionary, aplikasi komunikasi dan kolaborasi, matematika, pemodelan/modelling, pengolah audio, pengolah video, game interaktif, geografi, pemetaan konsep/concept mapping, simulasi dan laboratorium virtual. Dapatkan berbagai bonus konten berupa E-Book dan Permainan Interaktif PowerPoint yang dapat Anda manfaatkan untuk mengaktifkan kelas Anda hanya dengan memanfaatkan penggunaan satu komputer di dalam kelas. Pesan sekarang juga!!!
Do It Yourself Project : Menyelenggarakan Multipoint Video Conferencing Menggunakan Skype Oktober 28, 2009
Posted by gora in Classroom 2.0, Creative Idea, Creative Ideas, DIY Project, E-Learning, Education, Information Technology, Research, Software, Telecommunication, Video Production, Vlog, Web 2.0, internet application.Tags: low cost teleconference, multipoint, skype, video conference
4 comments
Menyelenggarakan video conference dengan banyak orang di tempat terpisah terkadang di benak kita masih terbesit pikiran untuk melakukannya butuh biaya yang mahal. Ada berbagai macam peralatan yang biasa digunakan untuk melakukan hal tersebut salah satunya Polycom, namun perangkat tersebut harganya tentu saja harganya sangat mahal, sekitar 80 jutaan. Hal ini tentu saja sangat mustahil untuk bisa dilakukan oleh institusi atau pribadi dengan kocek minim
.
Ada alternatif lain untuk menyelenggarakan video conference dengan 4 (empat) tempat berbeda atau yang sering disebut dengan multipoint video conference, yaitu memanfaatkan aplikasi gratis Skype. Skype adalah salah satu perangkat VoIP (Voice Over Internet Protocol) yang dapat digunakan untuk melakukan komunikasi suara, teks dan gambar video secara gratis dan sangat populer di dunia maya. Aplikasi Skype ini secara default hanya dapat digunakan untuk berkomunikasi video secara point-to-point saja, alias antara satu peserta dengan satu peserta. Namun dengan sedikit kreatifitas, aplikasi ini akan kita gunakan untuk melakukan komunikasi multipoint, atau dengan banyak tempat dan client.
Kami telah mengujicobakan hal ini ketika pelaksanaan kegiatan video conference yang dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Selatan (Syahrul Yasin Limpo) dengan 3 (tiga) Pusat Sumber Belajar Gugus (PSBG) binaan DBE2 USAID beberapa waktu yang lalu dalam acara Dies Natalis Universitas Negeri Makassar, Sulawesi Selatan. Hasilnya memang tidak begitu sempurna, artinya sedikit berbeda kualitas dengan dibandingkan dengan perangkat video conference yang mahal seperti Polycom. Namun hal ini cukup memberikan pengalaman tersendiri khususnya untuk beberapa PSBG yang mengikuti acara ini, yaitu PSBG Pelita Ilmu di Pangkep, PSBG Karya Mandiri Guru di Makassar dan PSBG Harapan Baru di Jeneponto dimana mereka untuk pertama kalinya dapat melakukan dialog secara langsung dengan Rektor UNM dan Gubernur Sulawesi Selatan.
Pengembangan Jaringan Gugus Sekolah (ClusterNet), Upaya Gotong Royong Menghubungkan Sekolah dengan Jaringan Global Oktober 8, 2009
Posted by gora in Classroom 2.0, Creative Idea, DIY Project, Diary, E-Learning, Education, Information Technology, Internet Service, Telecommunication, Web 2.0, internet application.Tags: computer network, internet connection, low cost antenna, rt-rw net, teacher professional development
4 comments

Antenna pemancar yang menjulang tinggi di depan gedung Pusat Sumber Belajar Gugus (PSBG) Ki Hajar Dewantara, Kaliwungu, Kudus
Decentralized Basic Education 2 : Teaching and Learning (DBE2) sebagai proyek peningkatan kualitas belajar mengajar di pendidikan dasar di Indonesia saat ini tengah mengembangkan Pusat Sumber Belajar Gugus (PSBG) guna mendukung dan memfasilitasi berbagai kegiatan di setiap gugus sekolah sebagai peningkatan Pusat Kegiatan Guru (PKG) yang telah ada lebih dulu. Sesuai dengan (4) empat fungsinya, Pusat Sumber Belajar Gugus (PSBG) yang tersebar di seluruh Indonesia akan digunakan oleh berbagai pemangku kepentingan pendidikan sebagai tempat pertemuan membahas berbagai rencana kegiatan di gugus (fungsi Pertemuan), sebagai tempat berlangsungnya berbagai kegiatan pelatihan untuk guru (fungsi Pengembangan Profesional), tempat untuk mengembangkan materi pembelajaran dan alat peraga murah (fungsi Produksi), serta menjadi wahana mengakses sumber pembelajaran baik berupa buku, CD Multimedia maupun secara online mengakses sumber pembelajaran di Internet (sebagai fungsi Informasi).
Khusus untuk mendukung keempat fungsi tersebut, terutama untuk mendukung kegiatan komunikasi, kolaborasi, melakukan pencarian dan eksplorasi sumber belajar, PSBG perlu untuk terhubung dengan jaringan global yaitu Internet serta menghubungkan komputer yang ada di PSBG dengan jaringan lokal (Local Area Network). Untuk itu PSBG membutuhkan infrastruktur jaringan Internet dan Intranet, kegiatan ujicoba dan pelatihan untuk mengoptimalkan jaringan yang ada nantinya. Oleh karena itu DBE2 melakukan ujicoba kegiatan “ClusterNet (Cluster Network)” sebagai upaya untuk pembangunan jaringan internet dan jaringan lokal di gugus (cluster).

Antenna tutup panci bolic untuk menghubungkan sekolah dengan koneksi jaringan lokal dan Internet di gugus
Kegiatan ujicoba dilakukan di 4 (empat) PSBG yang berada di propinsi Jawa Tengah. Keempat PSBG tersebut adalah PSBG Ki Hajar Dewantara (Kaliwungu, Kudus), PSBG Pratiwi Sudarmono (Tahunan, Jepara), PSBG Gatotkaca (Jogonalan, Klaten) dan PSBG Diponegoro (Cepogo, Boyolali). Di keempat PSBG tersebut saat ini telah dibangun antena pemancar untuk menyebarluaskan koneksi jaringan lokal dan Internet yang ada di PSBG kepada sekolah sekitar. Kemudian sekolah yang ada di sekitar PSBG terhubung memanfaatkan perangkat penerima wireless murah yaitu dengan Tutup Panci Bolic
.
Dalam kegiatan ClusterNet ini warga gugus bergotong-royong untuk membayar biaya bulanan langganan Internet. Mereka juga diharapkan dapat berswadaya untuk membuat perangkat penerima wireless yang murah, untuk menghubungkan sekolah mereka dengan koneksi jaringan lokal gugus dan koneksi Internet. Harapan kami koneksi jaringan lokal dan Internet ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan guru dalam menunjang kegiatan pengembangan profesionalisme mereka serta dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran kepada siswa saat ini. Dibutuhkan komitmen yang kuat dari gugus untuk melakukan hal ini mengingat kebutuhan pembiayaan yang tidak sedikit. Namun berkat dukungan yang kompak dari sekolah-sekolah yang ada di gugus, serta dukungan dari Kepala UPTD setempat, maka keberlangsungan aktifitas ini dipastikan akan berjalan. Semoga apa yang kita lakukan dapat memberi manfaat untuk pendidikan di Indonesia. Semoga!














