Garbage In = Garbage Out? No Way!


GIGOKualitas inputan yang “beragam” dari perguruan tinggi swasta saat ini merupakan “tantangan” bagi institusi untuk tetap bergelut untuk memenuhi tuntutan kualitas output. Sebagai sebuah jurusan pada perguruan tinggi swasta apalagi belum terakreditasi, jelas sangatlah sulit untuk menetapkan kualitas standar inputan yang agak tinggi, apalagi persaingan perguruan tinggi swasta yang semakin ketat. Boro-boro dapat inputan mahasiswa berkualitas baik, ada mahasiswa yang mendaftar saja sudah bagus🙂

Lantas bagaimana dengan kualitas inputan yang beragam tersebut, apakah apabila inputannya sampah maka akan keluar sebagai sampah pula? (Garbage In = Garbage Out) Saya pribadi kurang sependapat dengan pernyataan tersebut. Saya tidak mengganggap kualitas inputan yang beragam tersebut sebagai hambatan, namun menjadi sebuah tantangan bagi perguruan tinggi swasta yang merasakan hal serupa.

Kalau kualitas inputannya sudah bagus, maka tidak akan mengherankan apabila menghasilkan kualitas inputan yang bagus, lha wong sebelum masuk aja sudah bagus, ya tinggal poles dikit sana sini maka keluarannya juga akan oke… Namun akan lebih menakjubkan apabila kualitas inputan yang jelek bisa keluar dengan kualitas yang oke.. tapi apakah hal tersebut bisa dilakukan… Jawabannya relatif… karena kualitas yang dimaksud sebagai kualitas output perguruan tinggi dapat dilihat dari beberapa sisi.

Yang jelas perguruan tinggi swasta dituntut kreatif untuk menyulap kualitas lulusannya menjadi lebih baik. Kalau sekedar menghasilkan kualitas dengan IPK yang tinggi, jelas-jelas akan kalah dengan kualitas dari perguruan tinggi negeri. Anda punya ide? Kualitas seperti apa yang seharusnya dihasilkan oleh perguruan tinggi swasta untuk dapat bersaing dengan perguruan tinggi negeri? Silahkan tumpahkan disini (lewat fasilitas komentar), karena kami sangat membutuhkannya🙂

Tagged: , , ,

3 thoughts on “Garbage In = Garbage Out? No Way!

  1. Brillie Desember 26, 2008 pukul 8:27 pm Reply

    Out Of Topic: I just want to say… HAPPY NEW YEAR 2009!!!

  2. dimyati April 27, 2009 pukul 6:02 pm Reply

    saya juga sepedapat masalah gigo yang tidak harus sama,tapi perlu kerja ektra untuk menghasilkan keluaran yang bagus apabila inputan jelek.
    untuk perguruan tinggi yang swasta dengan kwalitas mahasiswa pas-pasan, maka semua dosen harus mau bekerja ektra untuk melakukan mengembangkan bakat dan potensi mahasiswa. misal kita harus membuatkan contoh dulu sebelum kita beri tugas, sering membuat soal-soal latihan, serta kita harus dapat memacu motivasi mereka untuk belejar lebih giat dengan memberikan contoh pemanfaatan matakuliah kita dalam kehidupan seharihari.

    sekian dulu bro. entar disambung lagi.
    oke

  3. HENGKY Maret 23, 2010 pukul 12:29 pm Reply

    wah wah wah,,,
    swasta ato negeri sama aja kalo nilainya sembarang kasi ya IP bisa dengan mudah tinggi,,,
    walau swasta kalo dosen atau pengajarnya berkualitas S2 keatas bagus gak????
    dapat nilai B aja susah di swasta dengan pengajar model begitu,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: