Widyaiswara P4TK Matematika Belajar Merancang Pembelajaran Berbasis Proyek Bersama Intel Education


Pembukaan Pelatihan Project Based Learning di P4TK Matematika

Pembukaan Pelatihan Project Based Learning di P4TK Matematika

P4TK Matematika bekerjasama dengan Intel Education Indonesia menyelenggarakan lokakarya “Perancangan Pembelajaran Berbasis Proyek” atau “Intel Teach: Essentials Course” bagi 20-an Widyaiswara. Lokakarya yang diselenggarakan untuk menyambut rencana Kemdikbud, yang akan segera mengimplementasikan Kurikulum 2013 tidak lama lagi ini diselenggarakan di ruang ICT kantor P4TK Matematika di Yogyakarta dari tanggal 26-28 Maret 2013.

Dalam lokakarya tiga hari yang difasilitasi oleh Winastwan Gora, para peserta belajar melakukan perancangan pembelajaran berbasis proyek dengan model pelatihan menggunakan pendekatan berbasis proyek juga, dimana para peserta akan berperan menjadi perancang kurikulum, dan secara berkelompok akan berkompetisi membuat ide proyek dengan framework GRASPS (Goal, Role, Audience, Situation, Products dan Standard), mengembangkan pertanyaan pemandu (driving questions), membuat publikasi proyek dalam presentasi multimedia, mengembangkan rancangan unit (unit plan), memproduksi contoh karya siswa beserta salah satu contoh instrumen penilaian berupa rubrik.

Peserta Pelatihan Mengembangkan Produk Rancangan Pembelajaran

Peserta Pelatihan Mengembangkan Produk Rancangan Pembelajaran

Di hari pertama para peserta diperkenalkan tentang apa itu pembelajaran berbasis proyek dalam presentasi singkat. Berikutnya para peserta disajikan beberapa contoh produk yang akan dihasilkan di akhir lokakarya. Setelah itu, para peserta melakukan identifikasi proyek yang akan dijalankan bersama para siswa menggunakan framework GRASPS (Goal, Role, Audience, Situation, Products dan Standard) yang diadopsi dari pendekatan yang dibuat oleh Jay Mc Tighe dan Wiggins dalam bukunya Understanding by Design. Setelah peserta selesai membuat tabel GRASPS, mereka lalu mengembangkan pertanyaan pemandu (driving questions) yang meliputi Essentials Question, Unit Questions dan Content Questions.

Setelah selesai mengembangkan tabel GRASPS dan pertanyaan pemandu, peserta menuangkan hasilnya dalam sebuah presentasi multimedia. Presentasi multimedia ini menjadi bentuk publikasi proyek, yang dapat digunakan guru dalam mengkomunikasikan proyek yang akan berjalan di kelas kepada orang tua siswa, audiens lain serta kepala sekolah guna mendapatkan dukungan. Mereka begitu antusias dalam menyusun laporan/presentasi ini, hingga selesai pada jam 15.00. Di akhir sesi, semua kelompok menyajikan presentasi di depan kelas dan dinilai oleh kelompok lainnya menggunakan rubrik presentasi multimedia yang telah dikomunikasikan di awal pelatihan oleh fasilitator.

Peserta Pelatihan yang Begitu Antusias dalam Membuat Portfolio

Peserta Pelatihan yang Begitu Antusias dalam Membuat Portfolio

Di hari kedua, para peserta melakukan pengembangan rancangan unit (Unit Plan) menggunakan rancangan proyek yang telah dikembangkan di hari pertama. Mereka berbagi tugas dengan anggota kelompok lainnya dalam menyelesaikan e-portfolio lain (selain unit plan) berupa contoh hasil karya siswa (student sample) dan instrumen penilaian untuk menilai hasil karya siswa yang dibuat. Hasilnya begitu memuaskan dimana semua kelompok berhasil menyelesaikan semua tugas. Namun karena keterbatasan waktu, hanya tiga kelompok yang mendapatkan kesempatan untuk melakukan presentasi. Di akhir presentasi, para peserta memilih satu kelompok terbaik, yang akan mendapat kesempatan untuk melakukan presentasi pada saat acara penutupan di keesokan harinya.

Presentasi Kelompok tentang Rancangan Proyek yang Mereka Buat

Presentasi Kelompok tentang Rancangan Proyek yang Mereka Buat

Acara penutupan diselenggarakan pada hari ketiga, yang sebelumnya diisi dengan presentasi dari kelompok penyaji terbaik yang memaparkan hasil karya mereka. Setelah showcase dari kelompok penyaji, fasilitator (Winastwan Gora) berkesempatan untuk memberikan presentasi singkat yang memaparkan tentang bagaimana project based learning diimplementasikan di sebuah Sekolah Dasar Negeri di Gunung Kidul Yogyakarta, hasil pendampingan berbasis sekolah oleh para Widyaiswara LPMP Yogyakarta. Paparan oleh fasilitator ini sekaligus memberikan gambaran bagaimana perubahan dan peningkatan pembelajaran dapat dilakukan dengan mengintegrasikan pendekatan pembelajaran berbasis proyek dalam pembelajaran.

Setelah paparan oleh fasilitator, acara lokakarya ditutup oleh Prof. Widodo, Kepala P4TK Matematika. Beliau sangat mendukung kegiatan serupa dapat dilakukan, dan diimbaskan kepada para guru di lapangan. Beliau juga menyatakan bahwa akan ada tindak lanjut diseminasi model-model pembelajaran inovatif, dengan rencana P4TK Matematika yang akan menerbitkan beberapa judul buku bertemakan pembelajaran berbasis proyek.

Tagged: , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: