Arsip Bulanan: Mei 2007

Laporan Tahap Awal Pengembangan SULAX, Sultan Agung Linux versi 1.0.1


Sampai hari Senin ini, tim pengembangan project SULAX (Sultan Agung Linux), yang digawangi oleh komunitas Dakwah Opensource (DOS) Teknik Informatika Universitas Islam Sultan Agung Semarang, telah sampai pada tahapan penyiapan sistem operasi dan penambahan fungsionalitas aplikasi. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya distro SULAX dibangun menggunakan pondasi Slackware dan SLAX Live CD 5.1.8. Pada versi asli SLAX tidak terdapat fasilitas instalasi ke harddisk sehingga sangat menyulitkan pengguna apabila ingin menginstall distribusi ini ke harddisknya. Tidak seperti distro live yang lain semacam Knoppix dan Ubuntu yang menyediakan fasilitas instalasi ke harddisk, versi SLAX 5.1.8 memang sengaja menghilangkan fitur ini, namun pengembang SULAX merasa fitur ini begitu penting bagi pengguna Linux yang awam, yang ingin menginstal SULAX ke harddisk. Untuk itu pengembang telah menyertakan modul instalasi ke harddisk dengan modul SLAX Utilities yang dapat diakses melalui KDE Start Menu > Slax_Utilities > Slax_CD_Installer.

Tim pengembang juga menambahkan modul NTFS-Fuse yang memungkinkan pengguna SULAX melakukan Read dan Write Data di harddisk, karena sebelumnya SLAX belum menyertakan fitur ini, sehingga pengguna tidak dapat melakukan penyimpanan file ke harddisk, melakukan copy paste ke harddisk. Namun penambahan modul ini masih belum sempurna mengingat pengguna masih harus mengetikkan perintah pada console program, di versi mendatang pengembang akan memperbaiki fitur ini agar mudah digunakan. Berikut ini perintah yang harus dijalankan di console untuk dapat menggunakan modul NTFS-Fuse :

root# ldconfig
root# modprobe fuse
root# umount /mnt/sda1 <misal nama drive harddisk adalah sda1>

root# ntfsmount /dev/sda1 /mnt/sda1

Apabila telah selesai melakukan penulisan, kemudian ingin melakukan shut-downlakukan umount terlebih dahulu pada device penyimpanan yang telah di mount, berikut ini perintahnya :

root# umount /mnt/sda1

Berikut ini merupakan fitur-fitur yang ada dalam SULAX ver 1.0.1 Standard Edition :

  • Harddisk Installer
  • Read-Write on Harddisk dengan NTFS-Fuse
  • OpenOffice 2.0.2
  • KlamAV Anti Virus
  • K3b untuk CD dan DVD Burning
  • Kplayer, sebagai media player
  • Dari sisi tampilan, SULAX menggunakan Theme Bagira, yang membuat desktop SULAX seperti MacOS, selain itu pengguna juga tidak akan asing dengan tampilan SULAX karena di desktopnya disediakan ikon menu MyComputer dan MyDocument sama seperti di lingkungan Windows

SULAX Standard Edition ini memang dikhususkan untuk penggunaan perkantoran sehingga fitur dan aplikasinya pun begitu terbatas hanya untuk keperluan kantor saja. Selanjutnya apabila versi Standard ini telah fix akan dikembangkan pula varian SULAX yang lain, seperti varian SULAX untuk pengembangan software dan pendidikan. Saat ini Tim Pengembang SULAX telah membuat blog sebagai media publikasi. Segala informasi tentang SULAX dapat diakses di http://sulaxproject.wordpress.com 

Iklan

SULAX : Sultan Agung Linux – Bukan Kemoceng! Distribusi Linux dari UNISSULA


Beberapa hari ini penulis disibukkan dengan “mainan baru” sehingga belum sempat melalukan posting dan meng-update blog The Indiebrainer. Mainan baru tersebut adalah mengaktifkan kembali komunitas linux di Teknik Informatika UNISSULA yang kami beri nama DOS (Dakwah Open Source). Sebenarnya lebih dari setahun yang lalu DOS ini dibentuk, namun belum ada kegiatan rutin yang dilakukan. Ide untuk menggerakkan kembali aktifitas DOS ini muncul setelah penulis menghadiri Seminar JGOS 2007 di UGM Yogyakarta minggu kemarin. Paparan dari para narasumber seperti Mas Rusmanto (Pimred InfoLinux dan Ketua Yayasan Penggerak Linux Indonesia), Pak Bambang Prastowo (Aktivis Linux dan Kepala PPTIK UGM) serta Pak Budi Rahardjo (Blogger, Aktivis Linux dan Dosen ITB) begitu menggugah semangat yang setahun ini hilang.

Selama kurang lebih dua hari penulis telah menghubungi para aktivis DOS pendahulu seperti Desri dan Sam, kemudian penulis juga mengutarakan keinginan ini di depan kelas Jaringan Komputer pada saat perkuliahan berlangsung. Alhamdulillah, pada hari Rabu, 23 Mei 2007 kemarin pada pukul 13.00 penulis berhasil mengumpulkan 12 orang mahasiswa di kelas untuk membahas pengembangan DOS kedepan. Antusiasme ini diluar dugaan, karena penulis mengira forum ini hanya akan dihadiri oleh 5 orang mahasiswa saja.

Dalam forum tersebut disepakati pembentukan pengurus baru DOS dengan Ketua-nya Sam Fahriza. Penulis dalam DOS bertindak sebagai Pembina bersama rekan dosen Hud Munawar, ST, MT yang pada hari itu hadir pula untuk memberikan motivasi. Dalam acara tersebut penulis memaparkan pula tentang apa itu Opensource, apa itu Linux, dan lain sebagainya. Disepakati pula untuk membuat sebuah distribusi Linux buatan UNISSULA, semua yang hadir juga sepakat untuk memberi nama distro tersebut dengan nama SULAX yang merupakan singkatan dari Sultan Agung Linux. Kata SULAX sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Jawa “Sulak” yang berarti kemoceng atau alat pembersih yang dibuat dari kayu dan bulu unggas. Tag line dari SULAX ini adalah “Membersihkan Komputer dari Software Bajakan”. Di forum ini pula penulis mendemokan pembuatan (remastering) distro linux dalam 5 menit, hal ini bertujuan memberi gambaran singkat tentang pembuatan distro linux.

Tim pengembangan SULAX telah aktif melakukan pengembangan hari ini, tadi pagi penulis telah mengecek aktivitas mereka di ruang khusus sebagai laboratorium pengembangan, di lantai 2 gedung Fakultas Teknologi Industri, ternyata mereka sedang mempelajari tentang linux Slackware dan SLAX live CD yang kita gunakan sebagai pijakan pengembangan. Mengapa kita menggunakan platform Slackware untuk membuat distro turunan SULAX, mungkin karena ringan dan simpelnya distro ini.

Sebelum ini sebenarnya penulis telah berembug dengan Kepala UPT Komputer dan Teledukasi UNISSULA, Pak M. Taufik ST, MIT untuk merubah kurikulum IT-Literacy yang ada di UNISSULA dengan menggunakan software Open Source, karena sebelumnya mahasiswa diajarkan IT-Literacy menggunakan propertiary software semacam Windows dan MS. Office. Nah, nantinya SULAX akan dipakai menggantikan software-software tersebut. Hal tersebut merupakan langkah awal migrasi ke Open Source yang kita lakukan di UNISSULA, yakni dengan sistem migrasi bottom-up. Setelah hal ini berhasil maka proses migrasi akan berlanjut ke komputer-komputer yang ada di Biro Rektor. Semoga dapat bermanfaat! [The Indiebrainer]

BlogPendidikan.Com Akhirnya Online Juga


Setelah beberapa waktu melakukan pendaftaran domain dan instalasi CMS, akhirnya aggregator blog BlogPendidikan.Com berhasil online. Silahkan buka http://www.blogpendidikan.com/ untuk melihat aggregator blog tersebut. Berikutnya kami masih melakukan banyak perbaikan dan tambal sulam sana sini untuk memperbaiki fungsionalitas dan tampilan aggregator blog tersebut.

Silahkan daftarkan alamat blog Anda menggunakan fasilitas pendaftaran pada link http://jotform.com/form/71234352297 ini, untuk kemudian dapat kami cantumkan dalam blogroll dan aggregator. Kami masih menunggu rangkaian kritik dan saran dari para blogger yang konsen dalam bidang edukasi untuk perbaikan kedepan. Kami tunggu! [The Indiebrainer]

Seminar Migrasi Open Source di UGM Yogyakarta, 14-15 Mei 2007


Dalam rangka mengimplementasikan gerakan IGOS (Indonesia Goes Open Source), PPTIK UGM akan mengadakan seminar dengan tema “Manfaat Migrasi ke Sistem Open Source” pada hari Senin dan Selasa, tanggal 14 dan 15 Mei 2007, pukul 09.00 – 15.00 WIB, bertempat di Auditorium MM UGM Yogyakarta. Detail materi dan pembicara dalam seminar tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Good governance/Manfaat penggunaan OSS bagi pemerintah (Ir. Lolly Amalia, M.Sc/Direktur Sistem Informasi, Perangkat Lunak dan Konten)
  2. Menghadapi Indonesia Goes Opensource (Ir. Eko Indrajit, Ph.D, MBA, M.Sc/Pakar E-Government)
  3. Keuntungan menggunakan software opensource (Ir. Rusmanto/Pimred Majalah Infolinux)
  4. E-Government Pemda Yogyakarta (Drs. Rudi Firdaus, MBA/Kabid Pengembangan Sistem Informasi Pemkot Yogyakarta)
  5. Contoh perusahaan yang sukses dalam menggunakan software opensource (Wakil dari PT.Telkom dan PT. Gamatechno – Dr. Ir. Lukito Edi Nugroho, M.Sc)
  6. Teknologi opensource untuk otomatisasi perkantoran dan layanan (Drs. Bambang Prastowo, M.Sc -Kepala PPTIK UGM)
  7. Bagaimana cara mengimplementasikan migrasi ke opensource (Ir. Budi Raharjo, Ph.D, M.Sc)
  8. Cara mendapatkan supporting untuk proses migrasi (Ketua KPLI Yogyakarta)

Biaya seminar sebesar Rp. 300.000 (untuk 2 hari). Pendaftaran dapat dilakukan melalui Sekretariat Seminar PPTIK UGM Boulevard UGM, setiap jam kerja 07.30-15.30 WIB dan melalui transfer rekening Bank Mandiri dengan nomor rekening 137-00-0407305-8 an. Bambang Nurcahyo Prastowo qq. PPTIK UGM, lalu lakukan verifikasi ke alamat email jgos2007@ugm.ac.id atau tutiek@ugm.ac.id dengan menyertakan data diri dan lampiran (attachment) berupa hasil scan nota transfer rekening. Waktu pendaftaran mulai 10 April – 10 Mei 2007. Daftar ulang dilakukan 1 jam sebelum acara dimulai. Untuk informasi lebih lanjut silahkan buka web http://jgos2007.ugm.ac.id atau telepon (0274)515660, 902590, 902591. Sampai jumpa dengan penulis disana! [The Indiebrainer]

Pendidikan Hari Ini?, Ngga Banyak Komentar Deh… Kami Hanya Berkomentar Tentang Pelaksanaan INHERENT


Beberapa hari yang lalu, kita memperingati Hari Pendidikan Nasional, yang jatuh pada tanggal 2 Mei. Dari peringatan tersebut selayaknyalah kita berinstrospeksi diri seperti ketika kita memperingati hari lahir kita. Harus ada rencana untuk masa depan dan melakukan perbaikan-perbaikan atas yang telah kita kerjakan di tahun lalu. Penulis dalam postingan ini tidak akan menyalahkan siapa-siapa, seperti halnya marak berita di koran-koran yang begitu pedas mengkritisi pemerintah tentang pelaksanaan pendidikan di Indonesia. Kali ini penulis hanya menghimbau bagi pemerintah khususnya DIKTI (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi) agar memperhatikan proyek-proyek hibah yang ada karena selama ini proyek hibah tersebut hanya sebatas penyelenggaraan pengadaan barang dan jasa saja, misalnya proyek INHERENT dimana DIKTI berniat menghubungkan kesemua perguruan tinggi dalam sebuah jaringan komputer. Namun apa yang terjadi? setelah pengadaan direalisasikan tidak ada tindak lanjut dari DIKTI untuk mengoptimalkan jaringan yang telah ada dan mensosialisasikan kegiatan-kegiatan yang ada ke universitas-universitas yang terhubung ke INHERENT.

Harapan kami bahwa INHERENT akan menjadi jembatan pertukaran informasi dan pengetahuan antar perguruan tinggi di Indonesia agaknya masih sekedar angan-angan. Kami belum melihat kenyataan tersebut, malahan terkesan proyek ini hanya sekedar utopia saja. Ternyata di lapangan banyak sekali yang belum siap baik dari pihak DIKTI sendiri maupun dari pihak universitas yang menerima hibah. Harapan kami adalah perlunya dilakukan pertemuan-pertemuan secara berkala dari pihak penerima hibah INHERENT maupun DIKTI untuk merumuskan kegiatan-kegiatan bersama. Kami kira dengan adanya forum tersebut maka link INHERENT dapat lebih di maksimalkan untuk tujuan semula. Portal INHERENT di http://www.inherent-dikti.net yang telah ada sekarangpun masih dirasa belum dimaksimalkan untuk berbagi informasi seputar pemanfaatan jaringan berbiaya mahal ini. Bagaimana ini DIKTI, kasih jawaban dong….? [The Indiebrainer]