Arsip Kategori: Research

Kelase.Com, Free Private Social Network and Online Classroom for Your Educational Institution


Kelase-Screenshot-1

Internet users must be familiar with social networking services like Facebook which is so famous. Within Facebook, you can connect with friends, familiy and unknown people from all over the world. Kelase (from Javanese, which means “class”) has the primary function similar to Facebook, which is equally as social networking. The difference is, Kelase reserved for educational institutions, meaning that Kelase can only be accessed by members of the educational institutions itself (educators / teachers, parents and students). Services like this are usually called as a private social network (private social network).

With Kelase, your educational institution (schools, colleges, and non-formal education institutions) can have its own Facebook. School members can easily communicate using a computer/laptop, smartphone or tablet because Kelase specifically designed for mobile use. Kelase very safe for the children because it is private, where they will only communicate with members of the school, not with strangers as is commonly done with common and open social networking services.

Baca lebih lanjut

Ternyata PAKEMATIK Diteliti oleh Mahasiswa UPI Lho!


Perjuangan sebuah tulisan tidak hanya terhenti ketika orang membaca dan terinspirasi, tetapi perjuangannya berhasil ketika terjadi perubahan nyata karena tulisan tersebut – Winastwan Gora

Pada saat surfing di Google siang tadi saya menemukan beberapa tulisan dari orang lain terkait dengan PAKEMATIK (Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan Memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi), sebuah buku yang pernah saya tulis beberapa waktu lalu bersama sahabat saya Pak Sunarto. Saya sangat senang karena ada pihak yang telah melakukan penelitian terhadap impact dari PAKEMATIK di dalam kelas nyata. Baca lebih lanjut

Project Based Learning VS Problem Based Learning


PBL, Student Centered Learning

“Apa bedanya Project Based Learning dan Problem Based Learning?” Pertanyaan ini mungkin merupakan pertanyaan klasik bagi para pendidik yang masih penasaran tentang dua strategi pengajaran ini.

Untuk mengobati penasaran, saya mencoba mencari dan mengumpulkan beberapa literatur di Internet untuk menjawab pertanyaan tersebut. Terdapat beberapa pandangan mengenai perbedaan kedua strategi pengajaran ini.

Baca lebih lanjut

40 Keterampilan Teknologi yang Wajib Dikuasai Pendidik (Update)


Laura Turner, seorang praktisi teknologi pendidikan mencatat berbagai keterampilan teknologi yang harus dikuasai oleh pendidik pada era sekarang. Pada tahun 2005 beliau merilis sebuah tulisan 20 keterampilan teknologi dasar yang harus dikuasai pendidik dalam The Journal, kemudian di tahun 2010 beliau menulis kembali 20 keterampilan teknologi bagi pendidik di Guide2DigitalLearning sebagai lanjutan dari tulisan sebelumnya. Sayapun telah menambahkan beberapa keterampilan sebagai update atas daftar yang telah dikumpulkan sebelumnya. Berikut adalah keterampilan-keterampilan tersebut.

(Update Terakhir : 08/01/2012)

Baca lebih lanjut

Meneropong Tren Teknologi Pembelajaran di Tahun 2012


Mumpung masih berada di awal tahun tidak ada salahnya The Indiebrainer mengulas tren teknodukasi (teknologi pembelajaran) di tahun 2012 ini. Ulasan dan prediksi ini merupakan hasil pengumpulan referensi dari beberapa sumber, sehingga bukan murni dari prediksi pribadi saya. Secara garis besar teknologi yang masih dan akan menjadi tren adalah :

1. Mobile Phone

Teknologi lama ini masih menjadi primadona di tahun ini, pemanfaatan piranti mobile phone untuk pembelajaran masih akan menjadi tren. Pemanfaatanya sebagai media akses web (internet) secara mobile untuk mengakses berbagai informasi serta peranannya sebagai pemutar media, memungkinkan para siswa dan guru melakukan kegiatan belajar mengajar kapan saja dan dimana saja. Saat ini sebagian besar siswa di kota besar telah memiliki perangkat ini sehingga barang ini bukan merupakan barang mewah lagi. Hadirnya beberapa smartphone murah dan koneksi Internet yang murah turut pula menambah jumlah populasi pengguna Internet yang mengakses menggunakan piranti komunikasi bergerak ini. Baca lebih lanjut

Pengembangan Profesional Guru Dengan Pembelajaran Jarak Jauh : Pelajaran Dari Sebuah Ujicoba


Kegiatan pengajaran bersama (Co-Teaching) secara online yang merupakan salah satu kegiatan dalam pengembangan profesional guru secara jarak jauh

Tulisan ini penulis buat sebagai lesson learned dari kegiatan ujicoba pendidikan jarak jauh untuk mendukung pengembangan profesionalisme guru yang diselenggarakan oleh sebuah proyek desentralisasi pendidikan dasar yang didanai oleh lembaga donor negara sahabat. Tulisan ini mencoba memberi gambaran secara singkat tentang bagaimana membuat pendidikan jarak jauh yang sukses, untuk dapat meningkatkan keterampilan pedagogis dan teknologi untuk para pendamping berbasis sekolah (school-based coaches) atau pelatih guru dan para guru di sekolah memanfaatkan teknologi pendidikan jarak jauh.

Keberhasilan pendidikan jarak jauh tidak selalu bertumpu pada teknologi Informasi dan Komunikasi yang ada di belakangnya, namun banyak faktor pendukung yang mampu menciptakan kesuksesan agar pendidikan jarak jauh menjadi “tidak terlalu jauh”, maksudnya adalah meskipun jarak yang jauh memisahkan para peserta dengan fasilitatornya, namun mereka merasa tidak berada dalam jarak yang jauh, serta menghasilkan tingkat keberhasilan yang selisihnya tidak terlalu jauh dengan kesuksesan pembelajaran tatap muka.

Baca lebih lanjut

Tantangan Pembelajaran Jarak Jauh di Indonesia


Selama beberapa hari berkeliling ke 7 (tujuh) propinsi di Indonesia untuk memberikan pelatihan e-Learning bagi 14 (empat belas) universitas mitra, saya menemukan banyak hal yang berguna. Lewat diskusi yang kami lakukan dengan para staf pengajar dan pengelola lembaga dari banyak universitas penghasil guru tersebut, kami jadi mengerti kendala dan tantangan apa saja yang mereka hadapi ketika menyelenggarakan pendidikan jarak jauh dalam kelas-kelas mereka.

Pemanfaatan e-Learning sebagai solusi perluasan akses pendidikan bagi mereka-mereka (para guru yang menempuh pendidikan S-1) yang tersebar di pelosok-pelosok Indonesia menjadi sebuah solusi untuk menyelenggarakan pendidikan secara jarak jauh dengan efisiensi nyata dari sisi biaya. Pengeluaran besar yang harus dikeluarkan untuk mengirimkan dosen ke daerah-daerah terpencil dapat diminimalisir, sehingga biaya pendidikan akan menjadi lebih murah. Namun kita juga harus realistis melihat kondisi di Indonesia saat ini, bahwa masih terdapat banyak tantangan yang menghadang di depan.

Baca lebih lanjut