Pembelajaran Teknologi untuk Orang Dewasa (Andragogi VS Pedagogi) Desember 24, 2009
Posted by gora in Active Learning, Classroom 2.0, Creative Idea, Diary, E-Learning, Education, Freeware, GNU/Linux, Information Technology, Open Source, Software, Web 2.0, Workshop.Tags: pendidikan, pengembangan profesionalisme guru, pelatihan TIK, pelatihan ICT, andragogi, andragogy
add a comment
Salam perubahan! Dear pembaca blog Indiebrainer tercinta, hadirnya artikel ini dilatar belakangi karena ternyata masih banyak dari kita yang belum mampu untuk membedakan tentang bagaimana pola pengajaran bagi anak-anak dan bagi orang dewasa. Masih banyak dari kita yang mengajarkan materi pelajaran khususnya tentang keterampilan teknologi kepada orang dewasa (siswa SMA, mahasiswa maupun guru/dosen) dengan cara seperti halnya mengajar anak-anak, tidak seperti mengajar orang dewasa.
Apa yang membedakan antara pedagogi dengan andragogi? Kenapa sebaiknya paradigma pendidikan harus berubah dari pedagogi ke andragogi? Mahasiswa sering menanyakan hal ini, dan penting sekali basic pemahaman tentang hal ini diberikan kepada mereka. Mari kita lihat perbedaan mendasar dari kedua paradigma pendidikan tersebut, serta bagaimana penerapannya ketika kita melatihkan teknologi di dalam kelas.
Membatasi Akses Internet ke Web Terlarang dengan K9 Web Protection November 16, 2009
Posted by gora in Classroom 2.0, Creative Idea, E-Learning, Education, Freeware, Information Technology, Internet Service, Software, internet application.Tags: k9 web protection, internet filtering, content filltering, safe connection
1 comment so far
Internet adalah bank informasi yang memiliki informasi yang sangat besar dan beragam. Internet memiliki konten yang baik dan konten yang buruk. Bagi Anda para orang tua dan pendidik/guru, penggunaan Internet oleh anak didik tentu saja harus diawasi, jangan sampai mereka mengakses hal-hal yang seharusnya belum boleh mereka akses. Bagi penggunaan bersama di dalam kelas atau laboratorium komputer di sekolah ketika jam pelajaran mungkin saja masih sempat di awasi oleh guru, namun bagaimana dengan komputer di rumah? Tentu saja orang tua siswa tidak akan selalu siap sedia mendampingi si kecil dalam mengakses Internet. Untuk itu kita perlu menanamkan kesadaran kepada orang tua siswa untuk membatasi dan memfilter konten-konten Internet yang dapat diakses oleh anak-anak mereka.
Mengajak Siswa Berpetualang ke Luar Angkasa dengan WorldWide Telescope November 14, 2009
Posted by gora in Active Learning, Classroom 2.0, Creative Idea, E-Learning, Education, Freeware, Information Technology, Software.Tags: ict in education, technology integration, virtual telescope, worldwire telescope
4 comments
Sekolah Anda tidak perlu memiliki teleskop besar untuk dapat melihat isi langit seperti gugusan bintang (galaxy) dan planet. Microsoft telah membuat dan menerbitkan sebuah aplikasi teleskop virtual bernama WorldWide Telescope (WWT) yang dapat diunduh/di download secara gratis di situsnya. Lewat aplikasi ini Anda berkesempatan untuk memberikan pengalaman tersendiri kepada siswa-siswi Anda untuk melihat secara detail benda-benda yang berada di luar angkasa, yang selama ini hanya dapat mereka lihat di buku dan televisi saja.
Menggagas Penerapan Strategi PBL (Project Based Learning) untuk Bidang Studi Teknik Informatika November 13, 2009
Posted by gora in Active Learning, Classroom 2.0, Creative Idea, DIY Project, E-Learning, Education, Information Technology, Opinion, Publication, Technopreneur, Workshop.Tags: 21st century skills, creative thinking, high order thinking, PBL, project based learning, teaching with project, penilaian dalam PBL, mendesain proyek, rubrics, teaching strategy
1 comment so far
Sebagai seorang dosen Teknik Informatika, dalam hati kecil saya merasakan keprihatinan terhadap kualitas lulusan yang telah dihasilkan. Ternyata, banyak dari mereka ketika baru saja lulus, merasa bahwa masih nol dalam aplikasi di dunia nyata, merasa sulit untuk bekerja mandiri menemukan solusi-solusi memecahkan masalah yang dihadapi dalam dunia kerja. Sebagai pengelola institusi pendidikan tentu saja harus mulai berfikir, apakah selama ini cara penyampaian dan konten materi pembelajaran serta kurikulumnya telah mampu mengantar mereka menjadi lulusan yang diharapkan? Kalau belum, maka dimanakah letak kelemahannya dan apa solusi yang harus dilakukan untuk mengantar mereka sesuai dengan kualitas yang diharapkan.
Penataan ulang atau mengupdate kurikulum agar sesuai dengan kemajuan jaman dan kebutuhan dunia kerja merupakan kebutuhan mutlak. Peningkatan kapasitas tenaga pengajar dengan berbagai kemampuan tentang seni mengajar orang dewasa (andragogi) sangat dibutuhkan. Namun demikian untuk membuat sebuah perubahan pada sesuatu yang telah lama mengakar bukan perkara yang mudah. Banyak para staf pengajar yang kurang update dari sisi keilmuan, belum lagi fondasi pedagogis dan andragogi mereka juga kurang terasah, terkesan masih sangat dominan menggunakan model pembelajaran yang berpusat pada guru serta kurang mengoptimalkan potensi yang dimiliki peserta didik.
Tulisan ini mungkin bukan kali pertama yang mencoba untuk mengangkat pendekatan PBL (Project Based Learning) dalam bidang studi keteknikan namun saya hanya mencoba untuk mengangkat kembali ide/pemikiran ini dengan cara yang lebih simpel dan barangkali saja dapat membantu para pengelola institusi pendidikan serta para pendidik yang sudah mulai berfikir kearah kualitas pendidikan.
Telah Terbit CD Kompilasi Software Pendidikan : TEACHNOLOGY Vol.1, Gratis Ongkos Kirim ke Seluruh Indonesia!!! November 11, 2009
Posted by gora in Active Learning, Classroom 2.0, Creative Idea, DIY Project, E-Book, E-Commerce, E-Learning, Education, Freeware, GNU/Linux, Games, Information Technology, Open Source, Publication, Software, Technopreneur, Vlog, Web 2.0.Tags: 21st century skills, project based learning, freeware compilation, education software, software gratis, koleksi software, teknologi pendidikan, aplikasi gratis, Open Source, integrasi teknologi di kelas, mind mapping
add a comment
Untuk memudahkan para pendidik/guru/instruktur/dosen mengaplikasikan dan memanfaatkan Teknologi Informasi dalam mendukung kegiatan pembelajaran khususnya memanfaatkan aplikasi gratis baik yang sifatnya Freeware maupun Opensource “Tanpa Harus Repot Mendownload“, The Indiebrainer menerbitkan CD (Compact Disc) yang berisi kumpulan/kompilasi freeware (software gratis) berukuran 700 MB untuk mendukung kegiatan pembelajaran di dalam kelas. CD Kompilasi Freeware ini kami beri nama TEACHNOLOGY Vol.1. CD volume pertama ini berisi berbagai aplikasi gratis siap pakai berupa aplikasi perkantoran, astronomi (perbintangan), digital story telling, kamus/dictionary, aplikasi komunikasi dan kolaborasi, matematika, pemodelan/modelling, pengolah audio, pengolah video, game interaktif, geografi, pemetaan konsep/concept mapping, simulasi dan laboratorium virtual. Dapatkan berbagai bonus konten berupa E-Book dan Permainan Interaktif PowerPoint yang dapat Anda manfaatkan untuk mengaktifkan kelas Anda hanya dengan memanfaatkan penggunaan satu komputer di dalam kelas. Pesan sekarang juga!!!
Do It Yourself Project : Menyelenggarakan Multipoint Video Conferencing Menggunakan Skype Oktober 28, 2009
Posted by gora in Classroom 2.0, Creative Idea, Creative Ideas, DIY Project, E-Learning, Education, Information Technology, Research, Software, Telecommunication, Video Production, Vlog, Web 2.0, internet application.Tags: low cost teleconference, multipoint, skype, video conference
4 comments
Menyelenggarakan video conference dengan banyak orang di tempat terpisah terkadang di benak kita masih terbesit pikiran untuk melakukannya butuh biaya yang mahal. Ada berbagai macam peralatan yang biasa digunakan untuk melakukan hal tersebut salah satunya Polycom, namun perangkat tersebut harganya tentu saja harganya sangat mahal, sekitar 80 jutaan. Hal ini tentu saja sangat mustahil untuk bisa dilakukan oleh institusi atau pribadi dengan kocek minim
.
Ada alternatif lain untuk menyelenggarakan video conference dengan 4 (empat) tempat berbeda atau yang sering disebut dengan multipoint video conference, yaitu memanfaatkan aplikasi gratis Skype. Skype adalah salah satu perangkat VoIP (Voice Over Internet Protocol) yang dapat digunakan untuk melakukan komunikasi suara, teks dan gambar video secara gratis dan sangat populer di dunia maya. Aplikasi Skype ini secara default hanya dapat digunakan untuk berkomunikasi video secara point-to-point saja, alias antara satu peserta dengan satu peserta. Namun dengan sedikit kreatifitas, aplikasi ini akan kita gunakan untuk melakukan komunikasi multipoint, atau dengan banyak tempat dan client.
Kami telah mengujicobakan hal ini ketika pelaksanaan kegiatan video conference yang dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Selatan (Syahrul Yasin Limpo) dengan 3 (tiga) Pusat Sumber Belajar Gugus (PSBG) binaan DBE2 USAID beberapa waktu yang lalu dalam acara Dies Natalis Universitas Negeri Makassar, Sulawesi Selatan. Hasilnya memang tidak begitu sempurna, artinya sedikit berbeda kualitas dengan dibandingkan dengan perangkat video conference yang mahal seperti Polycom. Namun hal ini cukup memberikan pengalaman tersendiri khususnya untuk beberapa PSBG yang mengikuti acara ini, yaitu PSBG Pelita Ilmu di Pangkep, PSBG Karya Mandiri Guru di Makassar dan PSBG Harapan Baru di Jeneponto dimana mereka untuk pertama kalinya dapat melakukan dialog secara langsung dengan Rektor UNM dan Gubernur Sulawesi Selatan.
Pengembangan Jaringan Gugus Sekolah (ClusterNet), Upaya Gotong Royong Menghubungkan Sekolah dengan Jaringan Global Oktober 8, 2009
Posted by gora in Classroom 2.0, Creative Idea, DIY Project, Diary, E-Learning, Education, Information Technology, Internet Service, Telecommunication, Web 2.0, internet application.Tags: computer network, internet connection, low cost antenna, rt-rw net, teacher professional development
4 comments

Antenna pemancar yang menjulang tinggi di depan gedung Pusat Sumber Belajar Gugus (PSBG) Ki Hajar Dewantara, Kaliwungu, Kudus
Decentralized Basic Education 2 : Teaching and Learning (DBE2) sebagai proyek peningkatan kualitas belajar mengajar di pendidikan dasar di Indonesia saat ini tengah mengembangkan Pusat Sumber Belajar Gugus (PSBG) guna mendukung dan memfasilitasi berbagai kegiatan di setiap gugus sekolah sebagai peningkatan Pusat Kegiatan Guru (PKG) yang telah ada lebih dulu. Sesuai dengan (4) empat fungsinya, Pusat Sumber Belajar Gugus (PSBG) yang tersebar di seluruh Indonesia akan digunakan oleh berbagai pemangku kepentingan pendidikan sebagai tempat pertemuan membahas berbagai rencana kegiatan di gugus (fungsi Pertemuan), sebagai tempat berlangsungnya berbagai kegiatan pelatihan untuk guru (fungsi Pengembangan Profesional), tempat untuk mengembangkan materi pembelajaran dan alat peraga murah (fungsi Produksi), serta menjadi wahana mengakses sumber pembelajaran baik berupa buku, CD Multimedia maupun secara online mengakses sumber pembelajaran di Internet (sebagai fungsi Informasi).
Khusus untuk mendukung keempat fungsi tersebut, terutama untuk mendukung kegiatan komunikasi, kolaborasi, melakukan pencarian dan eksplorasi sumber belajar, PSBG perlu untuk terhubung dengan jaringan global yaitu Internet serta menghubungkan komputer yang ada di PSBG dengan jaringan lokal (Local Area Network). Untuk itu PSBG membutuhkan infrastruktur jaringan Internet dan Intranet, kegiatan ujicoba dan pelatihan untuk mengoptimalkan jaringan yang ada nantinya. Oleh karena itu DBE2 melakukan ujicoba kegiatan “ClusterNet (Cluster Network)” sebagai upaya untuk pembangunan jaringan internet dan jaringan lokal di gugus (cluster).

Antenna tutup panci bolic untuk menghubungkan sekolah dengan koneksi jaringan lokal dan Internet di gugus
Kegiatan ujicoba dilakukan di 4 (empat) PSBG yang berada di propinsi Jawa Tengah. Keempat PSBG tersebut adalah PSBG Ki Hajar Dewantara (Kaliwungu, Kudus), PSBG Pratiwi Sudarmono (Tahunan, Jepara), PSBG Gatotkaca (Jogonalan, Klaten) dan PSBG Diponegoro (Cepogo, Boyolali). Di keempat PSBG tersebut saat ini telah dibangun antena pemancar untuk menyebarluaskan koneksi jaringan lokal dan Internet yang ada di PSBG kepada sekolah sekitar. Kemudian sekolah yang ada di sekitar PSBG terhubung memanfaatkan perangkat penerima wireless murah yaitu dengan Tutup Panci Bolic
.
Dalam kegiatan ClusterNet ini warga gugus bergotong-royong untuk membayar biaya bulanan langganan Internet. Mereka juga diharapkan dapat berswadaya untuk membuat perangkat penerima wireless yang murah, untuk menghubungkan sekolah mereka dengan koneksi jaringan lokal gugus dan koneksi Internet. Harapan kami koneksi jaringan lokal dan Internet ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan guru dalam menunjang kegiatan pengembangan profesionalisme mereka serta dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran kepada siswa saat ini. Dibutuhkan komitmen yang kuat dari gugus untuk melakukan hal ini mengingat kebutuhan pembiayaan yang tidak sedikit. Namun berkat dukungan yang kompak dari sekolah-sekolah yang ada di gugus, serta dukungan dari Kepala UPTD setempat, maka keberlangsungan aktifitas ini dipastikan akan berjalan. Semoga apa yang kita lakukan dapat memberi manfaat untuk pendidikan di Indonesia. Semoga!
Memanfaatkan Wiimote Sebagai Alat Bantu Presentasi Agustus 16, 2009
Posted by gora in Classroom 2.0, Creative Idea, Creative Ideas, DIY Project, Diary, E-Learning, Education, Hardware Review, Information Technology, Software.1 comment so far
Setelah bereksperimen dengan Wiimote sebagai papan pintar (smartboard), ternyata manfaat Wiimote tidak sampai disini saja. Ternyata Wiimote dapat dimanfaatkan sebagai remote control untuk mengendalikan presentasi PowerPoint di layar. Aktivitas presentasi menjadi lebih mudah menggunakan perangkat ini, karena Anda tidak perlu lagi harus mengunjungi laptop/notebook Anda untuk sekedar menekan tombol panah untuk melanjutkan slide PowerPoint.
Cukup sediakan wiimote dan software bernama Wiimote Presenter maka wiimote Anda telah siap digunakan sebagai remote control presentasi. Petama-tama install terlebih dahulu aplikasi Wiimote Presenter ke dalam komputer. Lalu aktifkan koneksi bluetooth di komputer. Tambahkan device bluetooth baru di komputer, biasanya Wiimote akan dikenali sebagai Nintendo RVL-CNT-01. Pastikan Wiimote berhasil terkoneksi dengan baik ke komputer.
Kemudian jalankan aplikasi Wiimote Presenter, dan jalankan pula presentasi PowerPoint Anda, maka Wiimote telah siap digunakan sebagai remote control. Gunakan tombol panah yang ada di Wiimote untuk mengendalikan slide presentasi maju dan mundur. Selamat mencoba!!!















