Amazon Kindle 2, Pembaca Buku Elektronik Berfitur Wireless


Amazon Kindle

Kali ini saya berkesempatan untuk mencoba perangkat keras pembaca buku elektronik (e-book) bernama Amazon Kindle 2 buatan Amazon.Com berkat sahabat saya Mary Burns yang membawanya langsung dari Amerika. Sepintas perangkat ini mirip dengan Tablet PC yang berlayar 6 inchi dengan keyboard tepat berada di bawah layarnya. Gadget pembaca buku elektronik seharga US$ 359 di negerinya ini memang memiliki ukuran yang sangat tipis dan ringan untuk dibawa kemana-mana. Namun demikian untuk seukuran pembaca e-book keluaran saat ini, perangkat ini memiliki spesifikasi yang tidak begitu hebat dibandingkan dengan net-book yang saat ini marak beredar. Menurut saya pribadi Amazon Kindle 2 terlalu mahal untuk sebuah perangkat yang berfungsi sebagai pembaca buku elektronik, MP3 player, pembaca gambar dan penjelajah web berfasilitas EVDO dan Wireless LAN.

Amazon Kindle 2

Sangat sayang pembaca e-book ini hanya berlayar Grayscale (hitam putih), tidak berlayar warna. Keunggulan dari perangkat ini adalah kemudahan dalam membeli buku dalam Kindle Store serta kemampuan penerjemahnya (dictionary). Selain itu Amazon Kindle 2 mendukung berbagai format file seperti Kindle (AZW), TXT, Audible (formats 4, Audible Enhanced (AAX)), MP3, unprotected MOBI, PRC natively; PDF, HTML, DOC, JPEG, GIF, PNG, BMP yang dikonversi terlebih dahulu.

Kindle versi 2 ini memiliki harga yang sama dengan versi pertama dari e-reader ini tetapi lebih tipis dan memiliki fitur yang ditingkatkan. Alat ini dapat menyimpan 1500 buku dan bukan hanya 200 pada versi pertama, serta dapat membaca teks dan mengubahnya jadi suara melalui dua speaker kecil di belakangnya.

Yang menarik dari fitur yang disediakan adalah pada toggle dan tombol navigasi yang berada di samping perangkat yang begitu memudahkan untuk berpindah dari satu menu ke menu lainnya, serta menyusuri setiap halaman dalam buku elektronik. Kedepan mungkin Amazon perlu berfikir untuk melengkapi Kindle-nya dengan layar warna serta layar sentuh, karena tanpa fitur tersebut sepertinya pengguna gadget akan lebih senang menggunakan laptopnya untuk membaca buku elektronik mereka.

Tagged: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: