Arsip Bulanan: Juni 2010

Manakah Jumlah Komputer yang Efektif untuk Siswa? Satu Komputer untuk Satu Siswa atau Satu Komputer untuk Beberapa Siswa?


Terdapat banyak pandangan mengenai berapa banyak komputer yang harus disediakan di dalam kelas untuk pembelajaran yang efektif. Beberapa pihak menyatakan bahwa pemanfaatan satu buah komputer untuk satu orang siswa lebih efektif, namun ada pula yang menyatakan penggunaan satu buah komputer untuk beberapa siswa jauh lebih efektif. Namun demikian pendapat tersebut perlu kita telisik lebih jauh.

Dari segi biaya penyediaan satu komputer untuk satu siswa membutuhkan biaya yang lebih besar dimana akan lebih banyak komputer yang harus dibeli oleh sekolah. Penggunaan satu komputer untuk satu siswa sangat efektif untuk mengajarkan keterampilan software kepada siswa, dimana siswa punya kesempatan mencoba lebih besar karena tidak harus berbagi dengan siswa lainnya. Apabila sekolah memiliki anggaran yang terbatas untuk pengadaan komputer, mereka dapat menyediakan beberapa komputer saja, misalnya saja dengan rasio 1 : 4, dimana satu buah komputer akan digunakan oleh 4 (empat) orang anak dalam satu kelas. Dengan seperti ini tentu saja akan lebih efisien dari segi biaya. Sebenarnya dengan penggunaan satu buah komputer untuk beberapa orang siswa akan melatih para siswa tersebut untuk bekerja dalam kelompok, berempati dan berkesempatan untuk belajar dari rekan sejawatnya (peer teaching).

Baca lebih lanjut

Iklan

Alasan Mengapa Pengajar Menjauhi E-Learning


Tulisan ini sebenarnya merupakan curhat saya sebagai praktisi e-Learning sekaligus sebagai fasiliator dalam beberapa kelas online. Menjadi fasilitator online memang tidak segampang yang dibayangkan. Orang mungkin berfikir bahwa teknologi akan meringankan pekerjaan kita. Tetapi kenyataan berkata lain, pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung penyelenggaraan kelas jauh justru tidak akan meringankan pekerjaan Anda sebagai fasilitator. Lho kok bisa? Pasti Anda akan bertanya seperti itu :).

Sebagai fakta, ketika saya melakukan fasilitasi jarak jauh dengan para peserta, misalnya dalam pengerjaan tugas proyek misalnya, atau berdiskusi tentang sebuah topik diskusi di dalam forum diskusi, maka kita harus mengeluarkan effort lebih untuk menanggapi setiap pertanyaan yang ada. Dan jawabannya pun harus disesuaikan dengan konteks permasalahan pribadi peserta masing-masing, jadi lebih bersifat personal dan kita tidak bisa melakukan generalisasi, karena hasilnya tentu saja akan berbeda untuk setiap individunya. Biasanya, para peserta kursus yang memiliki motivasi tinggi akan berusaha menggali informasi lebih banyak dari fasilitator.

Baca lebih lanjut

Tantangan Pembelajaran Jarak Jauh di Indonesia


Selama beberapa hari berkeliling ke 7 (tujuh) propinsi di Indonesia untuk memberikan pelatihan e-Learning bagi 14 (empat belas) universitas mitra, saya menemukan banyak hal yang berguna. Lewat diskusi yang kami lakukan dengan para staf pengajar dan pengelola lembaga dari banyak universitas penghasil guru tersebut, kami jadi mengerti kendala dan tantangan apa saja yang mereka hadapi ketika menyelenggarakan pendidikan jarak jauh dalam kelas-kelas mereka.

Pemanfaatan e-Learning sebagai solusi perluasan akses pendidikan bagi mereka-mereka (para guru yang menempuh pendidikan S-1) yang tersebar di pelosok-pelosok Indonesia menjadi sebuah solusi untuk menyelenggarakan pendidikan secara jarak jauh dengan efisiensi nyata dari sisi biaya. Pengeluaran besar yang harus dikeluarkan untuk mengirimkan dosen ke daerah-daerah terpencil dapat diminimalisir, sehingga biaya pendidikan akan menjadi lebih murah. Namun kita juga harus realistis melihat kondisi di Indonesia saat ini, bahwa masih terdapat banyak tantangan yang menghadang di depan.

Baca lebih lanjut