Ketersediaan Akses Internet Publik Untuk Menunjang Kesuksesan E-Learning


Pak Eko adalah guru kreatif yang secara rutin menyimpan dan meng-update setiap bahan ajarnya di Internet lewat web pribadi atau blog-nya. Ketika di kelas beliau seringkali menyuruh siswanya untuk mengakses bahan ajar yang telah ia upload. Pak Eko secara konsisten mengintegrasikan internet dalam kegiatan belajar mengajarnya, dalam pengumpulan tugas-pun Pak Eko meminta siswanya untuk mengumpulkan lewat emailnya. Di suatu hari bertanya kepada siswa di kelasnya “Enak ngga belajar menggunakan Internet?”, jawaban siswanya adalah “Enak pak, cari literatur begitu mudah, tapi bagi kami tidak ekonomis pak”, jawaban ini sontak mengagetkan dirinya, betapa tidak, ia telah dengan percaya diri yakin bahwa metode pengajaran yang ia lakukan saat ini akan membawa sebuah perubahan berarti dalam proses belajar mengajar. Dan dia berharap bahwa siswa akan menyukainya dan lebih bersemangat untuk belajar. Kemudian ia bertanya kembali kepada para siswa “Kenapa kok tidak ekonomis?”, siswa pun menjawab “Karena kita harus menyisihkan uang saku kita untuk membayar warnet (warung internet) pak”.

Dari ilustrasi diatas dapat kita ambil kesimpulan bahwa untuk dapat mengintegrasikan metode pembelajaran elektronik dalam kelas, sangatlah penting bagi sebuah institusi pendidikan menyediakan akses komputer dan Internet untuk publik/siswanya. Hal itu ditujukan untuk mempermudah siswa mengakses bahan ajar tanpa membebani siswa dalam pengeluaran biaya. Haruskah gratis?, tidak juga, institusi pendidikan dapat menarik biaya dari layanan ini, namun perlu diperhatikan bahwa besaran biaya yang ditarik haruslah lebih rendah dari tarif warnet (warung internet).

 

Terdapat beberapa bentuk akses Internet publik yang dapat diadaptasi dalam sekolah, antara lain :

  1. Laboratorium Komputer, menyediakan beberapa komputer di perpustakaan atau ruang tersendiri, dan ditata sedemikian rupa (mirip laboratorium komputer) namun penyediaan ini hanya dikhususkan untuk penyediaan koneksi internet.
  2. Public Kiosk, akses terminal publik berupa kotak kayu/besi berisi komputer yang diakses pengguna dengan cara berdiri
  3. Touch Screen Kiosk, akses terminal publik menggunakan layar sentuh
  4. Hot Spot Area, akses Internet tanpa kabel menggunakan teknologi W-LAN (Wireless Local Area Network), untuk menggunakan layanan ini pengguna cukup menggunakan Laptop atau Handheld Device (PDA dan Smartphone) yang memiliki fitur Wi-Fi.

Laboratorium Komputer

 

 

 

Gambar A. Model Laboratorium Komputer

Publik Kiosk

 

Gambar B. Publik Kiosk

Touch Screen

Gambar C. Touch Screen Public Kiosk

Hotspot Area

Gambar D. Hot Spot Area

Keberhasilan penerapan E-Learning di sebuah institusi pendidikan tidak akan berhasil tanpa ketersediaan akses. Tanpa hal ini, penerapan E-Learning berdampak menimbulkan pesimisme para pengguna barunya. Bagaimana dengan institusi Anda? [The Indiebrainer]

2 thoughts on “Ketersediaan Akses Internet Publik Untuk Menunjang Kesuksesan E-Learning

  1. escoret Januari 8, 2007 pukul 12:26 pm Reply

    gorr..yg jilbab merah siapa namanya..???
    kumala ya..????
    salam deh..hehhehehe

    hebat kowe lee…tambah pinter aja..hehhehe

  2. gora Januari 8, 2007 pukul 1:25 pm Reply

    Wah kok kowe malah kenal peng? Aku ngga tahu namanya..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: