Arsip Bulanan: Oktober 2009

Do It Yourself Project : Menyelenggarakan Multipoint Video Conferencing Menggunakan Skype


5369_1206539645132_1277908019_609959_5949098_n

Gubernur Sulawesi Selatan Berdialog dengan PSBG DBE2 USAID

Menyelenggarakan video conference dengan banyak orang di tempat terpisah terkadang di benak kita masih terbesit pikiran untuk melakukannya butuh biaya yang mahal. Ada berbagai macam peralatan yang biasa digunakan untuk melakukan hal tersebut salah satunya Polycom, namun perangkat tersebut harganya tentu saja harganya sangat mahal, sekitar 80 jutaan. Hal ini tentu saja sangat mustahil untuk bisa dilakukan oleh institusi atau pribadi dengan kocek minim 🙂 .

Ada alternatif lain untuk menyelenggarakan video conference dengan 4 (empat) tempat berbeda atau yang sering disebut dengan multipoint video conference, yaitu memanfaatkan aplikasi gratis Skype. Skype adalah salah satu perangkat VoIP (Voice Over Internet Protocol) yang dapat digunakan untuk melakukan komunikasi suara, teks dan gambar video secara gratis dan sangat populer di dunia maya. Aplikasi Skype ini secara default hanya dapat digunakan untuk berkomunikasi video secara point-to-point saja, alias antara satu peserta dengan satu peserta. Namun dengan sedikit kreatifitas, aplikasi ini akan kita gunakan untuk melakukan komunikasi multipoint, atau dengan banyak tempat dan client.

5369_1206505364275_1277908019_609906_7287322_n

Suasana Video Conference

Kami telah mengujicobakan hal ini ketika pelaksanaan kegiatan video conference yang dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Selatan (Syahrul Yasin Limpo) dengan 3 (tiga) Pusat Sumber Belajar Gugus (PSBG) binaan DBE2 USAID beberapa waktu yang lalu dalam acara Dies Natalis Universitas Negeri Makassar, Sulawesi Selatan. Hasilnya memang tidak begitu sempurna, artinya sedikit berbeda kualitas dengan dibandingkan dengan perangkat video conference yang mahal seperti Polycom. Namun hal ini cukup memberikan pengalaman tersendiri khususnya untuk beberapa PSBG yang mengikuti acara ini, yaitu PSBG Pelita Ilmu di Pangkep, PSBG Karya Mandiri Guru di Makassar dan PSBG Harapan Baru di Jeneponto dimana mereka untuk pertama kalinya dapat melakukan dialog secara langsung dengan Rektor UNM dan Gubernur Sulawesi Selatan.

Baca lebih lanjut

Iklan

Pengembangan Jaringan Gugus Sekolah (ClusterNet), Upaya Gotong Royong Menghubungkan Sekolah dengan Jaringan Global


Antenna pemancar yang menjulang tinggi di depan gedung Pusat Sumber Belajar Gugus (PSBG)

Antenna pemancar yang menjulang tinggi di depan gedung Pusat Sumber Belajar Gugus (PSBG) Ki Hajar Dewantara, Kaliwungu, Kudus

Decentralized Basic Education 2 : Teaching and Learning (DBE2) sebagai proyek peningkatan kualitas belajar mengajar di pendidikan dasar di Indonesia saat ini tengah mengembangkan Pusat Sumber Belajar Gugus (PSBG) guna mendukung dan memfasilitasi berbagai kegiatan di setiap gugus sekolah sebagai peningkatan Pusat Kegiatan Guru (PKG) yang telah ada lebih dulu. Sesuai dengan (4) empat fungsinya, Pusat Sumber Belajar Gugus (PSBG) yang tersebar di seluruh Indonesia akan digunakan oleh berbagai pemangku kepentingan pendidikan sebagai tempat pertemuan membahas berbagai rencana kegiatan di gugus (fungsi Pertemuan), sebagai tempat berlangsungnya berbagai kegiatan pelatihan untuk guru (fungsi Pengembangan Profesional), tempat untuk mengembangkan materi pembelajaran dan alat peraga murah (fungsi Produksi), serta menjadi wahana mengakses sumber pembelajaran baik berupa buku, CD Multimedia maupun secara online mengakses sumber pembelajaran di Internet (sebagai fungsi Informasi).

Khusus untuk mendukung keempat fungsi tersebut, terutama untuk mendukung kegiatan komunikasi, kolaborasi, melakukan pencarian dan eksplorasi sumber belajar, PSBG perlu untuk terhubung dengan jaringan global yaitu Internet serta menghubungkan komputer yang ada di PSBG dengan jaringan lokal (Local Area Network). Untuk itu PSBG membutuhkan infrastruktur jaringan Internet dan Intranet, kegiatan ujicoba dan pelatihan untuk mengoptimalkan jaringan yang ada nantinya. Oleh karena itu DBE2 melakukan ujicoba kegiatan “ClusterNet (Cluster Network)” sebagai upaya untuk pembangunan jaringan internet dan jaringan lokal di gugus (cluster).

Antenna tutup panci bolic untuk menghubungkan sekolah dengan koneksi jaringan lokal dan Internet di gugus

Antenna tutup panci bolic untuk menghubungkan sekolah dengan koneksi jaringan lokal dan Internet di gugus

Kegiatan ujicoba dilakukan di 4 (empat) PSBG yang berada di propinsi Jawa Tengah. Keempat PSBG tersebut adalah PSBG Ki Hajar Dewantara (Kaliwungu, Kudus), PSBG Pratiwi Sudarmono (Tahunan, Jepara), PSBG Gatotkaca (Jogonalan, Klaten) dan PSBG Diponegoro (Cepogo, Boyolali). Di keempat PSBG tersebut saat ini telah dibangun antena pemancar untuk menyebarluaskan koneksi jaringan lokal dan Internet yang ada di PSBG kepada sekolah sekitar. Kemudian sekolah yang ada di sekitar PSBG terhubung memanfaatkan perangkat penerima wireless murah yaitu dengan Tutup Panci Bolic :).

Dalam kegiatan ClusterNet ini warga gugus bergotong-royong untuk membayar biaya bulanan langganan Internet. Mereka juga diharapkan dapat berswadaya untuk membuat perangkat penerima wireless yang murah, untuk menghubungkan sekolah mereka dengan koneksi jaringan lokal gugus dan koneksi Internet. Harapan kami koneksi jaringan lokal dan Internet ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan guru dalam menunjang kegiatan pengembangan profesionalisme mereka serta dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran kepada siswa saat ini. Dibutuhkan komitmen yang kuat dari gugus untuk melakukan hal ini mengingat kebutuhan pembiayaan yang tidak sedikit. Namun berkat dukungan yang kompak dari sekolah-sekolah yang ada di gugus, serta dukungan dari Kepala UPTD setempat, maka keberlangsungan aktifitas ini dipastikan akan berjalan. Semoga apa yang kita lakukan dapat memberi manfaat untuk pendidikan di Indonesia. Semoga!

Intel Education Award 2009 : Penghargaan Bagi Guru Indonesia yang Memanfaatkan TIK dalam Proses Belajar Mengajar


Memeriksa RPP Produk Guru

Memeriksa RPP Produk Guru

Intel Indonesia Corp. bekerjasama dengan Ditjen. PMPTK menyelenggarakan Intel Education Award 2009 seiring dengan pemilihan guru berprestasi tahun 2009 dari tanggal 12 – 16 Agustus 2009.

125 guru dari jenjang TK (26 guru), SD (33 guru), SMP (33 guru) dan SMA (33 guru) bersaing untuk memperebutkan Guru Berprestasi Tingkat Nasional. Mereka berasal dari seluruh propinsi di Indonesia. Seleksi telah berlangsung dari tingkat Sekolah, tingkat Kecamatan, tingkat Kota/Kabupaten dan tingkat Propinsi.

Semua pemenang tingkat Propinsi ini berkumpul di Hotel Sahid Jakarta untuk mengikuti serangkaian acara lomba. Para Juri yang berasal dari kalangan akademisi dan PMPTK memeriksa Portofolio, tes tertulis, karya tulis dan wawancara. Intel Indonesia Corporation sebagai partner Diknas (khususnya PMPTK) mengambil bagian dalam proses ini. Intel secara khusus memberikan penghargaan INTEL EDUCATION AWARD 2009. Diharapkan pemberian penghargaan ini akan terus dilaksanakan di Indonesia di tahun-tahun yang akan datang.

Acara dibuka secara resmi oleh DR. Baedhowi, Sekretaris Jenderal PMPTK. Lomba pun di mulai. Empat (4) orang Juri Intel Teach didampingi Pak Brimy Laksmana terlibat dalam penjurian Intel Education Award ini. Heru Triwiyono menjadi juri guru TK, Hary Pujianto menjadi juri guru SD, Winastwan Gora Swajati menjadi juri guru SMP dan Agnito Moningka menjadi juri guru SMA.

Baca lebih lanjut