Tag Archives: pengembangan profesionalisme guru

Apa Perbedaan Utama PjBL dengan Model Pembelajaran Lainnya?


Siswa tengah melakukan penyelidikan terhadap masalah yang ada di sekitar lingkungan sekolah mereka

Siswa tengah melakukan penyelidikan terhadap masalah yang ada di sekitar lingkungan sekolah mereka

Ada sebuah pertanyaan yang sering sekali dilontarkan oleh peserta pelatihan IntelTeach Essentials Course (Project Based Learning), yaitu “Apakah perbedaan utama dari Project Based Learning (PjBL) dibandingkan dengan Problem Based Learning (PBL) atau model-model pembelajaran lainnya?”.

Sebenarnya saya pernah menulis tentang perbedaan ini, khususnya mengenai perbedaan Project Based Learning dan Problem Based Learning disini, namun ada baiknya juga saya memberikan penjelasan yang lain, agar pembaca mendapatkan gambaran yang semakin jelas.

Baca lebih lanjut

Pengembangan Profesional Guru Dengan Pembelajaran Jarak Jauh : Pelajaran Dari Sebuah Ujicoba


Kegiatan pengajaran bersama (Co-Teaching) secara online yang merupakan salah satu kegiatan dalam pengembangan profesional guru secara jarak jauh

Tulisan ini penulis buat sebagai lesson learned dari kegiatan ujicoba pendidikan jarak jauh untuk mendukung pengembangan profesionalisme guru yang diselenggarakan oleh sebuah proyek desentralisasi pendidikan dasar yang didanai oleh lembaga donor negara sahabat. Tulisan ini mencoba memberi gambaran secara singkat tentang bagaimana membuat pendidikan jarak jauh yang sukses, untuk dapat meningkatkan keterampilan pedagogis dan teknologi untuk para pendamping berbasis sekolah (school-based coaches) atau pelatih guru dan para guru di sekolah memanfaatkan teknologi pendidikan jarak jauh.

Keberhasilan pendidikan jarak jauh tidak selalu bertumpu pada teknologi Informasi dan Komunikasi yang ada di belakangnya, namun banyak faktor pendukung yang mampu menciptakan kesuksesan agar pendidikan jarak jauh menjadi “tidak terlalu jauh”, maksudnya adalah meskipun jarak yang jauh memisahkan para peserta dengan fasilitatornya, namun mereka merasa tidak berada dalam jarak yang jauh, serta menghasilkan tingkat keberhasilan yang selisihnya tidak terlalu jauh dengan kesuksesan pembelajaran tatap muka.

Baca lebih lanjut

Bagaimanakah Pemanfaatan TIK yang Efektif dalam Pembelajaran?


Winastwan Gora Menjadi Pembicara di Acara Seminar Pendidikan Menyambut Milad UAD Yogyakarta

Saat ini mungkin telah banyak para pendidik yang sudah mulai membawa perangkat TIK (Teknologi Informasi dan Informasi) yang dimilikinya kedalam kelas untuk mendukung kegiatan pembelajaran. Sebagaian besar dari mereka hanya memanfaatkan perangkat TIK tersebut sebagai perangkat presentasi satu arah saja, tidak lebih dari itu.

Dengan hanya menjadikan perangkat TIK sebagai media presentasi satu arah, misalnya untuk menjelaskan materi pembelajaran di depan kelas saja maka pemanfaatan TIK tersebut tidak akan membawa manfaat lebih kepada para siswa. Padahal dengan kreatifitas, sebagai seorang didik kita dapat memanfaatkan TIK yang ada untuk dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di dalam kelas. Berbagai hal tentang pemanfaatan TIK yang efektif di dalam kelas ini disampaikan oleh Winastwan Gora dalam acara Seminar Nasional “Pemanfaatan ITC dalam Pendidikan” merupakan bagian dari acara Milad UAD ke-50 tahun yang berlangsung pada tanggal 05 Februari 2011 di kampus Universitas Ahmad Dahlan di Jl. Kapas 9, Semaki Umbulharjo, Yogyakarta. Pembicara lain yang hadir dalam seminar ini adalah Prof. Suwarsih Madya, Ph.D dan Ari Budiyanto, Amd.

Baca lebih lanjut

Buku PAKEMATIK Akhirnya Terbit Juga!


Cover Depan Buku PAKEMATIK

Setelah mencurahkan pikiran dan tenaga selama lebih dari setahun untuk menulis dan mendokumentasikan semua ide, akhirnya buku PAKEMATIK, Strategi Pembelajaran Inovatif Berbasis TIK terbit juga di pasaran. Buku yang saya tulis bersama Bapak Sunarto, S.Pd, M.Pd, yang diterbitkan oleh PT. Elex Media Komputindo ini memang secara khusus membahas tentang bagaimana Teknologi Informasi dan Komunikasi dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses Pembelajaran Aktif (Active Learning) di dalam kelas.

Buku ini sebenarnya merupakan rangkuman tentang apa yang saya kerjakan selama kurun waktu beberapa tahun ini bersama proyek pendidikan dasar terdesentralisasi yang didanai oleh USAID. Terdapat beberapa hal menarik yang menarik untuk ditulis, diperkaya dan disebarluaskan, sehingga para Guru mendapatkan sebuah pandangan yang utuh mengenai pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam mendukung terciptanya pembelajaran aktif.

Buku ini juga menjawab tantangan yang telah disebutkan dalam Permendiknas Nomor 78 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Sekolah Bertaraf Internasional pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah di dalam Bab II. Standar Penyelenggaraan, Bagian Ketiga mengenai Standar Penyelenggaraan, dalam Pasal 5 Ayat 2 menyebutkan bahwa “Proses pembelajaran sebagaimana dimaksud ayat (1) menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi, aktif, kreatif, efektif, menyenangkan dan kontekstual. Dimana lewat buku ini para Guru dapat memperoleh wawasan mengenai implementasi dari Permendiknas tersebut. Baca lebih lanjut

Pembelajaran Teknologi untuk Orang Dewasa (Andragogi VS Pedagogi)


Andragogi untuk mengajarkan teknologi pada orang dewasa

Salam perubahan! Dear pembaca blog Indiebrainer tercinta, hadirnya artikel ini dilatar belakangi karena ternyata masih banyak dari kita yang belum mampu untuk membedakan tentang bagaimana pola pengajaran bagi anak-anak dan bagi orang dewasa. Masih banyak dari kita yang mengajarkan materi pelajaran khususnya tentang keterampilan teknologi kepada orang dewasa (siswa SMA, mahasiswa maupun guru/dosen) dengan cara seperti halnya mengajar anak-anak, tidak seperti mengajar orang dewasa.

Apa yang membedakan antara pedagogi dengan andragogi? Kenapa sebaiknya paradigma pendidikan harus berubah dari pedagogi ke andragogi? Mahasiswa sering menanyakan hal ini, dan penting sekali basic pemahaman tentang hal ini diberikan kepada mereka. Mari kita lihat perbedaan mendasar dari kedua paradigma pendidikan tersebut, serta bagaimana penerapannya ketika kita melatihkan teknologi di dalam kelas.

Baca lebih lanjut

Ulang Tahun Pertama Blog ApaKabar PSBG


Ulang Tahun Pertama Blog ApaKabar PSBG

Ulang Tahun Pertama Blog ApaKabar PSBG

Tak terasa sudah setahun Blog ApaKabar PSBG eksis. Pada awal kelahirannya, tepat tanggal 19 Desember 2007 blog ini sengaja dikhususkan untuk menjembatani informasi dari PSBG (Pusat Sumber Belajar Gugus) yang ada di 7 (tujuh) propinsi di Indonesia, selain itu blog ini juga menyediakan informasi-informasi yang bersifat umum, yang berhubungan dengan pendidikan dasar.

Berawal menggunakan mailing list, para penggiat ICT di program DBE2 mendorong saya untuk membuat blog ini. Namun waktu itu kita masih belum menentukan namanya, beruntung sebuah nama bagus dihadiahkan oleh Bapak Dr. Arief S. Sadiman selaku Open University Advisor DBE2 Jakarta, nama tersebut adalah ApaKabar PSBG yang merupakan sapaan buat PSBG di seluruh Indonesia, Apa Kabar PSBG?.

Baca lebih lanjut