Arsip Kategori: Open Source

Menjadi Pemateri Bimtek Guru TIK SMA Direktorat P2TK Dikmen


Image

Memberikan presentasi tujuan kegiatan lokakarya

Dalam rangka meningkatkan kompetensi guru TIK tingkat SMA, P2TK Dikmen menyelenggarakan BIMTEK untuk para guru TIK se-Indonesia. Kegiatan yang berlangsung selama 4 hari pada tanggal 1 – 4 Mei 2012, diselenggarakan di Hotel Garden Permata, Bandung. Diikuti oleh 87 peserta dari berbagai Propinsi. Selama 4 hari, para peserta mendapatkan materi dari beberapa Nara Sumber khususnya tentang LMS (Learning Management System).

Kegiatan ini langsung dibuka oleh Direktur P2TK Dikmen Bapak Surya Dharma, Ph.D. yang langsung dilanjutkan dengan materi pertama yaitu Pembelajaran Abad 21. Dalam Bimtek kali ini, Intel ikut serta dalam memberikan materi tentang bagaimana menjadi Fasilitator Online. Peserta terlihat sangat antusias sekali dengan materi tersebut, karena bagi sebagian besar peserta Bimtek, LMS sudah tidak asing lagi bagi mereka. Selain itu, jika Proses pemanfaatan LMS tidak maksimal maka hasilnya pun tidak akan maksimal. Maka dari itu Intel memberikan materi tersebut untuk mendukung para guru agar dapat mengimplementasikannya di sekolah masing-masing. Baca lebih lanjut

Mendaftarkan Banyak Pengguna Kedalam Moodle


Beberapa hari yang lalu, ada seorang teman yang bertanya. Bagaimana sih caranya mendaftarkan banyak pengguna kedalam moodle? Soalnya kalau harus satu persatu repot sekali karena ada 3 (tiga) kelas yang harus saya daftarkan dalam satu kelas. Nah, untuk menjawab pertanyaan teman saya itu, saya membuat tutorialnya dalam bentuk PowerPoint, yang telah saya upload di SlideShare. Jika Anda mengalami permasalahan yang sama, silahkan simak tutorial ini. Semoga bermanfaat!.

Pembelajaran Teknologi untuk Orang Dewasa (Andragogi VS Pedagogi)


Andragogi untuk mengajarkan teknologi pada orang dewasa

Salam perubahan! Dear pembaca blog Indiebrainer tercinta, hadirnya artikel ini dilatar belakangi karena ternyata masih banyak dari kita yang belum mampu untuk membedakan tentang bagaimana pola pengajaran bagi anak-anak dan bagi orang dewasa. Masih banyak dari kita yang mengajarkan materi pelajaran khususnya tentang keterampilan teknologi kepada orang dewasa (siswa SMA, mahasiswa maupun guru/dosen) dengan cara seperti halnya mengajar anak-anak, tidak seperti mengajar orang dewasa.

Apa yang membedakan antara pedagogi dengan andragogi? Kenapa sebaiknya paradigma pendidikan harus berubah dari pedagogi ke andragogi? Mahasiswa sering menanyakan hal ini, dan penting sekali basic pemahaman tentang hal ini diberikan kepada mereka. Mari kita lihat perbedaan mendasar dari kedua paradigma pendidikan tersebut, serta bagaimana penerapannya ketika kita melatihkan teknologi di dalam kelas.

Baca lebih lanjut

Telah Terbit CD Kompilasi Software Pendidikan : TEACHNOLOGY Vol.1, Gratis Ongkos Kirim ke Seluruh Indonesia!!!


teachnology-1Untuk memudahkan para pendidik/guru/instruktur/dosen mengaplikasikan dan memanfaatkan Teknologi Informasi dalam mendukung kegiatan pembelajaran khususnya memanfaatkan aplikasi gratis baik yang sifatnya Freeware maupun Opensource “Tanpa Harus Repot Mendownload“, The Indiebrainer menerbitkan CD (Compact Disc) yang berisi kumpulan/kompilasi freeware (software gratis) berukuran 700 MB untuk mendukung kegiatan pembelajaran di dalam kelas. CD Kompilasi Freeware ini kami beri nama TEACHNOLOGY Vol.1. CD volume pertama ini berisi berbagai aplikasi gratis siap pakai berupa aplikasi perkantoran, astronomi (perbintangan), digital story telling, kamus/dictionary, aplikasi komunikasi dan kolaborasi, matematika, pemodelan/modelling, pengolah audio, pengolah video, game interaktif, geografi, pemetaan konsep/concept mapping, simulasi dan laboratorium virtual. Dapatkan berbagai bonus konten berupa E-Book dan Permainan Interaktif PowerPoint yang dapat Anda manfaatkan untuk mengaktifkan kelas Anda hanya dengan memanfaatkan penggunaan satu komputer di dalam kelas. Pesan sekarang juga!!!

Baca lebih lanjut

Edupunk?, Yeah It’s Me!!!


Jim Groom as Poster Boy for Edupunk

Jim Groom as Poster Boy for Edupunk

Ketika melihat pertama kali kata “Edupunk” pikiran saya langsung tertuju pada sebuah aliran musik rock yang pernah saya gandrungi pada masa-masa SMA dulu. Ya! Punk! sebuah aliran musik yang etos dan semangatnya dapat kita bawa dan contoh dalam kegiatan belajar mengajar. Ketika pertama kali mendapati kata ini di Wikipedia, saya begitu penasaran, hingga menghabiskan banyak waktu saya untuk menyusuri jejak Edupunk ini di dunia maya. Kata “Edupunk” pertama kali digunakan oleh Jim Groom pada 25 Mei 2008 dalam blog-nya.

Jim Groom mengartikan Edupunk ini sebagai pendekatan dalam praktek belajar mengajar yang dihasilkan dari sikap DIY (Do It Yourself). Stephen Downes mengidentifikasi 3 (tiga) aspek dari pendekatan Edupunk ini, yaitu :

Reaksi melawan komersialisasi pendidikan dan kapitalisme teknologi pendidikan
Sikap kemandirian dan kreativitas guru/siswa dalam Do It Yourself (DIY)
Berfikir dan belajar untuk diri sendiri

Jim Groom mengartikan hal ini sebagai upaya perlawanan terhadap komersialisasi LMS (Learning Management System) yang berharga sangat mahal di lingkungan tempatnya mengajar, yang menggunakan Blackboard sebagai LMS-nya dengan cara menggali kreativitas dengan memanfaatkan tool-tool web 2.0 gratis serta teknologi Open Source yang tersebar di jagad maya seperti Wikipedia, Blog, dan lainnya.

Semangat berkreatif dan mandiri seperti halnya sikap Do It Yourself inilah yang harusnya tertanam dalam benak para pengajar modern kita. Lewat berbagai keterbatasan yang ada mereka haruslah menjadi kreatif untuk mendapatkan solusi untuk tetap mengintegrasikan teknologi informasi dalam ruang kelas lewat cara yang murah dan mudah untuk dilakukan oleh siapapun.

Kata ini bukan berarti mengada-adakan istilah baru dari sesuatu yang telah ada. Bagaimanapun juga pola dan sikap kemandirian dan kreativitas ini telah ada sebelumnya (mengingat banyak pula yang tidak menyukai istilah ini). Namun ketika melihat kata ini, asyik juga untuk mengulasnya dalam blog ini. Thanks to Jim Groom as “The Edupunk Poster Boy!”.

Buka Bersama Warga Dakwah Open Source


Pak Taufik Memotivasi Warga Dakwah Open SourceBeberapa waktu yang lalu tepatnya pada hari Selasa, 16 September 2008 seluruh warga Dakwah Open Source (DOS) Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang menyelenggarakan acara buka bersama. Acara bertempat di E-Plasa, Simpang Lima ini dihadiri oleh 20an anggota DOS dari jurusan Teknik Informatika UNISSULA. Inilah momen yang ditunggu-tunggu selama ini, karena komunitas ini belum sempat melaksanakan pertemuan selama beberapa bulan.

Namun demikian, meski jarang bertemu, para anggotanya masih aktif dalam berkomunitas dan berkarya, terbukti dari salah satu proposal anggotanya lolos dalam PKM Kewirausahaan. Selain itu dalam ajang AKOSS (Ajang Kreasi Open Source Software) di ajang PIMNAS kemarin, distro SULAX (Sultan Agung Linux) yang dibuat komunitas ini berhasil menyabet juara 2 (dua) di kategori distro.

Suasana Keakraban Warga DOS

Selain saya, hadir pula dalam acara buka bersama tersebut Pak Taufik dan Pak Hud Munawar yang beperan sebagai pembina di komunitas ini. Satu persatu kami memberikan motivasi ke mahasiswa untuk selalu belajar dan berbagi ilmu kepada orang lain. Kami berharap bahwa komunitas ini mampu menjadi wadah bagi mereka untuk membekali diri dalam dunia kerja, selain itu kami juga berpesan bahwa wadah ini juga merupakan ladang anda untuk berbagi ilmu dengan yang lain. Dalam diskusi yang ada, kami berencana untuk aktif kembali dan menyelenggarakan pelatihan dalam waktu dekat. Terima kasih kepada rekan-rekan mahasiswa yang telah bersusah payah mempersiapkan acara ini. Semangat!!!!

Asus EeePC Mengiringi Langkahku Kini


 Eee2
Asus EeePC bersanding bersama Compaq Presario V3000

Malam tadi (11/02/2008) saat saya berkunjung ke BK Komputer (Jl. Satrio Wibowo, Tlogosari, Semarang), saya melihat ada Asus EeePC yang dipajang di depan toko mereka. Kebetulan saat itu saya kesana bertujuan untuk mengklarifikasi tentang Laptop Axioo saya yang hilang saat direparasi di Axioo Service Center, Surabaya. Ceritanya akibat ada sweeping di sana atau karena kelalaian salah seorang staff, notebook Axioo saya yang rusak akibat motherboard terbakar itu hilang entah dimana. Tanpa panjang lebar saya minta ganti saja dengan Asus EeePC seharga 4 juta rupiah, meskipun saya harus nambah biaya sekitar 2 jutaan (ngga pa pa lah.. yang penting dapat barang impian).

Eee1
EeePC barusan dilepas dari kardusnya

Langsung saja EeePC ini saya bawa pulang. Tipe EeePC berwarna hitam ini adalah Surf 4G, dengan spesifikasi sebagai berikut :

* CPU: Intel Celeron ULV 900MHz
* Memory: 512MB DDR2
* Chipset: intel
* Wireless: Wifi chipset intel 802.11bg
* Storage: 4GB SSD (Solid State storage Device)
* LAN: 10/100 Mbps
* Audio: Intel Hi-def audio, stereo speaker, Microphone
* Battery: 4 cell, 5200mAh, 2.5 jam
* Screen: LCD 7″
* Weight 0.92kg
* Operating system : Xandros Linux

Lumayan lah… dapat gadget baru yang begitu ringkas dan ringan untuk dibawa presentasi kemana-mana. Untungnya dalam EeePC ini terdapat port VGA out sehingga mampu untuk dicolokkan ke LCD Proyektor ketika presentasi. Saya masih akan terus mengeksplorasi gadget ini…. Terima kasih Mas Kadar (pemilik BK Komputer, meski agak mahal, but it’s ok! yang penting dapat barang impian) Tunggu kabar selanjutnya!