Arsip Bulanan: September 2008

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429H, Mohon Maaf Lahir Bathin


The Indiebrainer mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1429 H. Semoga di hari kemenangan ini kita dapat kembali fitri, memulai lembaran kehidupan baru yang lebih baik. Mohon maaf lahir bathin atas segala kesalahan baik yang disengaja maupun tidak. Happy Lebaran!!!

Melihat Keberhasilan Program Intel Classmate PC di SDN 03 Menteng Jakarta


CMPC in classroom

Pagi itu, hari Jumat tanggal 19 September 2008 saya bersama dua orang teman dari DBE2 USAID berangkat ke SD Negeri 03 Menteng. Pagi itu kami telah membuat janji dengan pihak sekolah untuk melakukan kunjungan dan melihat dari dekat penerapan program Intel Classmate PC (CMPC) dari Intel Indonesia. SDN 03 Menteng yang juga disebut sebagai SD Venezuela (karena bekerjasama dengan pemerintah Venezuela) merupakan salah satu sekolah percontohan untuk penerapan program ini di Indonesia.

Tepat jam 08.30 kami sampai di sekolah. Kami disambut ramah oleh Kepala Sekolah Sugimin, S.Pd, selain itu hadir pula dari pihak Intel Education, sebagai narasumber kami nantinya, Mas Brimy Laksmana (Program Manager Intel Education), Pak Agnito Moningka (Senior Trainer Intel Education) dan Pak Arya (Intel Indonesia). Setelah berkenalan, kami langsung diajak ke ruang kelas untuk melihat secara langsung penerapan Intel Classmate PC (CMPC) di kelas. Hadir pula untuk tujuan yang sama teman-teman dari Sampoerna Foundation dan World Vision Indonesia (WVI).

Ketika pertama kali membuka pintu kelas, saya melihat salah satu sudut ruangan dimana terdapat sebuah rak berisi banyak laptop CMPC, dan secara bergantian para siswa mulai mengambil laptop satu persatu. Guru kelas yang mengajar kali ini adalah Hari Pujianto, S.Pd, yang mengajar Kelas VI. Sedangkan mata pelajaran yang diajarkan kali ini adalah Ilmu Sosial. Kami mengamati dan melakukan observasi kelas di pinggir ruang kelas, dengan CMPC di hadapan kami. Kami ingin melihat seberapa hebatnya penggunaan CMPC di dalam kelas untuk mendukung proses pembelajaran.

Baca lebih lanjut

Buka Bersama Warga Dakwah Open Source


Pak Taufik Memotivasi Warga Dakwah Open SourceBeberapa waktu yang lalu tepatnya pada hari Selasa, 16 September 2008 seluruh warga Dakwah Open Source (DOS) Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang menyelenggarakan acara buka bersama. Acara bertempat di E-Plasa, Simpang Lima ini dihadiri oleh 20an anggota DOS dari jurusan Teknik Informatika UNISSULA. Inilah momen yang ditunggu-tunggu selama ini, karena komunitas ini belum sempat melaksanakan pertemuan selama beberapa bulan.

Namun demikian, meski jarang bertemu, para anggotanya masih aktif dalam berkomunitas dan berkarya, terbukti dari salah satu proposal anggotanya lolos dalam PKM Kewirausahaan. Selain itu dalam ajang AKOSS (Ajang Kreasi Open Source Software) di ajang PIMNAS kemarin, distro SULAX (Sultan Agung Linux) yang dibuat komunitas ini berhasil menyabet juara 2 (dua) di kategori distro.

Suasana Keakraban Warga DOS

Selain saya, hadir pula dalam acara buka bersama tersebut Pak Taufik dan Pak Hud Munawar yang beperan sebagai pembina di komunitas ini. Satu persatu kami memberikan motivasi ke mahasiswa untuk selalu belajar dan berbagi ilmu kepada orang lain. Kami berharap bahwa komunitas ini mampu menjadi wadah bagi mereka untuk membekali diri dalam dunia kerja, selain itu kami juga berpesan bahwa wadah ini juga merupakan ladang anda untuk berbagi ilmu dengan yang lain. Dalam diskusi yang ada, kami berencana untuk aktif kembali dan menyelenggarakan pelatihan dalam waktu dekat. Terima kasih kepada rekan-rekan mahasiswa yang telah bersusah payah mempersiapkan acara ini. Semangat!!!!

Pengalaman Pertama Melaksanakan Pembelajaran Aktif di Perkuliahan


“…Yang saya dengar, saya lupa. Yang saya dengar dan lihat, saya sedikit ingat. Yang saya dengar, pertanyakan atau didiskusikan dengan orang lain, saya mulai pahami. Dari yang saya dengar, lihat, bahas dan terapkan, saya dapat pengetahuan dan ketrampilan. Yang saya ajarkan kepada orang lain, saya kuasai..(Melvin L. Silberman)”

Kalimat diatas merupakan modifikasi dari ungkapan bijak Konfisius oleh Melvin L. Siberman, dan disebut sebagai kalimat Paham Belajar Aktif. Menarik sekali mempelajari strategi belajar aktif dalam buku”Active Learning, 101 Cara Belajar Siswa Aktif” yang ditulis oleh Melvin L. Silberman. Setelah beberapa bulan mencoba memahami bagaimana strategi-nya, kini giliran saya mempraktekannya langsung di kelas.

Revolusi Tempat Duduk

Kebetulan di semester ini saya mengampu tiga mata kuliah yaitu, E-Commerce, Teknologi Multimedia dan Interaksi Manusia & Komputer. Kesempatan inilah yang tidak saya sia-siakan untuk mempraktekan pembelajaran aktif di kelas. Perubahan pertama yang sangat saya rasakan adalah, metode pembelajaran aktif ternyata menyita banyak waktu untuk persiapan, namun dalam pelaksanaannya tidak membutuhkan effort yang begitu besar.

Presentasi Karya Kelompok

Apa saja persiapan untuk melaksanakan pembelajaran aktif?

Terus terang saya belum begitu mendetail dalam membuat action plan, atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) karena keterbatasan waktu. Sebagai dokumen perencanaan pembelajaran, saya hanya membuat tabel-tabel kompetensi dan kegiatan pembelajaran mingguan.

Berikutnya, kegiatan-kegiatan yang ada di tiap minggunya saya detailkan dalam skenario pembelajaran. Setelah itu yang harus dilakukan adalah mempersiapkan alat dan bahan perkuliahan berupa Presentasi Visual (dalam format PowerPoint), Lembar Kerja Peran Anggota dan Data Diri, Lembar Kontrol Pekerjaan (sebagai media evaluasi), Kertas Plano untuk menggambar dan Spidol.

Bagaimana Rekam Proses Pelaksanaannya?

Datang agak pagi ke kampus, saya langsung mempersiapkan perangkat presentasi berupa LCD proyektor. Kali ini sayalah yang menunggu mahasiswa, bukan mahasiswa yang menunggu saya, sungguh diluar kebiasaan saya, namun menjadi pembelajaran diri yang menarik.

Baca lebih lanjut

Menunggu Film Laskar Pelangi, Kapan Tayang Ya?


Novel hebat karya Andrea Hirata ini memang ampuh memompa semangat dan motivasi saya. Apalagi kabarnya film Laskar Pelangi telah selesai diproduksi oleh Mira Lesmana and crew. Pas liat tayangan Kick Andy di Metro TV si Mira bilang kalau filmnya akan tayang serentak pada tanggal 25 September 2008 nanti. Lihat di thriller nya sih keren, tapi keseluruhannya bagaimana yaa? Wah.. jadi ngga sabar pengin liat..

The Indiebrainer on MacBook


Blog The Indiebrainer dalam MacBook

Pagi ini, bongkar-bongkar isi harddisk..eee.. ketemu foto ini, ya udah di upload aja kesini ­čÖé Foto tersebut merupakan tampilan blog The Indiebrainer di MacBook teman saya, hi…hi.. jadi malu… Kapan ya punya MacBook? Pengin banget siihh… tapi nabung dulu ahhh!…

Lomba Desain Pembelajaran Aktif dengan Satu Komputer di Kelas


Merupakan sebuah tantangan untuk dapat melaksanakan pembelajaran yang berpusat pada siswa dan memanfaatkan jumlah perangkat komputer yang terbatas untuk dapat diintegrasikan dalam pembelajaran di kelas. Namun tantangan tersebut ternyata telah dijawab oleh guru-guru binaan DBE2 USAID Jawa Tengah. Dalam lomba ini mereka menunjukkan bahwa mereka berusaha mengalahkan keterbatasan yang ada, meskipun dengan satu buah komputer, mereka mencoba mengintegrasikan ICT dalam proses pembelajaran aktif

Pada tanggal 20-22 Agustus 2008 yang lalu berlangsung Lomba desain pembelajaran aktif dengan satu komputer, yang merupakan follow up dari materi DALI (Developing Active Learning using ICT) yang telah diperoleh sebelumnya. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Ciputra, Semarang ini dijadikan sebagai sarana kompetisi supaya setiap peserta dapat melakukan kreativitas semaksimal mungkin, dengan memperebutkan piala dari Provincial Coordinator DBE2 USAID Jawa Tengah. Dalam kegiatan ini setiap peserta dikelompokan berdasarkan gugus, dimana terdapat 10 gugus. Berikutnya masing-masing kelompok tersebut mendesain satu model pembelajaran aktif dengan satu komputer, ya hanya menggunakan satu komputer. Mereka merancang pembelajaran, membuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), mendownload literatur bacaan di bse.depdiknas.go.id, menyiapkan Lembar Kerja (LK), menyiapkan presentasi, dll.

Di hari berikutnya, para peserta mensimulasikan pembelajaran dalam kegiatan microteaching. Dimana dari setiap kelompok, salah satu menjadi guru yang akan memperagakan model pembelajaran yang telah dirancang, peserta yang lain bertindak sebagai murid. Karena peserta terdiri dari 10 gugus, lomba ini dibagi menjadi dua babak, penyisihan dan final. Babak penyisihan diadakan di dua kelas, A dan B. Setelah diadakan pengundian, kelas A terdiri dari; Gugus Pratiwi Sudarmono, Gugus Diponegoro, Gugus Raden Mas Said, Gugus Sukun, dan Gugus Nusa Indah. Sedangkan kelas B terdiri dari 5 gugus juga yakni; Gugus Dwijo Utomo, Gugus Gajah Mada, Gugus Gatotkaca, Gugus Kartini, dan Gugus Ki Hajar Dewantara.

Masing-masing kelas akan diambil 2 peserta terbaik untuk maju ke babak final. Hasil penilaian dari juri memutuskan bahwa yang maju ke babak final adalah Gugus Pratiwi Sudarmono dan Gugus Nusa Indah dari Kelas A. Sedangkan kelas B diwakili oleh Gugus Gajah Mada dan Gugus Kartini.

Pada babak final ini, peserta digabung menjadi satu kelas. Urutan peserta yang maju ke babak final diundi lagi secara acak, dan urutannya adalah sebagai berikut: (1) Gugus Pratiwi Sudarmono, Tahunan, Jepara; (2) Gugus Kartini, Jatipuro, Karanganyar; (3) Gugus Gajah Mada, Nalumsari, Jepara dan (4) Gugus Nusa Indah, Klaten Utara, Klaten

Tampil sebagai juara I adalah Gugus Gajah Mada, disusul Gugus Pratiwi Sudarmono dan Gugus Nusa Indah masing-masing sebagai juara II dan III.

Selamat, semoga ini menjadi pemicu untuk berkarya lebih baik lagi!