Arsip Tag: pengembangan profesional

[Kelas Inspiratif] Melihat Implementasi Pembelajaran Berbasis Proyek di SDN Jetis 02 Gunung Kidul


Siswa Membandingkan Udara yang Bersih dengan Udara Kotor

Siswa Membandingkan Udara yang Bersih dengan Udara Kotor

Rekan-rekan pembaca blog ini tentu penasaran seperti apa sih penerapan model Pembelajaran Berbasis Proyek (PBL) di kelas sebenarnya. Sebagai contoh, saya menghadirkan sebuah hasil pendampingan berbasis sekolah yang dilakukan para Widyaiswara LPMP Yogyakarta (yang sebelumnya telah dilatih oleh Intel Education Indonesia) kepada guru-guru di SDN Jetis 02 Gunung Kidul, Yogyakarta di Tahun 2010. Meski kegiatan ini sudah lama dilakukan, dengan ulasan ini harapannya mampu memberikan gambaran bagaimana kegiatan pembelajaran tematik dan kontekstual dapat dilakukan di kelas.

Pembelajaran bertema “Lingkunganku Kotor, Paru-Paruku Bocor”, untuk mata pelajaran utama Ilmu Pengetahuan Alam ini mengajak para siswa untuk melakukan penelitian tentang alat pernafasan dan gangguan alat pernafasan yang disebabkan oleh pencemaran udara yang ada di lingkungan sekitar mereka. Langkah-langkah pembelajaran dijelaskan secara detail dalam ulasan berikut.

Baca lebih lanjut

Menjadi Pemateri Bimtek Guru TIK SMA Direktorat P2TK Dikmen


Image

Memberikan presentasi tujuan kegiatan lokakarya

Dalam rangka meningkatkan kompetensi guru TIK tingkat SMA, P2TK Dikmen menyelenggarakan BIMTEK untuk para guru TIK se-Indonesia. Kegiatan yang berlangsung selama 4 hari pada tanggal 1 – 4 Mei 2012, diselenggarakan di Hotel Garden Permata, Bandung. Diikuti oleh 87 peserta dari berbagai Propinsi. Selama 4 hari, para peserta mendapatkan materi dari beberapa Nara Sumber khususnya tentang LMS (Learning Management System).

Kegiatan ini langsung dibuka oleh Direktur P2TK Dikmen Bapak Surya Dharma, Ph.D. yang langsung dilanjutkan dengan materi pertama yaitu Pembelajaran Abad 21. Dalam Bimtek kali ini, Intel ikut serta dalam memberikan materi tentang bagaimana menjadi Fasilitator Online. Peserta terlihat sangat antusias sekali dengan materi tersebut, karena bagi sebagian besar peserta Bimtek, LMS sudah tidak asing lagi bagi mereka. Selain itu, jika Proses pemanfaatan LMS tidak maksimal maka hasilnya pun tidak akan maksimal. Maka dari itu Intel memberikan materi tersebut untuk mendukung para guru agar dapat mengimplementasikannya di sekolah masing-masing. Baca lebih lanjut

Intel Teach Elements, Pengembangan Profesionalisme Secara Jarak Jauh Untuk Para Pendidik di Indonesia


Intel Teach Elements : Pelatihan Jarak Jauh untuk Pendidik Indonesia

Berangkat dari niatan menyediakan sebuah layanan pengembangan profesionalisme yang dapat diakses dari mana saja dan kapan saja oleh para pendidik di Indonesia, Intel Coorporation Indonesia bekerjasama dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional menyelenggarakan pelatihan online “Intel Teach Elements” yang dapat diikuti para guru secara gratis. Lewat layanan ini para guru dapat terus mengikuti kegiatan pengembangan profesionalisme untuk meningkatkan kompetensi mengajarnya tanpa harus meninggalkan tempat kerja mereka.

Layanan ini merupakan solusi dan alternatif bagi para pendidik untuk terus melakukan pengembangan diri di sela-sela kesibukan mengajar dan kegiatan sekolah lainnya. Sejak diluncurkan tahun 2010, sebanyak 1037 orang guru dari berbagai wilayah di seluruh Indonesia telah mengikuti pelatihan jarak jauh ini. Materi pelatihan yang disediakan meliputi konsep dan penerapan metode pembelajaran abad ke-21 berupa tutorial multimedia interaktif, diskusi terfasilitasi dan kegiatan di ruang kelas. Saat ini, materi pelatihan yang tersedia adalah tentang Pendekatan Berbasis Proyek (Project Based Approaches) dan akan terus bertambah di masa mendatang dengan materi-materi pelatihan menarik lainnya.

Di dalam prosesnya, para pendidik cukup melakukan pendaftaran secara online, mengikuti pelatihan, mengerjakan tugas berupa rencana tindakan, mengerjakan quiz dan mengisi survey, melakukan diskusi, mendapatkan dukungan teknis dan umpan balik dari pendamping. Jika peserta telah memenuhi persyaratan kelulusan maka akan mendapatkan sertifikat yang diterbitkan oleh Kemdikbud. Jika peserta menemui kesulitan dalam penguasaan materi maupun hal-hal teknis terkait penguasaan Teknologi Informasi dan Komunikasi, disediakan layanan dukungan teknis oleh para pendamping via email, telepon dan pesan pendek (SMS). Baca lebih lanjut