Arsip Kategori: Video Production

40 Keterampilan Teknologi yang Wajib Dikuasai Pendidik (Update)


Laura Turner, seorang praktisi teknologi pendidikan mencatat berbagai keterampilan teknologi yang harus dikuasai oleh pendidik pada era sekarang. Pada tahun 2005 beliau merilis sebuah tulisan 20 keterampilan teknologi dasar yang harus dikuasai pendidik dalam The Journal, kemudian di tahun 2010 beliau menulis kembali 20 keterampilan teknologi bagi pendidik di Guide2DigitalLearning sebagai lanjutan dari tulisan sebelumnya. Sayapun telah menambahkan beberapa keterampilan sebagai update atas daftar yang telah dikumpulkan sebelumnya. Berikut adalah keterampilan-keterampilan tersebut.

(Update Terakhir : 08/01/2012)

Baca lebih lanjut

Camcorder Mata Produksi, Tutorial Gratis Teknik Pengambilan Gambar (Shooting) untuk Produksi Video


Setelah The Indiebrainer mempublikasikan sebuah buku elektronik (e-book) gratis berjudul “Panduan Guru Membuat Video Pembelajaran, Camera Mata Produksi” sekarang giliran buku tersebut dikembangkan menjadi tutorial multimedia berformat video. Video yang dibuat oleh program DBE2-USAID bekerjasama dengan Universitas Terbuka (UT) ini dipublikasikan memanfaatkan layanan video hosting gratis YouTube. Video ini dibuat oleh Winastwan Gora sebagai penulis skenario, Dr. Arief Sukadi Sadiman, M.Sc sebagai penelaah media, serta Donny Harsyabudi sebagai Sutradara.

Baca lebih lanjut

Do It Yourself Project : Menyelenggarakan Multipoint Video Conferencing Menggunakan Skype


5369_1206539645132_1277908019_609959_5949098_n

Gubernur Sulawesi Selatan Berdialog dengan PSBG DBE2 USAID

Menyelenggarakan video conference dengan banyak orang di tempat terpisah terkadang di benak kita masih terbesit pikiran untuk melakukannya butuh biaya yang mahal. Ada berbagai macam peralatan yang biasa digunakan untuk melakukan hal tersebut salah satunya Polycom, namun perangkat tersebut harganya tentu saja harganya sangat mahal, sekitar 80 jutaan. Hal ini tentu saja sangat mustahil untuk bisa dilakukan oleh institusi atau pribadi dengan kocek minim 🙂 .

Ada alternatif lain untuk menyelenggarakan video conference dengan 4 (empat) tempat berbeda atau yang sering disebut dengan multipoint video conference, yaitu memanfaatkan aplikasi gratis Skype. Skype adalah salah satu perangkat VoIP (Voice Over Internet Protocol) yang dapat digunakan untuk melakukan komunikasi suara, teks dan gambar video secara gratis dan sangat populer di dunia maya. Aplikasi Skype ini secara default hanya dapat digunakan untuk berkomunikasi video secara point-to-point saja, alias antara satu peserta dengan satu peserta. Namun dengan sedikit kreatifitas, aplikasi ini akan kita gunakan untuk melakukan komunikasi multipoint, atau dengan banyak tempat dan client.

5369_1206505364275_1277908019_609906_7287322_n

Suasana Video Conference

Kami telah mengujicobakan hal ini ketika pelaksanaan kegiatan video conference yang dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Selatan (Syahrul Yasin Limpo) dengan 3 (tiga) Pusat Sumber Belajar Gugus (PSBG) binaan DBE2 USAID beberapa waktu yang lalu dalam acara Dies Natalis Universitas Negeri Makassar, Sulawesi Selatan. Hasilnya memang tidak begitu sempurna, artinya sedikit berbeda kualitas dengan dibandingkan dengan perangkat video conference yang mahal seperti Polycom. Namun hal ini cukup memberikan pengalaman tersendiri khususnya untuk beberapa PSBG yang mengikuti acara ini, yaitu PSBG Pelita Ilmu di Pangkep, PSBG Karya Mandiri Guru di Makassar dan PSBG Harapan Baru di Jeneponto dimana mereka untuk pertama kalinya dapat melakukan dialog secara langsung dengan Rektor UNM dan Gubernur Sulawesi Selatan.

Baca lebih lanjut

E-Book Gratis : Panduan Guru Membuat Video Pembelajaran, Camera Mata Produksi


cover-camcorder

Cover E-Book

Beberapa tahun belakangan ini Camcorder atau kamera video yang dilengkapi recorder (perekam) semakin memasyarakat. Saat ini sudah bukan sesuatu yang luar biasa menyaksikan seseorang menenteng-nenteng camcorder untuk mengabadikan suatu peristiwa. Yang tak kalah menariknya adalah harga dari perangkat tersebut saat ini cukup terjangkau. Anda tak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk bisa memiliki sebuah camcorder analog ataupun digital dengan fitur yang cukup lengkap. Barangkali hal inilah yang membuat camcorder begitu memasyarakat.

Tidak sekedar untuk fungsi dokumentasi untuk keperluan khusus, misalnya untuk pembuatan video pembelajaran dapat juga dilakukan hanya dengan camcorder. Guru-pun dapat mengembangkan video pembelajaran sebagai bahan ajar, agar dapat digunakan oleh para siswa belajar mandiri di rumah. Atau membuat sebuah konten video sebagai bahan diskusi yang dapat diputar ketika aktivitas pembelajaran berlangsung di kelas.

Namun sangat disayangkan memasyarakatnya camcorder tidak dibarengi dengan penyebaran pengetahuan yang memadai mengenai cara-cara pendayagunaannya. Akibatnya banyak sekali rekaman video yang terlihat hanya sebagai kumpulan rekaman yang asal-asalan dan kurang menarik untuk ditonton.

Baca lebih lanjut

Mengikuti Workshop Pengembangan Video Pembelajaran di Universitas Terbuka


Hari Minggu ini semestinya saya masih menikmati long weekend bersama istri dan keluarga, namun karena ada tugas maka hari ini saya sudah harus berada di Tangerang, tepatnya di Universitas Terbuka (UT). Berangkat dari Bandara Ahmad Yani, Semarang pukul 07.35 dengan pesawat Garuda, dan saat ini telah tiba dengan selamat 🙂 di Wisma 3 Guesthouse Universitas Terbuka di Pondok Cabe, Tangerang. Sampai di UT ternyata peserta yang datang masih sedikit.

Dari Semarang, kami berangkat berempat yaitu saya, Pak Ahmad Sarjita (DLC DBE2 Jateng), Pak Rachmadi (Dosen UNS) dan Bu Wahyu (Dosen UNNES). Keberangkatan kami ke UT adalah dalam rangka mengikuti Workshop Pengembangan Video Pembelajaran dan pembentukan Video Development Team yang diselenggarakan oleh DBE2 USAID Indonesia. Hadir pula seluruh perwakilan dari berbagai provinsi binaan DBE2 di Indonesia.

Acara workshop yang berlangsung selama 4 (empat) hari dari tanggal 24-27 Maret 2008 ini membahas tentang berbagai aspek dalam proses pengembangan video pembelajaran, namun outcome yang diharapkan akhirnya adalah propinsi dapat mengembangkan skenario dan melakukan produksi video pembelajaran secara mandiri. Mengikuti workshop ini berarti belajar dan menimba ilmu… Apakah masih belum puas dengan kemampuan diri? Telah beberapa kali saya mengikuti pelatihan sinematografi dan videografi, dari yang diadakan komunitas film dan NGO, sudah pernah juga memproduksi beberapa film pendek dan dokumenter, pernah juga bekerja di TV swasta lokal, masih belum puas juga belajarnya? Intinya bahwa saya tidak akan pernah untuk berhenti belajar dan tidak akan menutup diri akan perkembangan ilmu. Semoga akan banyak yang bisa saya peroleh dari workshop ini. Tunggu kabar berikutnya!

E-Book yang Akan Terbit dari Blog ini


Di sela-sela kesibukan berkeliling memberikan pelatihan ICT saya masih menyempatkan diri untuk menulis dan mengedit buku yang rencananya akan diterbitkan sebagai e-book (buku elektronik) lewat blog ini. Ada 2 (dua) buku yang rencananya akan terbit, yaitu :

  1. Panduan Produksi Video Pembelajaran Interaktif. Buku yang saya tulis ini akan memaparkan tentang bagaimana caranya untuk menulis skenario sederhana, melakukan pengambilan gambar (shooting) dan proses editing video
  2. Buku kedua adalah Panduan Workshop Pembelajaran Aktif Menggunakan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi), buku pedoman untuk fasilitator pelatihan ini ditujukan bagi sekolah, guru maupun khalayak umum yang ingin menerapkan TIK dalam kelas untuk meningkatkan kualitas belajar mengajar. Buku ini bukan hasil tulisan saya pribadi melainkan hasil penulisan bersama Tim ICT DBE2 USAID Indonesia yang dipandu oleh ibu Marry Burn (Education Technology Specialist dari Education Development Center, USA), kebetulan pihak DBE2 USAID Indonesia berniat untuk membagikan buku ini secara gratis lewat Internet sesuai dengan arahan bapak Tom Chesney (Public Private Alliance, DBE2 Jakarta).

Semoga dalam waktu dekat kedua buku tersebut dapat segera terbit. Semoga dapat menjadi sumbangsih berharga bagi dunia pendidikan. Tunggu tanggal mainnya! 🙂

Review 3 Web Camera Kelas Low End


The Indiebrainer kali ini berkesempatan menguji 3 (tiga) buah web camera (webcam) kelas low end, webcam tersebut adalah Logitech QuickCam Messenger, AV301P PC Camera, dan Bestek Web Camera. Ketiga webcam tersebut di pasaran dijual dalam kisaran $10 – 20. The Indiebrainer mendapatkan webcam dengan interface USB (Universal Serial Bus) ini dari dua toko komputer yang ada di kota Semarang, yaitu Orbit Computer dan ABComp. Ketiga-tiganya datang dengan kondisi lengkap, dalam masing-masing dos/kemasan berisi webcam, dudukan kamera/tripod, CD driver dan user manual. Untuk menguji webcam tersebut, redaksi mencobanya satu persatu. Penilaian dan pengujian didasarkan pada sisi harga, kompatibilitas hardware, kemudahan instalasi, dan kualitas gambar. Untuk melakukan pengujian, redaksi menggunakan PC Pentium 4, RAM 512, VGA 128 MB, HDD 120 Gb dengan sistem operasi original Windows XP Service Pack 2.

Logitech QuickCam Messenger

Logitech QuickCam

Webcam ini adalah webcam yang memiliki harga paling tinggi diantara kedua webcam yang lain, didapatkan redaksi dari Orbit Computer seharga $20. Ketika pertama kali mencolokkan webcamera ke port USB di PC, maka Windows XP akan meminta untuk menginstal driver terlebih dahulu sebelum dapat digunakan. Setelah driver terinstall, pengguna diharuskan menginstal aplikasi Logitech QuickCam. Aplikasi ini digunakan untuk pengambilan gambar dan video menggunakan kamera ini. Untuk melakukan pengambilan gambar, silahkan klik fitur QuickCapture. Aplikasi pengambilan gambar ini mengijinkan pengguna untuk melakukan pengambilan gambar dan video dengan resolusi 320 x 240 pixel. Setelah melakukan pengambilan gambar, maka gambar diorganisir dalam fitur QuickView, yang ada dalam aplikasi ini pula.

Dalam fitur pengorganisir gambar ini pengguna dapat melakukan editing gambar, meskipun dengan kemampuan sederhana yaitu operasi pembesaran gambar, rotasi, cropping dan lain sebagainya. Namun yang sedikit mengecewakan adalah, ketika redaksi mencoba melakukan pengambilan gambar menggunakan windows explorer (dengan cara mengklik dua kali pada icon webcamera > Take a New Picture) maka komputer akan langsung menampilkan layar biru dan untuk menghentikannya redaksi harus melakukan restart terlebih dahulu. Kelemahan ini mungkin terjadi dikarenakan terjadinya hardware conflict.

Dari sisi kualitas gambar webcam dengan resolusi 320 x 240 pixel ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya adalah webcam ini mampu menambah brightness secara otomatis untuk membuat gambar lebih terang ketika kondisi pencahayaan kurang. Kelemahannya adalah ketika kondisi pencahayaan kurang, biasanya terdapat titik-titik putih yang tampil dalam gambar dan gambar pun terlihat pecah-pecah. Dibawah ini adalah hasil pengambilan gambar menggunakan Logitech QuickCam Messenger.

Kualitas Gambar Logitech

Kualitas Gambar yang Dihasilkan oleh Logitech QuickCam

 

AV301P PC Camera

AV301PWebcam seharga $12 ini kami dapatkan dari toko komputer ABComp. Webcam memiliki fisik dan bentuk yang unik dibanding para pesaingnya. Selain warna bodi yang mirip dengan “bugs” atau kutu, yaitu berwarna merah menyala dengan motif bulat-bulat yang tersebar, webcam ini dilengkapi dengan tripod aluminium dan LED (Light Emiting Dioda) berwarna putih-biru untuk membantu pencahayaan. Dalam CD Driver yang disertakan dalam kardusnya terdapat 4 (empat) buah folder driver, sehingga pengguna akan mengalami sedikit kesulitan menemukan driver yang cocok untuk webcam ini. Redaksipun mengalami hal yang sama, kami mencoba ke-empatnya untuk mendapatkan driver yang sesuai. Ternyata driver yang cocok adalah yang ada di dalam folder AV301P.

Penulis pun menamakan webcam ini berdasarkan nama driver dan aplikasi yang digunakan, karena di kemasan tidak terdapat merk tertentu hanya bertuliskan PC Camera saja. Buku panduan yang disertakan pun tidak begitu membantu menyelesaikan permasalahan ini.

Untuk melakukan pengambilan gambar, webcam ini menyertakan aplikasi Amcap, sebuah aplikasi yang lazim digunakan untuk banyak jenis web camera. Redaksi juga mencoba menggunakan Windows Explorer untuk melakukan pengambilan gambar, penggunaannya pun tidak mengalami kendala, berbeda dengan pengujian sebelumnya. Webcam ini tidak menyertakan aplikasi pengorganisir gambar seperti pesaing sebelumnya, namun hal tersebut tidak mengurangi fungsionalitas web camera ini.

Dari sisi kualitas gambar, webcam dengan fokus manual dan beresolusi 320 x 240 pixel ini memiliki kualitas yang tak kalah dari pesaing pendahulunya (Logitech QuickCam) apalagi ketika melakukan pengambilan gambar dalam kondisi pencahayaan kurang, karena webcam ini memiliki lampu untuk membantu proses pencahayaan. Hasil yang diperlihatkan menunjukkan bahwa gambar hanya mengalami coral namun tidak nampak adanya bintik putih dalam gambar yang dihasilkan.

Kualitas Gambar AV301P

Kualitas Gambar yang Dihasilkan AV301P

Bestek Web Camera

Bestek WebcamWebcam seharga $12 ini kami dapatkan dari toko komputer ABComp. Webcam memiliki fisik dan bentuk yang hampir mirip dengan Logitech QuickCam. Ketika pertama kali ditancapkan ke port USB yang ada di PC, redaksi tidak mengalami kendala berarti dalam proses instalasi. Instalasi secara manual pun sangat mudah dilakukan, karena dalam CD Driver yang disertakan hanya terdapat satu buah aplikasi dan driver saja, sehingga pengguna tidak dibuat bingung seperti halnya pada pesaing sebelumnya.

Untuk melakukan pengambilan gambar, pengguna dapat menggunakan Windows Explorer maupun aplikasi Amcap yang disertakan dalam CD. Webcam ini juga tidak menyertakan aplikasi pengorganisir gambar, namun hal tersebut tidak menjadikan fungsionalitas kamera terganggu, karena pengguna dapat menggunakan aplikasi pengorganisir gambar yang lain.

Kualitas gambar yang dihasilkan webcam beresolusi 320 x 240 pixel ini lebih rendah dibanding kedua pesaingnya ketika berada dalam kondisi pencahayaan kurang. Gambar yang dihasilkan pun mengalami coral, sama seperti gambar yang dihasilkan oleh AV301P PC Camera, namun gambar tidak tampak berbintik putih seperti halnya gambar yang dihasilkan oleh Logitech QuickCam. Hal tersebut layak dimaklumi mengingat webcam ini tidak disertai lampu untuk membantu pencahayaan yang kurang.

Kualitas Gambar Bestek WebCam

Kualitas Gambar yang Dihasilkan Bestek Web Camera

Kesimpulan

Redaksi memberikan peringkat pertama kepada AV301P PC Camera karena memiliki harga yang murah, dan kualitas gambar yang dihasilkan. Meskipun webcam ini lebih murah dari Logitech QuickCam namun kualitas gambar yang dihasilkan tidak kalah dengan Logitech QuickCam yang memiliki harga lebih mahal. Bagus tidak berarti harus mahal bukan? [The Indiebrainer].