Arsip Bulanan: Desember 2006

Happy New Year 2007, 1 Year The Indiebrainer, Keep Struggle….!!!


Logo YearRedaksi The Indiebrainer mengucapkan “Selamat Tahun Baru 2007” bagi semua pembaca blog ini. Sebenarnya blog The Indiebrainer mulai dimuati postingan Teknologi Informasi dan E-Learning ini sejak Desember tahun lalu, namun karena lupa tepatnya tanggal berapa akun Edublogs.Org nya dibuat maka kami sepakat mengangkat tanggal 31 Desember 2006, tepat sehari sebelum tahun baru. Satu tahun sudah blog ini beroperasi di dunia maya, berbagi dengan para netter tentang keseharian sang editor, berbagi pemikiran dan berbagi ilmu pengetahuan. Redaksi akan terus berbenah untuk memperbaiki kualitas tulisan yang dimuat. Namun kami tetap bertahan dengan gaya kami yaitu membawakan setiap tulisan dengan gaya yang tidak terlalu formal, ringan namun membawa sesuatu yang baru di hadapan para blog walker. Namun di tahun ini kami mulai menata tulisan lewat penggunaan kata ganti, mulai tahun ini kami menggunakan kata ganti ”kami”, ”redaksi”, ”kita”, dan ”Anda”. Penggunaan kata ganti tersebut adalah untuk menggantikan kata ganti ”saya” yang sering digunakan sebelumnya. Penggunaan kata ganti ”saya” kami rasa cenderung menghadirkan keegoisan dan kenarsisan dari penulis, sehingga kami merubah penggunaannya untuk menghilangkan kesan tersebut.

Memang pada saat ini blog The Indiebrainer belum mendapatkan banyak komentar dari para pembacanya, tetapi popularitas dan banyaknya komentar bukanlah tujuan utama dari redaksi kami. Tujuan utama dari blog ini adalah ”berbagi ilmu pengetahuan” dan memperbanyak ketersediaan referensi dan literatur E-Learning di Internet. Dengan berbagi seperti ini kami berharap ilmu pengetahuan yang dibagi dapat memberikan manfaat bagi semua yang membutuhkan. Ayo berbagi, buat blog sekarang juga, mulailah menulis, tetap berjuang dan semangat…!!!!

Review 3 Web Camera Kelas Low End


The Indiebrainer kali ini berkesempatan menguji 3 (tiga) buah web camera (webcam) kelas low end, webcam tersebut adalah Logitech QuickCam Messenger, AV301P PC Camera, dan Bestek Web Camera. Ketiga webcam tersebut di pasaran dijual dalam kisaran $10 – 20. The Indiebrainer mendapatkan webcam dengan interface USB (Universal Serial Bus) ini dari dua toko komputer yang ada di kota Semarang, yaitu Orbit Computer dan ABComp. Ketiga-tiganya datang dengan kondisi lengkap, dalam masing-masing dos/kemasan berisi webcam, dudukan kamera/tripod, CD driver dan user manual. Untuk menguji webcam tersebut, redaksi mencobanya satu persatu. Penilaian dan pengujian didasarkan pada sisi harga, kompatibilitas hardware, kemudahan instalasi, dan kualitas gambar. Untuk melakukan pengujian, redaksi menggunakan PC Pentium 4, RAM 512, VGA 128 MB, HDD 120 Gb dengan sistem operasi original Windows XP Service Pack 2.

Logitech QuickCam Messenger

Logitech QuickCam

Webcam ini adalah webcam yang memiliki harga paling tinggi diantara kedua webcam yang lain, didapatkan redaksi dari Orbit Computer seharga $20. Ketika pertama kali mencolokkan webcamera ke port USB di PC, maka Windows XP akan meminta untuk menginstal driver terlebih dahulu sebelum dapat digunakan. Setelah driver terinstall, pengguna diharuskan menginstal aplikasi Logitech QuickCam. Aplikasi ini digunakan untuk pengambilan gambar dan video menggunakan kamera ini. Untuk melakukan pengambilan gambar, silahkan klik fitur QuickCapture. Aplikasi pengambilan gambar ini mengijinkan pengguna untuk melakukan pengambilan gambar dan video dengan resolusi 320 x 240 pixel. Setelah melakukan pengambilan gambar, maka gambar diorganisir dalam fitur QuickView, yang ada dalam aplikasi ini pula.

Dalam fitur pengorganisir gambar ini pengguna dapat melakukan editing gambar, meskipun dengan kemampuan sederhana yaitu operasi pembesaran gambar, rotasi, cropping dan lain sebagainya. Namun yang sedikit mengecewakan adalah, ketika redaksi mencoba melakukan pengambilan gambar menggunakan windows explorer (dengan cara mengklik dua kali pada icon webcamera > Take a New Picture) maka komputer akan langsung menampilkan layar biru dan untuk menghentikannya redaksi harus melakukan restart terlebih dahulu. Kelemahan ini mungkin terjadi dikarenakan terjadinya hardware conflict.

Dari sisi kualitas gambar webcam dengan resolusi 320 x 240 pixel ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya adalah webcam ini mampu menambah brightness secara otomatis untuk membuat gambar lebih terang ketika kondisi pencahayaan kurang. Kelemahannya adalah ketika kondisi pencahayaan kurang, biasanya terdapat titik-titik putih yang tampil dalam gambar dan gambar pun terlihat pecah-pecah. Dibawah ini adalah hasil pengambilan gambar menggunakan Logitech QuickCam Messenger.

Kualitas Gambar Logitech

Kualitas Gambar yang Dihasilkan oleh Logitech QuickCam

 

AV301P PC Camera

AV301PWebcam seharga $12 ini kami dapatkan dari toko komputer ABComp. Webcam memiliki fisik dan bentuk yang unik dibanding para pesaingnya. Selain warna bodi yang mirip dengan “bugs” atau kutu, yaitu berwarna merah menyala dengan motif bulat-bulat yang tersebar, webcam ini dilengkapi dengan tripod aluminium dan LED (Light Emiting Dioda) berwarna putih-biru untuk membantu pencahayaan. Dalam CD Driver yang disertakan dalam kardusnya terdapat 4 (empat) buah folder driver, sehingga pengguna akan mengalami sedikit kesulitan menemukan driver yang cocok untuk webcam ini. Redaksipun mengalami hal yang sama, kami mencoba ke-empatnya untuk mendapatkan driver yang sesuai. Ternyata driver yang cocok adalah yang ada di dalam folder AV301P.

Penulis pun menamakan webcam ini berdasarkan nama driver dan aplikasi yang digunakan, karena di kemasan tidak terdapat merk tertentu hanya bertuliskan PC Camera saja. Buku panduan yang disertakan pun tidak begitu membantu menyelesaikan permasalahan ini.

Untuk melakukan pengambilan gambar, webcam ini menyertakan aplikasi Amcap, sebuah aplikasi yang lazim digunakan untuk banyak jenis web camera. Redaksi juga mencoba menggunakan Windows Explorer untuk melakukan pengambilan gambar, penggunaannya pun tidak mengalami kendala, berbeda dengan pengujian sebelumnya. Webcam ini tidak menyertakan aplikasi pengorganisir gambar seperti pesaing sebelumnya, namun hal tersebut tidak mengurangi fungsionalitas web camera ini.

Dari sisi kualitas gambar, webcam dengan fokus manual dan beresolusi 320 x 240 pixel ini memiliki kualitas yang tak kalah dari pesaing pendahulunya (Logitech QuickCam) apalagi ketika melakukan pengambilan gambar dalam kondisi pencahayaan kurang, karena webcam ini memiliki lampu untuk membantu proses pencahayaan. Hasil yang diperlihatkan menunjukkan bahwa gambar hanya mengalami coral namun tidak nampak adanya bintik putih dalam gambar yang dihasilkan.

Kualitas Gambar AV301P

Kualitas Gambar yang Dihasilkan AV301P

Bestek Web Camera

Bestek WebcamWebcam seharga $12 ini kami dapatkan dari toko komputer ABComp. Webcam memiliki fisik dan bentuk yang hampir mirip dengan Logitech QuickCam. Ketika pertama kali ditancapkan ke port USB yang ada di PC, redaksi tidak mengalami kendala berarti dalam proses instalasi. Instalasi secara manual pun sangat mudah dilakukan, karena dalam CD Driver yang disertakan hanya terdapat satu buah aplikasi dan driver saja, sehingga pengguna tidak dibuat bingung seperti halnya pada pesaing sebelumnya.

Untuk melakukan pengambilan gambar, pengguna dapat menggunakan Windows Explorer maupun aplikasi Amcap yang disertakan dalam CD. Webcam ini juga tidak menyertakan aplikasi pengorganisir gambar, namun hal tersebut tidak menjadikan fungsionalitas kamera terganggu, karena pengguna dapat menggunakan aplikasi pengorganisir gambar yang lain.

Kualitas gambar yang dihasilkan webcam beresolusi 320 x 240 pixel ini lebih rendah dibanding kedua pesaingnya ketika berada dalam kondisi pencahayaan kurang. Gambar yang dihasilkan pun mengalami coral, sama seperti gambar yang dihasilkan oleh AV301P PC Camera, namun gambar tidak tampak berbintik putih seperti halnya gambar yang dihasilkan oleh Logitech QuickCam. Hal tersebut layak dimaklumi mengingat webcam ini tidak disertai lampu untuk membantu pencahayaan yang kurang.

Kualitas Gambar Bestek WebCam

Kualitas Gambar yang Dihasilkan Bestek Web Camera

Kesimpulan

Redaksi memberikan peringkat pertama kepada AV301P PC Camera karena memiliki harga yang murah, dan kualitas gambar yang dihasilkan. Meskipun webcam ini lebih murah dari Logitech QuickCam namun kualitas gambar yang dihasilkan tidak kalah dengan Logitech QuickCam yang memiliki harga lebih mahal. Bagus tidak berarti harus mahal bukan? [The Indiebrainer].

Internet Down, Aktifitas Nge-Blog Terganggu


Taiwan EarthquakeSemenjak terjadinya gempa 7,1 SR yang mengguncang Taiwan pada hari Selasa (26/12/2006) lalu, total aktifitas administrasi blog ini terhenti. Pasalnya link Internet internasional terputus, sehingga situs yang dapat diakses hanyalah situs yang di-host di Indonesia dan Asia saja. Gempa tersebut mengakibatkan empat kabel serat optik bawah laut yang menjadi saluran komunikasi negara-negara Asia ke Amerika Serikat putus. Putusnya empat kabel serat optik itu membuat kapasitas bandwidth (saluran lalu lintas data) dari Indonesia ke Amerika Serikat anjlok menjadi 17 persen dibanding saat normal. Jaringan Internet di kawasan Asia memang mengandalkan kabel serat optik bawah laut sebagai jalan tolnya. Saat gempa terjadi di Taiwan, “jalan tol” itu ambrol. Padahal komunikasi data Indonesia sebagian besar melewati jalan tol bawah laut yang disebut jalur South East Asia-Middle East-Western Europe 3 (SMW3) itu.

Layanan blog gratis (Edublogs.Org) yang digunakan The Indiebrainer praktis tidak dapat diakses, sehingga untuk beberapa hari yang lalu tidak terdapat posting dan komentar yang masuk kedalam blog ini. Baru pada hari Jumat (29/12/2006), blog ini sudah dapat diakses kembali dari Indonesia. Seperti dilansir Detikinet pada hari ini (30/12/2006) bahwa, kapasitas bandwidth PT Telkom Tbk. dilaporkan sudah naik dari 11 persen menjadi 23 persen, atau setara dengan 430 Megabit per detik (Mbps) dari kapasitas total 1,3 Gigabit per detik (Gbps). PT Excelcomindo Pratama Tbk. dilaporkan mengalami kenaikan kapasitas dari 20 persen menjadi 50 persen, atau setara dengan 150 Mbps dari kapasitas total 300 Mbps. Sementara PT Indosat Tbk. memperkirakan kapasitasnya pada 8 Januari 2007 akan mencapai 40 persen dari total 1,5 Gbps. Keterangan dari Indosat menyebutkan pula bahwa perusahaan berusaha menambah kapasitasnya sebesar 1 x STM-1 (setara dengan 155 Mbps) IP transit melalui StarHub/Equinix di Singapura dan 1 x STM-1 IP Transit lewat Reach Telstra di Australia dan satelit 3 DS-3 ke MCI-USA. Selain itu PT Indosat Mega Media (IM2) dan PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) tengah mempertimbangkan alternatif route tambahan sebesar 30-40 Mbps satelit link ke Hawaii. Hal tersebut mengisyaratkan bahwa kapasitas bandwidth link internasional operator-operator telekomunikasi mengalami peningkatan dibanding hari sebelumnya, Kamis (28/12/2006). Semoga koneksi Internet cepat pulih, sehingga aktifitas nge-blog dapat kembali normal. [The Indiebrainer]

Workshop Produksi Bahan Ajar Multimedia Hibah PHK-PMP di UNISSULA Semarang


Suasana WorkshopLewat hibah PHK PMP Dikti yang diperoleh Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) beberapa waktu yang lalu, maka diadakanlah kegiatan Workshop Pembuatan Bahan Ajar Multimedia sebagai upaya untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Workshop yang berlangsung selama 5 (lima) hari, yang diadakan pada bulan Oktober sampai Desember ini ditujukan bagi para staf pengajar (dosen) di lingkungan UNISSULA. Dalam workshop ini, para dosen diajak untuk belajar bersama membuat bahan ajar multimedia berbasis presentasi PowerPoint menggunakan Microsoft Producer, selain itu dibahas pula pembutan Blog sebagai media publikasi bahan ajar di Internet. Alhamdulillah workshop yang berorientasi pada hasil ini berlangung dengan sukses dan menghasilkan materi bahan ajar multimedia berjumlah melebihi target yang ditetapkan oleh panitia. Kebetulan dalam workshop ini saya di daulat untuk menjadi tenaga ahli dan pematerinya. Materi yang saya sampaikan dalam workshop juga saya sertakan dalam detail postingan ini.

Baca lebih lanjut

Test Drive Tablet PC Toshiba Satellite R25-S3503


Tablet-PCKali ini The Indiebrainer mendapatkan barang baru untuk di-review. Barang baru tersebut adalah Tablet PC Toshiba Satellite R25-S3503. Laptop seharga sekitar 14 jutaan rupiah ini (harga bulan November 2006) memiliki spesifikasi IntelCoreDuo Processor T2050, 1024MB DDR2 SDRAM, 100Gb (5400rpm) HDD, DVD SuperMulti (+/- R double layer), 14.1” diagonal TruBrite widescreen WXGA display, 802.11 a/b/g wireless dan Finger Print Reader. Laptop dengan sistem operasi Microsoft Windows XP Tablet ini di-bundle dengan banyak aplikasi berguna diantaranya Microsoft Office (60-day Trial Version), Microsoft Works, Microsoft OneNote, berbagai game, serta aplikasi pendukung Tablet-PC lainnya. Sebagai media inputan, laptop ini menggunakan device keyboard seperti laptop pada umumnya, sedangkan untuk mendukung fungsinya sebagai Tablet-PC, laptop ini menggunakan layar sentuh ber-layar lebar dan stylus (pena sentuh) sebagai media inputannya. Gambar dibawah menunjukkan laptop dengan posisi layar normal.

Ketika difungsikan sebagai Tablet-PC dalam sistem operasi disertakan keyboard virtual yang memiliki fitur handwriting recognition, yang akan mengenali tulisan tangan kita dengan mudah untuk dikonversi menjadi karakter. Ketika layar diputar dan dilipat untuk difungsikan sebagai Tablet-PC, secara otomatis tampilan desktop akan di-rotasi sebesar 270 derajat. Fungsi yang tak kalah pentingnya adalah adanya Finger Print Reader sebagai fitur keamanan. Dengan menggunakan Finger Print Reader untuk pengamanan komputer dari tangan jahil, maka pengguna diharuskan menempelkan sidik jarinya ke alat ini untuk dapat masuk ke desktop sistem operasi Windows XP Tablet ketika proses Login.

Baca lebih lanjut

Customer Service StarOne Patut Diacungi Jempol


Beberapa hari yang lalu saya memiliki masalah koneksi Internet dengan StarOne. Setiap konek ke Internet pasti ngga pernah bertahan lama, tiap satu menit pasti putusnya. Untuk mengatasi masalah tersebut saya coba menghubungi customer service StarOne di nomor 111. Setelah itu saya diterima oleh CS StarOne bernama Achmad, CS tersebut mulai bertanya kepada saya tentang masalah yang ada sesuai dengan Standard Operating Procedure yang berlaku di StarOne. Dari dialog tersebut pihak StarOne berkesimpulan bahwa dengan konfigurasi seperti itu seharusnya tidak akan bermasalah. Di akhir perbincangan dengan Mas Achmad, saya memberi saran supaya pihak StarOne mengecek apakah terjadi trouble di BTS Tlogosari Semarang (kawasan tempat tinggal saya), karena koneksi Internet untuk daerah Kedung Mundu dan kawasan Thamrin tidak ada masalah sama sekali. Mas Achmad menyanggupi permintaan tersebut, beliau berjanji akan menghubungi saya kembali beberapa saat kemudian, namun saya menganggap janji itu sebatas janji palsu pada awalnya, tetapi benar adanya, ternyata Mas Achmad memenuhi janjinya dengan menelpon saya lewat nomor StarOne biasa.

“Mas Gora, saya sudah cek BTS Tlogosari ternyata tidak ada masalah, bagaimana dengan koneksi Internetnya, masih bermasalah?” begitulah pertanyaan dari Mas Achmad. Saya pun menjawab “Masih bermasalah mas, koneksi internet selalu putus tiap satu menit, mungkin bermasalah di headset saya”. Ternyata memang benar, setelah mencoba searching tentang kasus yang sama di gugel, saya berkesimpulan memang sebagian tipe handphone akan bermasalah ketika berkoneksi dengan Internet apabila dipakai bersamaan dengan proses pengisian batere (charging). Case closed, berarti yang bermasalah bukan jaringan StarOne, tetapi headset saya. Namun satu hari kemudian Mas Achmad menghubungi saya kembali dan menanyakan apakah koneksi Internet masih memiliki masalah, dari kejadian ini saya jadi merasa salut dengan pelayanan yang diberikan StarOne kepada konsumennya. Terima kasih pada Mas Achmad yang mau telpon saya berkali-kali. Case closed…

Mampukah Flash Lite Menggusur J2ME?


7610Perkembangan teknologi komunikasi khususnya untuk komunikasi bergerak (mobile) yang begitu cepat sepertinya tak akan terelakan lagi. Disamping teknologi perangkat keras yang terus berkembang, teknologi aplikasi perangkat lunaknya juga berkembang secara pesat.

J2ME (Java 2 Micro Edition) adalah salah satu profil yang diprediksikan oleh banyak ahli akan memberikan revolusi yang cukup signifikan bagi teknologi telekomunikasi bergerak. Dengan kompatibilitasnya yang tinggi, pertumbuhan perangkat yang mendukung J2ME pun juga akan bergerak mengikuti perkembangan aplikasi-aplikasi baru yang muncul silih berganti.

Sedikit ulasan tentang J2ME untuk pembaca yang belum mengenal teknologi ini sebelumnya. Java 2 Micro Edition (J2ME) merupakan subset dari J2SE (Java 2 Standard Edition) yang ditujukan untuk implementasi pada peralatan embedded system dan handheld yang tidak mampu mendukung secara penuh implementasi menggunakan J2SE. Embedded system adalah produk-produk komputer kecil yang berada di dalamnya, namun aplikasi yang dimanfaatkan dari peralatan tersebut sangatlah spesifik.

J2ME sangat berguna untuk membangun sebuah aplikasi pada perangkat dengan jumlah memori, kapasitas penyimpanan, dan user interface yang terbatas, seperti pada perangkat komunikasi bergerak semacam handphone, PDA dan sebagainya.

Namun, dalam perkembangan teknologi beberapa tahun terakhir ini nampaknya J2ME mendapatkan sebuah pesaing yang berpotensi untuk menggusur teknologi ini. Pada bulan Februari 2003 sebuah perusahaan software besar Macromedia meluncurkan sebuah teknologi yang diberi nama Flash Lite. Flash Lite adalah versi mini dari teknologi Flash yang selama ini ada. Flash Lite sendiri berbasiskan teknologi Flash 4 Scripting Engine, yang khusus ditujukan pada aplikasi mobile.

Baca lebih lanjut