Pengalaman Pertama Melaksanakan Pembelajaran Aktif di Perkuliahan


“…Yang saya dengar, saya lupa. Yang saya dengar dan lihat, saya sedikit ingat. Yang saya dengar, pertanyakan atau didiskusikan dengan orang lain, saya mulai pahami. Dari yang saya dengar, lihat, bahas dan terapkan, saya dapat pengetahuan dan ketrampilan. Yang saya ajarkan kepada orang lain, saya kuasai..(Melvin L. Silberman)”

Kalimat diatas merupakan modifikasi dari ungkapan bijak Konfisius oleh Melvin L. Siberman, dan disebut sebagai kalimat Paham Belajar Aktif. Menarik sekali mempelajari strategi belajar aktif dalam buku”Active Learning, 101 Cara Belajar Siswa Aktif” yang ditulis oleh Melvin L. Silberman. Setelah beberapa bulan mencoba memahami bagaimana strategi-nya, kini giliran saya mempraktekannya langsung di kelas.

Revolusi Tempat Duduk

Kebetulan di semester ini saya mengampu tiga mata kuliah yaitu, E-Commerce, Teknologi Multimedia dan Interaksi Manusia & Komputer. Kesempatan inilah yang tidak saya sia-siakan untuk mempraktekan pembelajaran aktif di kelas. Perubahan pertama yang sangat saya rasakan adalah, metode pembelajaran aktif ternyata menyita banyak waktu untuk persiapan, namun dalam pelaksanaannya tidak membutuhkan effort yang begitu besar.

Presentasi Karya Kelompok

Apa saja persiapan untuk melaksanakan pembelajaran aktif?

Terus terang saya belum begitu mendetail dalam membuat action plan, atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) karena keterbatasan waktu. Sebagai dokumen perencanaan pembelajaran, saya hanya membuat tabel-tabel kompetensi dan kegiatan pembelajaran mingguan.

Berikutnya, kegiatan-kegiatan yang ada di tiap minggunya saya detailkan dalam skenario pembelajaran. Setelah itu yang harus dilakukan adalah mempersiapkan alat dan bahan perkuliahan berupa Presentasi Visual (dalam format PowerPoint), Lembar Kerja Peran Anggota dan Data Diri, Lembar Kontrol Pekerjaan (sebagai media evaluasi), Kertas Plano untuk menggambar dan Spidol.

Bagaimana Rekam Proses Pelaksanaannya?

Datang agak pagi ke kampus, saya langsung mempersiapkan perangkat presentasi berupa LCD proyektor. Kali ini sayalah yang menunggu mahasiswa, bukan mahasiswa yang menunggu saya, sungguh diluar kebiasaan saya, namun menjadi pembelajaran diri yang menarik.

Seperti ini prosesnya :

  1. [5 menit] Memulai perkuliahan (perkuliahan), setelah mengucap salam dan mengenal kan diri sendiri, seperti biasa sebagai usaha perkenalan biasanya secara bergantian mahasiswa saya minta untuk berdiri, memperkenalkan nama dan menyebutkan cita-citanya. Kenapa menyebutkan cita-cita? Sesuatu yang aneh ya?. Dalam hal ini saya hanya ingin memastikan bahwa mereka harus memiliki cita-cita sebagai kerangka tujuan hidup. Mereka harus terbiasa merencanakan hidup. Dengan perencanaan saja kadang langkah kita meleset, apalagi kalau tidak.
  2. [5 menit] Paparan tujuan pembelajaran (course goal) dan silabus, dalam kegiatan ini saya menerangkan hal-hal apa saja yang nantinya mahasiswa dapatkan selama menjalani proses perkuliahan.
  3. [3 menit] Menyepakati kontrak perkuliahan seperti kontrak nilai dan aturan kelas.
  4. [5 menit] Pembagian kelompok dan peran anggota. Untuk mengawali kegiatan ini, saya minta mereka berdiri dan berhitung untuk membagi kelompok. Lalu dari kelompok yang ada, saya memilahnya kembali untuk membagi sumber daya manusia, disini harus dipastikan bahwa dalam sebuah kelompok harus memiliki satu orang yang memiliki kemampuan lebih di bidang aplikasi, yang nantinya bertindak sebagai expert, untuk mempermudah peer teaching. Saya juga meminta mereka untuk melakukan revolusi tempat duduk. Menarik mundur kursi-kursi yang tidak digunakan, dan menata kursi dalam konfigurasi kelompok kecil. Hal ini dibutuhkan supaya mereka leluasa untuk bekerja dan berdiskusi kelompok. Langkah berikutnya bagi kelompok yang telah terbentuk adalah berbagi perannya. Misalnya dalam mata kuliah E-Commerce, dimana saya mengumpamakan para mahasiswa bekerja dalam perusahaan retail yang mereka buat, dan saya berperan sebagai business consultant yang membantu mereka mengonlinekan usahanya. Peran-peran yang ada dalam kelompok meliputi : Direktur, Finance, Secretary, Marketing Officer dan Web Developer. Begitu pula untuk mata kuliah Interaksi Manusia dengan Komputer, saya mencoba mensimulasikan mereka seolah berada dalam perusahaan software dimana terdapat berbagai peran seperti Project Manager, Software Designer, Graphics Designer, Programmer dan Documentator. Dalam kegiatan ini dibagikan Lembar Kerja Peran Anggota. Dalam perkuliahan ini mereka akan selalu tergabung dalam satu kelompok.
  5. [5 menit] Memaparkan permasalahan dan memberikan penugasan. Dalam mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer misalnya saya memaparkan sebuah permasalahan, yaitu kampus membutuhkan sebuah aplikasi web browser untuk dipasang di internet kiosk. Internet kiosk yang dibuat kampus menggunakan layar sentuh (touch screen) sebagai media inputan. Kampus menyelenggarakan kompetisi untuk menemukan software terbaik untuk dipasang di kiosk tersebut. Tugas mahasiswa adalah membuat rancangan antarmuka di kertas plano yang disediakan.
  6. [20 menit] Mahasiswa melakukan diskusi kelompok untuk membuat rancangan antarmuka yang sederhana di sebuah kertas catatan sebagai sebuah sketsa. Dalam tahap ini dosen mulai dapat melakukan evaluasi, dengan mengunjungi kelompok dan memberi beberapa pertanyaan kepada para anggotanya untuk melihat seberapa jauh pemahaman mereka terhadap materi yang ditugaskan.
  7. [10 menit] Mahasiswa menggambarkan sketsa yang telah dibuat ke kertas plano sebagai media presentasi kelompok mereka. Untuk mengisi waktu yang ada biasanya saya meminta mereka untuk membuat yel-yel kelompok.
  8. [30 menit] Masing-masing kelompok melakukan presentasi hasil kerja mereka. Dalam tiap sesi presentasi, masing-masing kelompok akan menyanyikan yel-yel kelompok, memperkenalkan anggota, melakukan presentasi, dan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh anggota kelompok lain.
  9. [10 menit] Melakukan refleksi dan penguatan. Dalam mata kuliah Interaksi Manusia Komputer misalnya, saya meminta mahasiswa untuk membuat simpulan dari hasil paparan dan diskusi mereka sebelumnya dengan dua pertanyaan besar yaitu “Komponen window apa saya yang ada dalam aplikasi web browser yang mereka buat?” dan “Fitur utama apa saja yang terdapat dalam sebuah web browser?” Pertanyaan ini mencoba mengumpulkan hal-hal yang telah dibuat oleh semua kelompok. Harapannya mereka dapat memperoleh pengetahuan yang sama dan melakuakan revisi terhadap desain mereka berdasar refleksi ini.
  10. [5 menit] Memberi tugas rumah sebagai follow-up. Kelompok mahasiswa diminta untuk melakukan revisi terhadap desain web browser yang dibuat berdasarkan hasil refleksi. Mereka akan mempresentasikan di pertemuan berikutnya.

Tak terasa waktu perkuliahan hampir 100 menit berlangsung. Di akhir perkuliahan sebelum saya menutupnya, saya sempatkan untuk bertanya kepada mahasiswa “Bagaimana perasaan Anda mengikuti perkuliahan kali ini?“. Jawaban salah satu dari mereka adalah “Saya tidak merasa bosan kalau model perkuliahannya seperti ini pak, lebih mengasyikkan dibanding hanya ceramah saja, ada baiknya bukan hanya Pak Gora saja yang menggunakan metode seperti ini, tapi dosen lain juga” Melihat jawaban seperti ini, saya tambah tertantang dan termotivasi untuk melakukan hal ini seterusnya.

Presentasi Hasil Karya

Strategi pembelajaran apa saja yang diadopsi dalam kegiatan ini?

Ada beberapa strategi pembelajaran yang saya adopsi dan telah dilakukan dalam perkuliahan ini, diantaranya :

  1. Metode ceramah, saya gunakan untuk memberikan informasi baru seputar silabus, kontrak perkuliahan dan penugasan.
  2. Project Based Learning, merupakan metoda belajar yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktifitas secara nyata
  3. Kelompok Kecil Kolaboratif, dengan membagi mahasiswa dalam beberapa kelompok kecil, bertujuan untuk melatih mereka bekerja sama dalam kelompok.
  4. Role-Play, dimana mahasiswa mengambil peran dalam kelompok. Sedangkan pendekatan role play yang digunakan adalah Skills-based Approach (mereka melatih ketrampilan sesuai dengan peran yang diberikan sampai dengan terinternalisasi dengan mengikuti kriteria yang ada) dan Problems-based Approach (Mahasiswa menghadapi permasalahan yang diskenarionakan dan mencoba mencari jawaban dan solusinya berdasarkan kemampuan dan ilmu pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya).

Bagaimana proses evaluasinya?

Seperti kita ketahui bahwa proses evaluasi dalam pembelajaran aktif adalah terintegrasi dalam kegiatan pembelajarannya, jadi bukan merupakan hal terpisah. Dalam kegiatan perkuliahan ini proses evaluasi yang dilakukan terdiri dari dua hal yaitu evaluasi individu dan kelompok. Evaluasi individu dilakukan dengan melakukan tanya jawab dan wawancara langsung ketika individu bekerja menyelesaikan sesuatu dalam kelompok. Pertanyaan ke individu ini dilakukan untuk mengukur sejauh mana pemahaman mereka akan tugas yang dikerjakan. Selain itu proses evaluasi individu dilakukan pula dengan mengukur tingkat aktivitas individu melalui Lembar Kontrol Pekerjaan, yang dibagikan setiap mereka mengerjakan tugas. Dalam lembar tersebut dicatat aktivitas kerja per individu sesuai dengan perannya. Semakin banyak partisipasi yang dilakukan maka nilainya semakin baik. Sedangkan proses penilaian kelompok dilakukan dengan model Portfolio. Dalam tugas kelompok, mereka membuat sebuah produk berupa gambar desain, presentasi visual, aplikasi multimedia, dsb. Hasil karya tersebutlah yang kita nilai berdasarkan kriteria yang disepakati bersama, antara dosen dan siswa sebelum pengerjaan tugas berlangsung, sehingga diharapkan proses penilaiannya fair.

Diskusi Kelompok

Melaksanakan pembelajaran aktif memang membutuhkan banyak usaha, mulai persiapan sampai detail pelaksanaan. Namun demi meningkatkan prestasi dan capaian ketrampilan anak didik kita tidak ada salah nya berusaha keras memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi mereka. Lewat metode seperti ini saya yakin minat belajar mereka akan meningkat, karena mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan dengan berbagai gaya belajar yang mengakomodir keinginan mereka. Tidak sekedar membekali mereka dengan kemampuan teknis dan konsep sesuai dengan tujuan pembelajaran, dengan metode seperti ini kemampuan komunikasi, menulis, berdiskusi, kerja kelompok serta berfikir kritis akan terlatih. Sampai jumpa di perkuliahan berikutnya mahasiswaku! Aku selalu menantikan waktu belajar bersama di kelas bersamamu!

Tagged: , , , ,

4 thoughts on “Pengalaman Pertama Melaksanakan Pembelajaran Aktif di Perkuliahan

  1. r1weedee Oktober 4, 2008 pukul 7:56 pm Reply

    saya sangat setuju metode seperti ini, namun ada beberapa hal yang patut diperhatikan lagi :
    1. teman2 kurang serius dalam peran individu dalam kelompok (guyon, CEOnya teman sendiri ini, atau marketing nya teman sekos ini)
    2. mereka tidak mengeluarkan potensi yang dimiliki dengan penuh, karena yang saya lihat mereka tidak fokus dengan posisi yang dimiliki (atau bahkan banyak yang belum paham ap job discriptionnya), hal ini terlihat teman2 saling tuding untuk jadi CEO, atau saling berebut jadi sekretaris (mungkin dikira paling enteng).
    3. dosen hendaknya dapat memberikan motivasi untuk mengatasi hal2 tersebut (hehehe)

    overall situasi belajar seperti itu telah sangat bagus menurut saya untuk kelas FTI bahkan Unissula…. thanx

  2. gora Oktober 6, 2008 pukul 3:41 pm Reply

    Wah terima kasih udah kasih saran yang bagus sekali Mas. “Tak ada gading yang tak retak”… Memang ada banyak kekurangan dan celah dalam metode pembelajaran seperti ini. Misalnya tentang teman-teman yang kurang serius dalam menjalankan peran individu saya kira itu satu hal yang wajar mengingat mereka baru melaksanakan peran ini pertama kali dan tentang guyon itu hal yang sangat wajar.. dengan menggunakan metode ini justru Anda dan anggota kelompok lain punya kesempatan untuk guyon dan belajar tanpa tertekan, namun dalam kondisi yang teratur.

    Sedangkan untuk hal penyaluran potensi dan fokus pada perannya, hal tersebut nantinya akan kami ukur lewat serangkaian evaluasi, salah satunya dengan wawancara kelompok pada saat mengerjakan tugas maupun pada saat presentasi portfolio, jadi tenang saja… kami akan jeli melihat peran individu di masing-masing kelompok dan akan memberikan nilai yang fair untuk individu tersebut. Semoga kedepan menjadi semakin baik… Terima kasih.

  3. badie'ah November 13, 2008 pukul 6:40 pm Reply

    mmm…saya sangat setuju dengan cara pembelajaran bapak yang baru ini…
    memang benar saat ini cara pembelajaran dimana mahasiswa duduk berjam-jam mendengarkan dosen memberikan “ceramahnya” di ruang kuliah sangat membosankan..
    dan juga, mahasiswa paling2 cuma mendapatkan teori-teori yang entah bagaimana penerapannya…
    dengan cara pembelajaran bapak yang baru ini,rasanya lebih aplikatif..
    saya setuju dengan pendapat widi kalo sikap temen2 agak kurang memperhatikan job masing2…
    malahan yang saya rasakan,akhir2 ini tugas CEO jatuh pada saya yang seharusnya itu bukan tugas saya (job saya web designer)..
    ya..bukan apa2 sih..tapi yang jelas perlu ada penegasan & penjelasan kembali untuk job descriptionnya…
    oya pak…kami sangat mengharapkan perkuliahan tidak ada yang bolong..
    karena selama ini, kami sudah cukup merasa kecewa dengan situasi perkuliahan dari Jurusan Teknik Informatika Unissula..
    yang kami rasakan sampai semester 7 ini, banyak ilmu yang tersia-sia karena banyak perkuliahan yang “bolong” atau kalaupun ada pengganti materi yang disampaikan terkesan terburu2 dan tidak efektif…
    semoga keluhan kami ini bisa disampaikan kepada dosen2 yang lain…mohon maaf sebelumnya…

  4. gora November 15, 2008 pukul 12:42 pm Reply

    Terima kasih atas komentarnya Mbak, saya akan menanggapi satu persatu komentar Anda, untuk tugas CEO yang jatuh ke tangan Anda meskipun bukan menjadi tugas resmi Anda, jangan disikapi negatif, anggap saja ini kesempatan belajar untuk melatih leadership Anda ketika dalam sebuah proyek. Saya mengambil strategi belajar seperti ini karena ingin menanamkan semangat gotong royong dalam kelompok, saya yakin pandangan dan penilaian anggota kelompok akan fair mengenai kerjasama yang dilakukan oleh tiap-tiap anggota tim. Nilai yang saya berikan kepada tim menjadi kemenangan bersama tim Anda. Namun pengalaman pribadi atas usaha yang begitu keras akan menjadi pengalaman berharga yang tak ternilai harganya untuk setiap pribadi anggota kelompok, yang akan sangat berguna kelak di dunia kerja. So, santai saja! The show must go on…🙂

    Tanggapan kedua, sebagai salah satu “oknum” yang sering bolong kuliahnya, saya memohon maaf atas “kebolongan” yang sering saya lakukan pada perkuliahan yang saya ampu… Saya sendiri yang masih sering bolong tentu saja malu untuk menyampaikan ini ke dosen-dosen lain karena belum bisa menjadi teladan yang baik, jadi untuk permintaan yang satu ini sepertinya tidak mungkin saya penuhi.

    Saya sengaja merancang kuliah yang aplikatif, karena saya merasa tidak bisa memenuhi kontrak perkuliahan, namun saya tetap ingin memberikan sesuatu yang dapat langsung digunakan di dunia kerja untuk mahasiswa. Meskipun saya sudah berusaha sekuat mungkin menepatinya, tapi apa mau dikata, kondisi selalu berkata lain, ada saja waktu perkuliahan yang saya tinggal karena profesi lain saya sebagai praktisi (konsultan TI) di Semarang dan Jakarta. Sekali lagi maaf😦 ….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: