Arsip Kategori: Just For Fun

Uforgettable Adventure to North Sumatera


Ayo Keliling Sumatera Utara!

Alhamdulillah dalam melakoni pekerjaan sebagai aktivis pendidikan, saya memiliki kesempatan untuk jalan-jalan sampai ke pelosok negeri tercinta ini. Pengalaman petualangan yang ingin saya ceritakan kali ini adalah petualangan berkeliling Sumatera Utara.

Kota Medan

Disinilah pesawat Garuda yang selalu saya tumpangi mendarat. Tidak ada yang istimewa di kota besar ini selain mampir ke Bolu Gulung Meranti, Warung Durian Ucok dan Mie Titi Bobrok. Karena memang kota ini bukan tujuan utama saya berkunjung ke provinsi Sumatera Utara, melainkan hanya sebagai lokasi singgah saja sebelum melanjutkan perjalanan ke tempat lain.

Brastagi

Nggak afdol kalau ke Sumut tidak menyempatkan diri ke lokasi ini. Untuk menuju kesini, Anda akan melewati jalan yang berkelok-kelok. Brastagi mirip lokasi wisata “Puncak” di Jawa Barat. Wisata pegunungan ini menyuguhkan sejuknya udara dan hangatnya air sulfur pegunungan. Biasanya, ketika saya kesini, saya selalu menyempatkan diri untuk ke Bukit Gundaling. Dari lokasi inilah kita dapat melihat indahnya kota Brastagi. Sempatkan pula untuk belanja buah-buahan disini, karena disinilah surganya sayur dan buah di Sumatera Utara.

 Siantar

Dari Medan, perjalanan saya berlanjut ke Tebing Tinggi lalu ke Siantar. Kota Siantar adalah kota kecil yang berada di jalur lintas Sumatera. Di kota yang terkenal dengan becak motor BSA nya ini biasanya saya selalu mampir ke sebuah kedai kopi “Kok Tong“. Kopi yang disajikan disana hampir mirip dengan kopi di kedai-kedai pada umumnya, namun aroma khas dan kerasnya kopi yang disajikan membuat saya ketagihan untuk selalu mampir kesana. Menu minuman yang selalu saya beli adalah Kopi Susu dan Kopi-O (Original). Jika Anda lewat kota ini, sempatkan pula untuk menikmati nikmatnya Roti Ganda, yaitu roti berisikan selai sarikaya khas kota ini dan minuman soda “Cap Badak” yang tidak akan anda temui di kota lain. 🙂

Baca lebih lanjut

Iklan

Mobile Blogging dengan WordPress for Blackberry


Screenshot WordPress for Blackberry

Screenshot WordPress for Blackberry

Mau ngeblog dimana aja pakai BB? Asyik juga kali ya? Jadi setiap ada peristiwa, ide dan berita baru yang tiba-tibab hadir dihadapan kita dapat segera kita informasikan ke khalayak lewat blog. Konsep mobile blogging seperti ini akan lebih mudah dilakukan menggunakan piranti mobile handheld seperti smartphone dan PDA yang telah diinstall aplikasi blogging.

Salah satu aplikasi blogging yang saat ini saya gunakan adalah WordPress for Blackberry, aplikasi gratis untuk Blackberry ini sudah sangat cukup untuk melakukan mobile blogging. Syarat lain bagi handheld yang digunakan untuk ngeblog mobile adalah adanya kamera digital yang berkualitas bagus. Hebatnya, dalam aplikasi ini kita dapat menentukan dimensi gambar yang ditampilkan dalam blog, karena aplikasi ini akan melakukan penyesuaian ukuran gambar yang diupload.

Jadi, tidak ada alasan lagi untuk tidak ngeblog. Ayo unduh aplikasinya!

Bagaimana Membawa Twitter ke Dalam Kelas?


Twitter untuk kelas Anda

Salah satu alasan membawa teknologi informasi dan komunikasi dalam ruang kelas adalah guru dan siswa dapat memperoleh informasi secara cepat dan belajar dengan menyenangkan. Salah satu tool yang sedang nge-trend saat ini adalah Twitter. Aplikasi micro-blogging gratis ini memungkinkan penggunanya untuk mengirimkan informasi sepanjang 140 karakter dengan mudah dan cepat. Saya sangat menyukai aplikasi ini, karena selain update status via web, sayapun bisa melakukannya di handphone.

Sebagai seorang fasilitator/pendidik kreatif tentu saja kita harus mampu untuk menggunakan berbagai macam media dan mengkombinasikannya untuk mendukung tujuan pembelajaran kita. Dengan penggunaan teknologi khususnya Twitter, peserta/siswa akan merasa senang untuk belajar karena mendapatkan hal baru dan pengalaman baru. Nah, bagaimanakah cara pemanfaatan Twitter ini di dalam kelas?.

Baca lebih lanjut

Edupunk?, Yeah It’s Me!!!


Jim Groom as Poster Boy for Edupunk

Jim Groom as Poster Boy for Edupunk

Ketika melihat pertama kali kata “Edupunk” pikiran saya langsung tertuju pada sebuah aliran musik rock yang pernah saya gandrungi pada masa-masa SMA dulu. Ya! Punk! sebuah aliran musik yang etos dan semangatnya dapat kita bawa dan contoh dalam kegiatan belajar mengajar. Ketika pertama kali mendapati kata ini di Wikipedia, saya begitu penasaran, hingga menghabiskan banyak waktu saya untuk menyusuri jejak Edupunk ini di dunia maya. Kata “Edupunk” pertama kali digunakan oleh Jim Groom pada 25 Mei 2008 dalam blog-nya.

Jim Groom mengartikan Edupunk ini sebagai pendekatan dalam praktek belajar mengajar yang dihasilkan dari sikap DIY (Do It Yourself). Stephen Downes mengidentifikasi 3 (tiga) aspek dari pendekatan Edupunk ini, yaitu :

Reaksi melawan komersialisasi pendidikan dan kapitalisme teknologi pendidikan
Sikap kemandirian dan kreativitas guru/siswa dalam Do It Yourself (DIY)
Berfikir dan belajar untuk diri sendiri

Jim Groom mengartikan hal ini sebagai upaya perlawanan terhadap komersialisasi LMS (Learning Management System) yang berharga sangat mahal di lingkungan tempatnya mengajar, yang menggunakan Blackboard sebagai LMS-nya dengan cara menggali kreativitas dengan memanfaatkan tool-tool web 2.0 gratis serta teknologi Open Source yang tersebar di jagad maya seperti Wikipedia, Blog, dan lainnya.

Semangat berkreatif dan mandiri seperti halnya sikap Do It Yourself inilah yang harusnya tertanam dalam benak para pengajar modern kita. Lewat berbagai keterbatasan yang ada mereka haruslah menjadi kreatif untuk mendapatkan solusi untuk tetap mengintegrasikan teknologi informasi dalam ruang kelas lewat cara yang murah dan mudah untuk dilakukan oleh siapapun.

Kata ini bukan berarti mengada-adakan istilah baru dari sesuatu yang telah ada. Bagaimanapun juga pola dan sikap kemandirian dan kreativitas ini telah ada sebelumnya (mengingat banyak pula yang tidak menyukai istilah ini). Namun ketika melihat kata ini, asyik juga untuk mengulasnya dalam blog ini. Thanks to Jim Groom as “The Edupunk Poster Boy!”.

Membuat Interactive Whiteboard Sendiri (Bagian 3), Tahapan Ujicoba


Ujicoba Wiimote WhiteboardSetelah berhasil membuat pena inframerah, maka eksplorasi membuat interactive whiteboard dilanjutkan dengan mengkoneksikan Wii Remote (Wiimote) dengan komputer dan mencoba fungsionalitas pena infrared (IR pen). Untuk mengkoneksikan Wiimote dengan komputer (laptop), saya tidak membutuhkan driver khusus. Yang saya lakukan adalah menyalakan fitur bluetooth, menambah device, lalu klik secara bersamaan tombol 1 dan 2 di Wiimote untuk sikronisasi, lalu cari perangkat bluetooth di komputer berikutnya akan ditemukan perangkat baru bernama Nintendo Remote.

Baca lebih lanjut

Membuat Interactive Whiteboard Sendiri (Bagian 2), Membuat Infra Red (IR) Pen


Make IR penSetelah berburu dan mendapatkan Wii Remote atau Wiimote, maka langkah selanjutnya adalah membuat Infrared (IR) pen. Pena infra merah ini nantinya digunakan layaknya stylus pen pada touch screen. Kita harus membuat sendiri perangkat ini karena tidak tersedia di pasaran. Untuk membuat IR pen ini dibutuhkan peralatan berupa : casing pena/spidol (saya menggunakan casing termometer) bekas, IR LED (infrared LED), saklar, resistor, casing batere, batere, kabel, solder, dan timah. Keseluruhan biaya yang dibutuhkan untuk membuat IR pen ini tidak terlalu mahal, sekitar Rp. 20.000 saja, murah bukan? Yang diperlukan hanyalah keahlian menyolder (jangan sampai tangan anda terbakar 🙂 gara-gara eksperimen ini)

Baca lebih lanjut

Membuat Interactive Whiteboard Sendiri (Bagian 1), Mencari dan Mengeksplorasi Wii Remote (Wiimote)


WiimoteUntuk memulai bereksperimen membuat Interactive Whiteboard, saya membutuhkan berbagai peralatan seperti Wii Remote atau Wiimote, IR (Infra Red) Pen, aplikasi kalibrasi layar (Wiimote Whiteboard v2.0 buatan Johnny Lee) dan Tripod Kamera sebagai tempat meletakkan Wiimote. Perangkat yang pertama kali saya cari adalah Wii Remote (Wiimote), yaitu sejenis remote control, aksesoris dari mesin game Nintendo Wii. Untuk mendapatkan ini saya memanfaatkan search engine Google di Internet. Beruntung ada sebuah webstore yang menjual peralatan game yang menjual perangkat ini, nilai lebihnya adalah posisi toko offline-nya ada di Semarang, Jawa Tengah.

Baca lebih lanjut