Arsip Tag: integrating technology in classroom

Intel Education Award 2009 : Penghargaan Bagi Guru Indonesia yang Memanfaatkan TIK dalam Proses Belajar Mengajar


Memeriksa RPP Produk Guru

Memeriksa RPP Produk Guru

Intel Indonesia Corp. bekerjasama dengan Ditjen. PMPTK menyelenggarakan Intel Education Award 2009 seiring dengan pemilihan guru berprestasi tahun 2009 dari tanggal 12 – 16 Agustus 2009.

125 guru dari jenjang TK (26 guru), SD (33 guru), SMP (33 guru) dan SMA (33 guru) bersaing untuk memperebutkan Guru Berprestasi Tingkat Nasional. Mereka berasal dari seluruh propinsi di Indonesia. Seleksi telah berlangsung dari tingkat Sekolah, tingkat Kecamatan, tingkat Kota/Kabupaten dan tingkat Propinsi.

Semua pemenang tingkat Propinsi ini berkumpul di Hotel Sahid Jakarta untuk mengikuti serangkaian acara lomba. Para Juri yang berasal dari kalangan akademisi dan PMPTK memeriksa Portofolio, tes tertulis, karya tulis dan wawancara. Intel Indonesia Corporation sebagai partner Diknas (khususnya PMPTK) mengambil bagian dalam proses ini. Intel secara khusus memberikan penghargaan INTEL EDUCATION AWARD 2009. Diharapkan pemberian penghargaan ini akan terus dilaksanakan di Indonesia di tahun-tahun yang akan datang.

Acara dibuka secara resmi oleh DR. Baedhowi, Sekretaris Jenderal PMPTK. Lomba pun di mulai. Empat (4) orang Juri Intel Teach didampingi Pak Brimy Laksmana terlibat dalam penjurian Intel Education Award ini. Heru Triwiyono menjadi juri guru TK, Hary Pujianto menjadi juri guru SD, Winastwan Gora Swajati menjadi juri guru SMP dan Agnito Moningka menjadi juri guru SMA.

Baca lebih lanjut

Iklan

Bagaimanakah Pemanfaatan ICT yang Efektif dalam Aktivitas Pembelajaran di Kelas?


Suasana diskusi interaktif di SDIT Al-Firdaus, Semarang

Suasana diskusi interaktif di SDIT Al-Firdaus, Semarang

Saat ini banyak sekolah yang mengaku telah menerapkan ICT (Information and Communication Technology) dalam pembelajarannya, namun ketika melihat kedalam sekolah tersebut, ternyata penerapan ICT yang dimaksud hanyalah pengembangan infrastruktur laboratorium komputer, pembuatan web sekolah, sistem administrasi sekolah yang terkomputerisasi, perpustakaan sekolah digital dan penggunaan LCD proyektor di dalam kelas yang hanya sebagai pengganti papan tulis konvensional. Ratusan juta rupiah telah dikeluarkan untuk pengadaan infrastruktur komputer dan jaringan tanpa ada peningkatan berarti dari kualitas pembelajaran.

Di dalam ruang kelas pun, sekolah yang memiliki laboratorium komputer dengan jumlah komputer yang memadai, hanya memanfaatkan perangkat TIK yang ada untuk mengajarkan keterampilan teknologi informasi kepada para siswanya saja, tak ubahnya seperti kelas kursus komputer pada umumnya.

Padahal, perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi sebenarnya dapat dimanfaatkan lebih jauh untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di ruang kelas dengan cara mengintegrasikannya ke dalam kurikulum yang ada. Peran guru menjadi sangat penting sebagai sutradara kegiatan pembelajaran di kelas, selain harus menguasai keterampilan teknologi informasi, guru juga harus mampu menyajikan metode pengajaran yang inovatif, yang berpusat kepada siswa (learner centered), membuat siswa lebih aktif dalam bertanya dan mengungkapkan ide dan gagasan, membawa siswa kedalam tingkat berfikir yang lebih tinggi (high order thinking), membuat siswa lebih kreatif, menghadirkan suasana ruang kelas yang lebih menyenangkan sehingga siswa senang untuk belajar, serta membuat siswa mampu bekerja sama dengan rekan lainnya.

Baca lebih lanjut