Arsip Bulanan: Februari 2007

Menampilkan Status Online Yahoo Messenger di Halaman Blog


Beberapa pertanyaan yang dialamatkan ke penulis akhir-akhir ini banyak yang menanyakan seputar bagaimana caranya menampilkan status online akun Yahoo Messenger seperti di bawah ini, di halaman blog.

YM Status
Untuk menampilkan status YM, caranya kopi kode html dibawah ini (tanpa tanda —) ke dalam halaman HTML, kemudian ganti user id indiebrainer dengan user id YM Anda.

YM_Code

Pelatihan Multimedia Bagi Mahasiswa UNISSULA


Hari Rabu – Kamis Tanggal 21-22 Februari 2007, telah berlangsung pelatihan multimedia bagi mahasiswa UNISSULA Semarang. Workshop ini ditujukan untuk membekali mahasiswa UNISSULA agar mampu membuat presentasi multimedia interaktif menggunakan dua tool presentasi yaitu Microsoft PowerPoint dan Macromedia Flash. Pada workshop kali ini, bertindak sebagai tutor adalah Winastwan Gora S dengan Andex Teddy, serta dibantu oleh Mas Zaenal Arifin dan Mas Didik Kristiana. Workshop yang diikuti oleh lebih kurang 30 mahasiswa, yang dibagi dalam dua kelas ini diharapkan mampu menambah kemampuan mahasiswa dalam membuat presentasi multimedia untuk keperluan penelitian. Dibawah ini merupakan salah satu contoh presentasi yang dibuat.

[swf width=”400″ height=”300″]http://gora.edublogs.org/files/2007/02/fe.swf[/swf]

Workshop yang berlangsung selama dua hari ini kami rasa masih kurang maksimal mengingat banyaknya materi yang harus disampaikan, meskipun setiap peserta mendapatkan CD Multimedia Interaktif berisi tutorial yang disampaikan dalam workshop ini, tetap saja tidak serta merta dapat membuat mereka cepat untuk memahami penggunaan tool presentasi khususnya Macromedia Flash. Sebaiknya untuk pelatihan serupa yang diadakan selanjutnya, waktu pelatihan dapat ditambah, misalnya menjadi 4 (empat) hari, sehingga peserta dapat menerima materi secara penuh, bukan setengah-setengah seperti sekarang. [The Indiebrainer]

Tutorom, Virtual Classroom Gratis dari Dunia Gratisisme


Kabar gembira bagi para pengikut faham “gratisisme” 🙂 dalam e-Learning. Akan segera diluncurkan sebuah layanan virtual classroom gratis bagi Anda yang berniat menyelenggarakan pendidikan jarak jauh lewat Internet. Aplikasi yang baru akan diluncurkan awal Maret besok itu, dalam situsnya memberikan informasi bahwa Tutorom menyediakan banyak fasilitas seperti bank bahan ajar, forum diskusi, quiz, chatroom dan wiki. Selain itu pecandu gratisisme dapat pula menikmati banyak kelas gratis yang dibuat oleh pengguna lain, dan mengikuti kelas gratis tersebut dengan gratis. Penulis sendiri belum tahu pasti tampilan dan fasilitas yang ada di dalam Tutorom karena situs ini baru akan dibuka pada tanggal 1 Maret 2007. Silahkan mendaftarkan email Anda untuk melihat tampilan pada versi beta pada saat peluncuran besok. Selamat menunggu! [The Indiebrainer]

Web Gratis untuk Sekolah di Semarang


Sebagai wujud pengabdian terhadap perkembangan dan penerapan teknologi informasi dalam lingkungan pendidikan maka Teknik Informatika Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang bekerjasama dengan PT. Telekomunikasi Indonesia Kandatel Semarang memberikan web sekolah gratis bagi SMP dan SMA/SMK di Semarang. Dalam kerjasama ini sekolah akan dibuatkan web sekolah dengan domain sch.id serta diberikan hosting gratis. Bagi sekolah di kota Semarang, yang berminat dapat menghubungi Bapak Budi Leksono (PT. Telekomunikasi Indonesia Kandatel Semarang) atau Winastwan Gora (Teknik Informatika UNISSULA) untuk keterangan lebih lanjut.

SMP 25

Sekolah yang telah mengikuti program ini antara lain SMP Negeri 25 Semarang, SMP Negeri 30 Semarang dan SMP Muhammadiyah 5 Semarang. Pada hari Minggu (11/02) kemarin tim dari Telkom dan Teknik Informatika UNISSULA telah melakukan sosialisasi sekaligus launching web sekolah pertama yang telah dibangun, yaitu web sekolah milik SMP Negeri 25 Semarang. Kegiatan sosialisasi dan launching web sekolah dilakukan di sekolah tersebut bersamaan dengan berlangsungnya lomba komputer untuk siswa/i yang diselenggarakan pada hari yang sama. [The Indiebrainer]

Banjir Jakarta dan Penerapan E-Learning


Kemarin sore penulis menonton berita dari RCTI (Seputar Indonesia), berita tersebut menayangkan peristiwa banjir di Jakarta yang menggenangi gedung sekolah SMUN 8 Jakarta. Praktis akibat banjir selama sepekan tersebut, kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut tidak dapat dilaksanakan. Sekolah-pun untuk beberapa hari dijadikan sebagai tempat pengungsian. Dalam berita tersebut dijelaskan bahwa dinas P & K DKI tidak mengalokasikan waktu libur khusus yang diakibatkan banjir ini, namun siswa diwajibkan untuk belajar mandiri di rumah masing-masing (gimana kalau rumahnya kebanjiran yaaa?… ya tetep aja ngga bisa belajar mandiri). Salah satu guru SMUN 8 Jakarta menjelaskan bahwa pihak sekolah-sekolah di DKI Jakarta telah mendapatkan arahan dari Dinas Pendidikan bahwa sekolah dapat tetap menyelenggarakan proses perkuliahan meskipun sekolahnya tergenang banjir, yaitu dengan metode pembelajaran elentronik (E-Learning).

Dalam wawancara ini pihak sekolah tidak secara detail menjelaskan mekanisme pembelajaran elektronik tersebut, tetapi di akhir perbincangan sang guru menjelaskan bahwa pembelajaran elektronik tersebut tidak dapat dilaksanakan mengingat terjadinya pemadaman listrik di berbagai sudut kota Jakarta.

E-Learning sebagai sebuah solusi untuk penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar terbukti efektif ketika terjadi wabah SARS beberapa tahun yang lalu di Singapura, dimana sebagian warganya tidak boleh keluar rumah dengan adanya wabah ini. Ketika terjadi wabah SARS seperti di Singapura semua siswa diwajibkan untuk belajar menggunakan fasilitas E-Learning yang dimiliki oleh sekolah-sekolah disana. Namun kejadian di Jakarta saat ini lain, halangan untuk bersekolah diakibatkan kondisi bencana alam yang merusak berbagai infrastruktur (telekomunikasi misalnya, dimana akses Internet Speedy di Jakarta bermasalah) belum lagi masalah pemadaman listrik. Lain dengan kondisi ketika terjadi SARS di Singapura, dimana tidak terjadi kendala teknis untuk melaksanakan hal ini. Ironis memang, di satu sisi anjuran menggunakan E-Learning merupakan satu “langkah maju” dari Dinas P & K DKI Jakarta, namun disisi lain dengan berbagai halangan yang tidak terfikirkan membuat langkah ini menjadi sebuah “kelatahan” E-Learning. [The Indiebrainer]

Dibutuhkan, Perusahaan Penyedia Jasa Internet dengan Tarif Murah yang Komit Mencerdaskan Bangsa


Sampai tahun 2007 ini ternyata belum ada satupun perusahaan yang menyatakan dirinya komit mendukung pemerataan teknologi informasi lewat penyediaan koneksi internet murah. Kalaupun sebuah perusahaan mencantumkan idea tersebut, paling-paling hanya sekedar bumbu promosi semata. Lihat saja tarif ADSL yang masih terlalu tinggi dibanding negara tetangga, padahal kita dapat menimba ilmu dari akselerasi kemajuan teknologi informasi yang pesat di Vietnam, sebuah negara yang belum beberapa lama merdeka namun taring kemajuan IT-nya sedikit meninggalkan Indonesia. Pesatnya perkembangan IT disana dipicu oleh murahnya jasa Internet.
Bahkan perusahaan setengah negara setengan swasta seperti Telkom sekalipun tidak mampu berkomitmen untuk menyediakan Internet murah di tanah air ini. Biaya bulanan 300 ribu masih dirasakan terlalu tinggi bagi pengguna personal dan rumahan, kalaupun dipikul bersama lewat langganan gotong royong maka kuotanya pun masih dianggap terlalu sedikit. Ada juga sih layanan ISP wireless yang menawarkan layanan Internet murah dengan tarif 275 ribu/bulan dengan unlimited kuota download, namun kami yakin kecepatan data yang ditawarkan tidak bakalan mampu menyaingi kecepatan broadband access.

Berbagai usulan, aksi/gerakan maupun caci maki yang diarahkan ke perusahaan telekomunikasi nasional Telkom tidak mampu untuk membuat perusahaan ini menurunkan tarif secara revolusioner demi kemajuan “revolusioner” bangsa ini. Bagi kami yang berada di lingkungan kampus tidak begitu merasakan efek mahalnya Internet, karena kami disini dapat menikmati Internet berkecepatan tinggi dengan gratis, tapi bagaimana nasib pengguna rumahan berekonomi menengah, sekolah-sekolah di daerah, komunitas dan perusahaan kecil yang kesemua itu merupakan aset bangsa?

Kalaupun ada jawaban “Anda khan bisa mengakses Internet di Warnet?”… Ha..ha..ha jawaban klise, memang untuk mengakses jasa layanan instant seperti email, browsing berita dan informasi serta chatting dengan relasi dapat dengan murah dilakukan di Warnet, tapi kalau untuk mendownload bahan ajar, e-book, presentasi, dan video berukuran besar apakah mungkin dilakukan di Warnet? Bisa-bisa semalaman tidak pulang kerumah dan kantong uang saku jebol dibuatnya.

Kabarnya sih di tahun ini akan lahir 3 (tiga) perusahaan ISP wireless yang bermain di frekuensi CDMA salah satunya SinarMas. Kami masih berharap bahwa ketiga Internet Service Provider tersebut dapat menjadi rival persaingan tarif bagi ISP yang sudah lebih dulu ada. Semoga mereka mampu memberi solusi atas masalah ini.

Males juga sebenarnya menulis materi ini. Tapi bagaimanapun uneg-uneg yang dirasakan oleh seluruh pengguna Internet di Indonesia ini harus tersalurkan. Jangan biarkan jurang kesenjangan teknologi informasi lebih memperpuruk keadaan bangsa ini, yang saat ini baru diguncang prahara bencana alam. Bangsa ini harus bangkit, kami butuh “perusahaan ISP” yang menyediakan layanan internet murah meriah untuk mencerdaskan bangsa. [The Indiebrainer]