Bagaimana Membuat Alat Evaluasi Kompetensi Pemecahan Masalah? [Menjawab Pertanyaan dari Fitria Hima Mahligai]


Metode IDEAL untuk Pemecahan Masalah

Setelah mempublikasikan tulisan saya tentang perbedaan Project Based Learning dan Problem Based Learning, sebuah pertanyaan datang pagi ini dalam fasilitas komentar blog saya.

Pertanyaan datang dari Ibu Fitria Hima Mahligai seorang guru SMP di Pemalang, Jawa Tengah. Beliau ini merupakan rekan kerja saya dulu di proyek DBE2 USAID. Berikut adalah pertanyaannya:

Dear Pak Gora,
Terima kasih saya jadi tambah paham. Di sekolah tempat saya mengajar, Bapak & Ibu guru masih banyak yang bingung untuk membuat alat evaluasi kompetensi pemecahan masalah. Saya sudah mengenalkan model-model pembelajaran yang mengintegrasikan TIK, di situ banyak model yang bisa dikombinasi untuk mengasah kompetensi pemecahan masalah siswa. Tapi bukti-bukti hasil belajar siswa misalnya yang berupa peta konsep, lembar kerja atau produk penelitian siswa belum bisa diterima (dianggap belum cukup) sebagai bukti untuk memberikan penilaian. Sehingga jadi enggan menggunakan pembelajaran yang lebih high ordered thingking tadi. Selalu larinya ke soal-soal cerita saja. Bagaimana pendapat Pak Gora atau rekan-rekan? Padahal misinya adalah meningkatkan kompetensi siswa agar menjadi insan bermutu tinggi.

Tanggapan :

Pemecahan masalah (problem solving) merupakan salah satu keterampilan berpikir tingkat tinggi (high order thinking skill) yang sudah sepatutnya kita tanamkan kepada peserta didik. Kemampuan penyelesaian/pemecahan masalah merupakan keterampilan penting dalam kehidupan sehari-hari dan layak dikuasai agar sukses menghadapi tantangan masa depan. Namun, belum banyak pendidik yang dapat mengintegrasikan kompetensi ini dalam pembelajaran karena kesulitan dalam melakukan penilaian, dan belum memiliki pandangan jelas mengenai bagaimana hal ini dapat dilakukan di dalam kelas mereka.

Setiap pekerjaan di dunia nyata memiliki permasalahan masing-masing yang harus diselesaikan. Para siswa, yang akan bekerja di dunia nyata harus memiliki kemampuan untuk menyelesaikan tantangan dan permasalahan yang ada, serta mampu mengelola diri dalam tekanan yang mungkin terjadi. Secara tipikal, apa yang kita lakukan ketika menghadapi sebuah masalah adalah melakukan : 1. Evaluasi terhadap situasi atau masalah yang terjadi, 2. Memecah masalah yang ada kedalam beberapa sub-masalah agar identifikasi masalah menjadi semakin detil, 3. Mempertimbangkan jalan keluar/solusi untuk menyelesaikan setiap sub permasalahan yang ada dengan mencari informasi dan sumber sebagai bahan pertimbangan, 4. Menentukan metode paling tepat untuk menyelesaikan setiap sub-masalah yang ada, lalu mengambil aksi untuk menyelesaikan.

Menyelesaikan permasalahan membutuhkan beberapa keterampilan utama seperti keterampilan analisis, pengambilan keputusan dan kreatifitas. Selain itu dibutuhkan keterampilan pendukung seperti kolaborasi, komunikasi serta inisiatif. Dalam penyelesaian masalah, kita dapat menggunakan berbagai metode, salah satunya adalah metode IDEAL, yang terdiri dari :

  • Identify the problem (identifikasi masalah)
  • Define the problem (mendefinisikan masalah)
  • Examine the options (memeriksa opsi/pilihan)
  • Act on a plan (bertindak atas rencana)
  • Look at the consequences (melihat konsekuensi)

Berikutnya, sebagai akhir dari model IDEAL adalah menerapkan solusi yang telah diputuskan dalam masalah/lingkungan sebenarnya, untuk kemudian memeriksa hasilnya.

Dalam penerapannya di kelas, siswa dapat diberikan permasalahan  yang sering dihadapi oleh peran-peran nyata di lingkungan sekitarnya, kemudian minta mereka untuk melakukan brainstorming untuk mengidentifikasi dan mendefinisikan permasalahan yang ada, selanjutnya mereka dapat menggali banyak sumber informasi untuk mencari pilihan-pilihan solusi yang nantinya dapat diambil untuk menyelesaikan permasalahan. Selanjutnya mereka dapat menentukan opsi mana yang akan diambil, dan membuat perencanaan aksi, berikutnya adalah mengimplementasikan solusi dan meninjau kemajuannya. Setelah itu memeriksa hasil dan meninjau kembali masalah dan solusinya.

Sebagai gambaran, pembelajaran dapat dilakukan dengan strategi Pembelajaran Berbasis Proyek, dimana nantinya peserta didik akan dinilai berdasarkan produk dan kinerjanya. Saya mencoba memberikan gambaran umum mengenai rencana penilaian dan instrumen penilaian yang mungkin ada dalam kelas tersebut:

A. Penilaian Awal Pembelajaran (Sebelum Proyek Dimulai)

  • Jurnal Pertanyaan (digunakan siswa untuk bercermin pada pelajaran masa lalu mereka dan untuk menetapkan tujuan untuk proyek ini)
  • Curah Pendapat dan Diskusi (menggunakan pertanyaan dan curah pendapat siswa untuk menentukan berapa banyak siswa tahu tentang konsep-konsep yang dibahas sebelum memulai proyek dan untuk menyambung ke kehidupan pribadi mereka)
  • Rubrik Kolaborasi (siswa menggunakan rubrik ini untuk memantau kemampuan kerjasama mereka saat mereka bekerja bersama pada proyek. Guru akan meninjau siswa selama konferensi dan mendorong siswa untuk mengacu pada rubrik selama kerja kelompok) [Collaboration_Rubric]
  • Rubrik Pengarahan Diri (untuk menilai kinerja pribadi anggota kelompok) [Self-Direction_Rubric]
  • Rubrik Pekerjaan Kelompok (digunakan siswa/kelompok untuk menilai kinerja penugasan kelompok) [Group_Task_Rubric]

B. Penilaian Tengah Pembelajaran (Selama Pengerjaan Proyek)

  • Catatan Anekdotal (digunakan guru mencatat rekaman observasi dan interaksi individu dan kelompok, serta dari kegiatan konferensi untuk menyediakan dokumentasi untuk penilaian akhir) [Anecdotal_Notes]
  • Daftar Periksa Penilaian Sejawat (digunakan siswa untuk membantu memandu proses memberikan umpan balik pada portofolio teman sekelas mereka) [Bridges_Peer_Assessment_Checklist]
  • Daftar Periksa Identifikasi dan Gambaran Masalah (digunakan siswa untuk menilai proses dan memandu mereka dalam identifikasi dan evaluasi permasalahan) [Identifying_and_Describing_Problems_Checklist]
  • Rubrik Pemikiran Kritis (digunakan siswa untuk menilai kinerja diri dalam pemikiran kritis) [Critical_Thinking_Rubric]
  • Rubrik Pengambilan Keputusan (digunakan untuk menilai kemampuan dalam pengambilan keputusan) [Decision_Making_Rubric]
  • Daftar Periksa Penyelesaian Masalah (digunakan siswa untuk memandu mereka dalam menemukan dan melakukan penyelesaian masalah) [Problem_Solving_Checklist]
  • Rubrik Penyelesaian Masalah (digunakan siswa dan guru untuk menilai kemampuan penyelesaian masalah) [Problem_Solving_Rubric]
  • Rubrik Presentasi Multimedia (digunakan siswa untuk menilai dan memandu mereka dalam pengembangan produk presentasi multimedia) [Multimedia_Presentation_Rubric]
  • Rubrik Kreatifitas (digunakan siswa untuk menilai dan bercermin tentang kinerja kreatif mereka sebagai individu anggota kelompok) [Creativity_Rubric]
  • Daftar Periksa Kelancaran Kreatifitas (digunakan guru untuk memantau dan menilai proses dan kemajuan kreatif yang terjadi dalam kelas dan kelompok) [Creative_Fluency_Checklist]

C. Penilaian Akhir Pembelajaran (Setelah Proyek Selesai)

  • Rubrik Presentasi Multimedia (digunakan siswa untuk menilai produk akhir mereka, dan digunakan guru untuk menghasilkan nilai produk akhir)
  • Daftar Periksa Pertanyaan Refleksi (siswa menggunakan checklist untuk membantu memandu refleksi mereka di area yang dikuasai, daerah perlu perbaikan, dan menetapkan tujuan belajar yang baru. Guru meninjau refleksi untuk menganalisis pemahaman siswa, kemampuan metakognitif, dan perkembangan di keseluruhan proses pembelajaran).

Langkah diatas serta berbagai instrumen penilaian yang tersedia dapat menjadi gambaran bagi para guru yang ingin menilai keterampilan peserta didik, khususnya penyelesaian/pemecahan masalah sebagai satu keterampilan atau sebuah payung yang terdiri dari beberapa keterampilan.

Saya membuka diskusi bagi para pendidik yang masih belum jelas tentang paparan saya, ataupun memiliki pertanyaan seputar bahasan yang saya sampaikan dalam tulisan ini. Semoga tulisan ini bermanfaat!.

Sumber-Sumber:

  1. Problem Solving and Analytical Skills (University of Kent)
  2. Intel Teach Elements : Project Based Approaches (Intel Education)
  3. Intel Teach Elements : Assessment in 21st Century Classroom (Intel Education)

Tagged: , , , , , , ,

One thought on “Bagaimana Membuat Alat Evaluasi Kompetensi Pemecahan Masalah? [Menjawab Pertanyaan dari Fitria Hima Mahligai]

  1. Ni Kadek Suryantini November 15, 2012 pukul 11:17 pm Reply

    pak saya sedang menyusun proposal tentang strategi pemecahan masalah ideal.
    saya minta tolong untuk pengertian strategi pemecahan masalah ideal dan bisa memberikan jurnal tentang pemecahan masalah ideal?
    terima kasih sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: