Arsip Tag: DIY

Edupunk?, Yeah It’s Me!!!


Jim Groom as Poster Boy for Edupunk

Jim Groom as Poster Boy for Edupunk

Ketika melihat pertama kali kata “Edupunk” pikiran saya langsung tertuju pada sebuah aliran musik rock yang pernah saya gandrungi pada masa-masa SMA dulu. Ya! Punk! sebuah aliran musik yang etos dan semangatnya dapat kita bawa dan contoh dalam kegiatan belajar mengajar. Ketika pertama kali mendapati kata ini di Wikipedia, saya begitu penasaran, hingga menghabiskan banyak waktu saya untuk menyusuri jejak Edupunk ini di dunia maya. Kata “Edupunk” pertama kali digunakan oleh Jim Groom pada 25 Mei 2008 dalam blog-nya.

Jim Groom mengartikan Edupunk ini sebagai pendekatan dalam praktek belajar mengajar yang dihasilkan dari sikap DIY (Do It Yourself). Stephen Downes mengidentifikasi 3 (tiga) aspek dari pendekatan Edupunk ini, yaitu :

Reaksi melawan komersialisasi pendidikan dan kapitalisme teknologi pendidikan
Sikap kemandirian dan kreativitas guru/siswa dalam Do It Yourself (DIY)
Berfikir dan belajar untuk diri sendiri

Jim Groom mengartikan hal ini sebagai upaya perlawanan terhadap komersialisasi LMS (Learning Management System) yang berharga sangat mahal di lingkungan tempatnya mengajar, yang menggunakan Blackboard sebagai LMS-nya dengan cara menggali kreativitas dengan memanfaatkan tool-tool web 2.0 gratis serta teknologi Open Source yang tersebar di jagad maya seperti Wikipedia, Blog, dan lainnya.

Semangat berkreatif dan mandiri seperti halnya sikap Do It Yourself inilah yang harusnya tertanam dalam benak para pengajar modern kita. Lewat berbagai keterbatasan yang ada mereka haruslah menjadi kreatif untuk mendapatkan solusi untuk tetap mengintegrasikan teknologi informasi dalam ruang kelas lewat cara yang murah dan mudah untuk dilakukan oleh siapapun.

Kata ini bukan berarti mengada-adakan istilah baru dari sesuatu yang telah ada. Bagaimanapun juga pola dan sikap kemandirian dan kreativitas ini telah ada sebelumnya (mengingat banyak pula yang tidak menyukai istilah ini). Namun ketika melihat kata ini, asyik juga untuk mengulasnya dalam blog ini. Thanks to Jim Groom as “The Edupunk Poster Boy!”.

Membuat LCD Proyektor Memanfaatkan OHP Bekas


Saat ini banyak dari sekolah yang ada di Indonesia memiliki OHP (Over Head Projector), namun banyak pula yang telah meninggalkan perangkat tersebut sebagai piranti presentasi dikarenakan kalah canggih dibanding dengan LCD Proyektor. Lantas bagaimana dengan nasib OHP yang ada? Dibuang begitu saja? atau dibiarkan mangkrak di gudang sampai rusak?. Pertanyaan seperti itulah yang membayangi benak saya setelah ketika realitas sekolah saat ini.

DIY LCD Projector

Sebenarnya dengan biaya yang tidak terlalu tinggi, Anda dapat menambah jumlah LCD Projector yang ada di sekolah dengan memanfaatkan OHP yang ada. Ya! kita buat sendiri LCD Projector memanfaatkan OHP yang ada di sekolah! 🙂 (maaf saya ulang he..he..he..). Caranya sediakan LCD Monitor bekas 15/14″. Kemudian bongkar LCD Monitor dan lepaskan LCD Panel dan modul elektronik yang ada dari kemasannya. Selanjutnya buat dudukan di OHP, supaya LCD panel dan modul elektroniknya bisa diletakkan diatas OHP. Oh iya, beri jarak antara LCD panel dengan kaca OHP sebesar 5-8 cm. Jangan lupa beri pendingin berupa kipas untuk mereduksi panas yang dihasilkan oleh lampu OHP. Jadi deh! :). Kalo masih bingung, silahkan putar video ini. Selamat berkreasi!