Awas! Penipuan Lewat SMS Mengincar Para Dosen!


SMS PenipuanBeberapa waktu lalu, tepat pukul 09.45 pada tanggal 9 Juli 2008 handphone Nokia saya berbunyi, pertanda ada SMS yang masuk. Langsung saja saya membuka dan membacanya. Rasa kaget sekaligus penasaran mulai muncul ketika membaca SMS yang baru masuk tersebut, ternyata yang SMS adalah seorang yang mengaku sebagai Kabag TU Dinas Pendidikan bernama Drs. Sugito. Beliau meminta agar saya menelpon Kepada Depdiknas Jateng untuk klarifikasi seputar undangan acara Seminar Nasional dari Dikti. Karena membawa nama besar Kepada Depdiknas Propinsi, saya langsung percaya dan menelpon nomor yang diberikan via SMS tersebut.

Ternyata benar, telepon saya diterima oleh seorang pria yang mengaku sebagai Kepala Depdiknas Propinsi tersebut. Dari pria tersebut saya diberi tahu kalo saya mendapatkan undangan Seminar Pendidikan Nasional yang diselenggarakan oleh Dikti berlokasi di Jakarta. Dan yang mengundang tidak main-main, orang ini menyebutkan nama Fasli Jalal, dari Ditjen Dikti. Berikutnya si pria tersebut meminta saya untuk menelpon nomor yang nantinya akan diberikan via SMS untuk melakukan konfirmasi ke pak Fasli Jalal. Lalu saya diminta untuk menutup telpon dan menunggu SMS dari pria tadi.

SMS PenipuanBeberapa detik berselang, ada SMS baru masuk ke handphone. Si pria tadi benar-benar memenuhi janjinya untuk mengirimkan nomor telepon pak Fasli Jalal… kali ini nomornya nampak meyakinkan dengan kode lokasi 021 dan menggunakan nomor ekstensi. Saat itu saya masih yakin bahwa ini undangan yang serius… Kemudian saya telpon nomor tersebut.. eee yang terima ternyata operator, langsung saja saya minta disambungkan ke nomor ekstensi tersebut untuk bisa bicara langsung dengan pak Fasli Jalal. Setelah itu saya diterima oleh orang yang logatnya mirip pak Fasli, dia bilang kalau pak Fasli ini, untuk kepentingan akomodasi dan pembiayaan keberangkatan telah menyetorkan uang sejumlah 50 juta rupiah ke Kepala Depdiknasi Jateng… sampai disini saya sudah mulai curiga… Kenapa orang sekaliber Ditjen Dikti ngomongin soal uang transpor… harusnya bukan dia yang mesti bicara hal sepele semacam ini. Langsung saja saya tutup telpon dan mengucap istighfar serta hamdallah…

Saya hanya berfikir…  berikutnya pastilah saya diminta untuk menyetorkan sejumlah uang via ATM seperti modus penipuan yang sudah-sudah… lalu ludeslah uang di bank… Berikutnya saya langsung telpon teman saya (Pak Topik yang berprofesi sebagai dosen juga di UNISSULA), eee… ternyata SMS penipuan tersebut diterima pula oleh beliau, namun beliau juga cermat… Pak Topik meminta tolong operator telepon UNISSULA untuk menelpon balik, namun tidak ada respon dari nomor tersebut. Beberapa hari lalu saya juga menerima telpon dari rekan dosen yang lain, yang pada intinya mereka mendapatkan SMS yang sama.

Setelah saya telusuri ternyata mereka mendapatkan nomor handphone kami dari web UNISSULA, yaitu di daftar dosen Fakultas Teknologi Industri UNISSULA. Ternyata ngga aman juga ya menyebar luaskan alamat dan nomor telepon di Internet. Wah.. ternyata para penipu telah menyalah gunakan teknologi informasi untuk mengeruk keuntungan dengan cara yang tidak bertanggung jawab. Semoga hal ini tidak terjadi pada Anda! Awas! Berhati-hatilah!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: