Arsip Bulanan: Mei 2006

Pengalaman Gempa Jogja


Gempa JogjaSubhanallah!!!, itulah yang terbayang di benak saya setelah saya tahu bahwa gempa yang saya alami di Jogja kemarin Sabtu, 27 Mei 2006 ternyata menelan banyak korban jiwa (bahkan hari ini CNN telah mencatat 6000 korban gempa). Waktu itu, sekitar jam 05.55 saya terbangun karena mendengar suara gemuruh, berikutnya adalah goncangan yang sangat keras terjadi hampir selama satu menit.

Karena saya masih dalam suasana bangun tidur… saya hanya terdiam, kemudian berdiri di dalam kamar, dan tidak memiliki bayangan untuk menyelamatkan diri, karena saya berfikir getaran yang terjadi tersebut adalah efek letusan Gunung Merapi, tetapi itulah yang ada dalam benak seisi kos. Kos saya berada di jalan Kaliurang, jadi getaran terasa begitu kuat, namun tidak sampai merobohkan bangunan rumah kos. Setelah gempa pertama selesai, kemudian saya putuskan untuk mandi, untuk kemudian dapat secepatnya keluar dari rumah kos.

Baca lebih lanjut

Iklan

Gotong Royong Menginstalasi Laboratorium Jaringan


Instalasi Lab JaringanPagi ini, tanggal 22 Mei 2006 warga Teknik Informatika UNISSULA, bergotong-royong menginstalasi komputer Laboratorium Jaringan. Di bawah komando Kepala Jurusan kita, Mr. Qomaruddin, para dosen (saya, Irda, dan Pak Topik) bersama mahasiswa angkatan 2003 dan 2004 bahu membahu menyiapkan Laboratorium Jaringan agar bisa dipergunakan secepatnya, untuk kegiatan perkuliahan.

Para mahasiswa dari kemarin memang mengeluh mengapa di Jurusan tidak ada program pelatihan yang sesuai dengan peminatan mereka, terutama pelatihan Networking Multimedia. Tidak adanya pelatihan tersebut dikarenakan keterbatasan tempat dan spesifikasi komputer. Laboratorium yang sudah ada hanya memiliki 10-an komputer dengan spesifikasi minim (P-3), itupun digunakan bersama-sama dengan jurusan yang lain (elektro dan industri). Laboratorium ini dilengkapi komputer dengan spesifikasi prosesor Intel P-4/2,8Ghz, RAM 512 MB DDR, HDD 80 Gb SATA, VGA ATI-Radeon X300 dan WirelessLAN.

Harapan kami dengan adanya laboratorium ini mahasiswa dapat memanfaatkannya untuk belajar lebih dalam tentang jaringan komputer dan untuk sementara laboratorium ini juga dipergunakan untuk belajar multimedia, karena permohonan pengadaan Laboratorium Multimedia yang diajukan beberapa waktu yang lalu belum dapat direalisasikan. Selamat menikmati laboratorium baru anak-anak!.

Axioo Centaur SL756 : Notebook Hebat, Harga Hemat!


Centaur SL SeriesSetelah laptopku hilang seminggu yang lalu, aku tidak mau terpuruk begitu saja… wuihhh. Akhirnya lewat bantuan pendanaan dari kampus, aku dapat memiliki notebook kembali. Kali ini AXIOO Centaur SL756 yang menjadi pasangan hidupku 🙂 Meski bermerek kurang terkenal, notebook seharga $890 ini berkemampuan hebat. Lihat saja spesifikasinya :

“Intel Centrino Mobile Technology, Pentium M Processor 740 (1.73MHz 2MB L2 Chache 533MHz FSB), Intel 915GM Chipset, IntelPro/Wireless 2200 b/g, 512MB DDR Memory, Seagate HDD 60GB 5400rpm, DVD CDRW, 3 in 1 Card Reader, 4 USB port, Firewire IEEE 1394, Web Camera”

Kemampuan segitu bagi aku udah cukup banget, tapi yang paling aku suka adalah webcam yang tertanam di notebook ini, soalnya tesisku khan tentang video streaming. So, daripada beli webcam eksternal buat itu mending pake yang internal karena lebih simpel. Enak juga punya notebook yang ada kameranya… mo video conference gak usah repot tenteng kamera kesana-kemari.

Baca lebih lanjut

Mencoba Motorola C118


Motorola C118Banyak teman mengeluh mengapa saya menggunakan nomor Pro-XL, karena mereka berdalih kalau menelpon saya pasti mahal 🙂 (karena banyak dari teman saya yang menggunakan Telkomsel). Dulu saya memutuskan untuk memakai XL-Jempol karena SMS nya yang murah (sesama XL cuma 99 rupiah), tapi value added service nya ya cuman itu aja, klo buat nelpon sih borosnya minta ampun. Karena desakan teman-teman saya pun mulai menimbang-nimbang untuk beralih provider.

Untungnya ada teman yang menawarkan handphone Motorola C118 bekas dengan harga miring. Dia menawarkan dengan harga 250 ribu rupiah, tanpa pikir panjang aku langsung sanggupi untuk bayar keesokan harinya. Harga barunya sih sekitar 380-an ribu rupiah, berarti harga segitu udah bagus lah… Waktu kuterima HP dalam keadaan mulus..lus.. komplit dos dan buku. Pertama lihat fisiknya ngga nyangka kalau HP ini berharga 250 ribu. Good..good ngga ngecewain.

Baca lebih lanjut

Laptop Hilang : Aktifitas Nge-Blog Terganggu


ThinkPad T22Kehilangan laptop praktis menghentikan saya untuk ngeblog selama satu minggu ini. Jumat minggu lalu, tepatnya tanggal 12 Mei 2006, laptop tercinta’ku hilang digondol maling. Kebetulan saya kurang waspada hari itu, tapi memang teman-teman dosen yang lain pun biasa meninggalkan laptopnya di meja kerja tanpa pengamanan apapun, karena biasanya memang aman. Tetapi hari itu memang apes bagi kami, setelah balik dari sholat jumat di masjid, saya mendapati laptop IBM T-22 saya sudah tidak ada di atas meja. Sebelum ditinggal sholat jumat, di ruangan kami ada empat laptop, punya saya, Pak Komar, Pak Topik dan milik fakultas, tetapi waktu saya lihat ternyata laptop yang ada tinggal dua buah, yaitu milik Pak Komar dan Pak Topik.

Waktu itu sih pikiran saya belum ngeh kalau laptop digondol maling, tapi pikiran saya justru mengira kalau ada orang (mungkin dari bagian rumah tangga) yang menyimpan laptop saya di tempat yang aman, tetapi kok cuma laptop saya dan fakultas yang disimpan?. Cari sana-sini ternyata memang laptop saya raib digondol maling…

Saya memang salah karena tidak mengamankan laptop sebelum jumatan. Kalau mengandalkan bagian rumah tangga dan satpam saja saya kira keamanan laptop kita belum tentu terjamin, jadi diri kita sendiri yang harus mengupayakannya. Sebelum musibah ini, di fakultas teknik juga mengalami hal serupa, yaitu kehilangan sebuah laptop dan LCD proyektor. Berita terbarunya, tepat seminggu setelah laptop saya dan fakultas hilang, pada hari Jumat kemarin tanggal 19 Mei 2006 laptop Magister Manajemen digondol maling plus duit lima juta rupiah yang ada di dalam tas laptop juga ikut hilang.

Sudah banyak kejadian kehilangan di kampus kita tetapi belum ada titik temu siapakah pelakunya. Apakah ada keterkaitan orang dalam? atau murni kerjaan orang luar tanpa ada campur tangan orang dalam? Who knows?… Tapi yang pasti setiap pribadi harus sadar mengamankan barangnya masing-masing tanpa harus mengandalkan satuan pengamanan yang ada. Pencuri yang mengambil laptop pun saya kira orang yang tahu tentang komputer, karena :

  1. Mengapa dia hanya mengambil laptop yang bermerek terkenal (laptop saya bermerek IBM, yang lain bermerek Toshiba)
  2. Mengapa dia mengambil laptop beserta charger dan tasnya sekalian (padahal pada kasus laptop fakultas, letak tas berada di tempat yang berbeda, yaitu tas berada di belakang meja Pak Komar, tapi mengapa pencuri tahu tas milik laptop fakultas)

Saya hanya dapat berdoa semoga mereka yang mengambil segera diberi kesadaran. Semoga kejadian ini dapat menjadi peringatan kepada semua pihak untuk segera merubah kebiasaan meletakkan laptop sembarangan dan tanpa pengamanan.

Mengisi Acara “Be Cozy With Intel Dual Core”


Be Cozy with Intel Dual Core

Pagi ini, tanggal 11 Mei 2006 saya diundang untuk mengisi acara “Be Cozy With Intel Dual Core”. Kebetulan pihak Intel meminta salah satu dosen Informatika untuk menjadi pembicaranya. Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan teknologi terbaru dari Intel yaitu prosesor dengan inti ganda (Dual Core) ke lingkungan kampus. Di kota Semarang acara ini diselenggarakan di 3 (tiga) kampus, yaitu UNNES, UNISSULA dan UNDIP.

Gora in Action
Materi yang saya bawakan memang rada-rada ngga nyambung dengan event ini… he..he.. tapi ngga apa-apa dipaksakan untuk bisa nyambung. Materi yang saya bawakan berjudul “Blogging Anytime dan Anywhere With Intel Dual Core Mobile Technology”. Mengapa saya memilih judul ini? Tentu ada alasannya. Pertama, pembicara lain pasti sudah ngomong tentang teknologi dari sisi hardware-nya sehingga saya lebih memilih membahas di lapisan aplikasi, karena pembicara pertama adalah dari Intel Indonesia (Pak David) dan pembicara kedua adalah dari ReviewLand.Com (Mas BudzKay/Budi Kurniawan) yang menampilkan demo benchmarking Intel Pentium D. Yang kedua adalah keinginan saya untuk mempopulerkan blog di lingkungan kampus, karena selama ini banyak yang belum tahu tentang media ini. Saya berharap dengan adanya blog yang dipadukan dengan penggunaan teknologi mobile dapat meningkatkan produktivitas kalangan kampus dalam menulis. Oh iya.. acara ini dimoderatori oleh Mas Prie GS (Budayawan Kota Semarang) yang khas dengan joke-joke nya.

Back 2 Ubuntu


Setelah berpusing-pusing ria dengan SuSE 10.0 akhirnya aku menyerah. Distro tambatan hatiku kali ini adalah Ubuntu 5.10 Breezy Badger (balik lg nih ceritanya).  Habisnya waktu pra pendadaran sudah semakin dekat, jadi saya harus persiapkan laptop untuk presentasi sedini mungkin. Pake SuSE serba repot, dual head nya ngga jalan, mungkin karena lappyku sudah terlalu kuno kali yaa?. Tadinya mau balik pakai Mandriva 2006, tapi kebetulan CD installer-nya masih dipinjam sama mahasiswa-ku jadi ya.. balik pake Ubuntu aja. Cuman ada yang khas dari Ubuntu ini ketika dipasangkan dengan LCD proyektor. Supaya dapat bekerja, Ubuntu harus di-restart terlebih dahulu. But, it’s OK yang penting bisa jalan, daripada ngga sama sekali, repot khan?. Nah, tadi pagi tepatnya jam 08.30 pra pendadaran Tahap I berlangsung dan berjalan lancar, thanks 2 Ubuntu.