Test Drive Tablet PC Toshiba Satellite R25-S3503


Tablet-PCKali ini The Indiebrainer mendapatkan barang baru untuk di-review. Barang baru tersebut adalah Tablet PC Toshiba Satellite R25-S3503. Laptop seharga sekitar 14 jutaan rupiah ini (harga bulan November 2006) memiliki spesifikasi IntelCoreDuo Processor T2050, 1024MB DDR2 SDRAM, 100Gb (5400rpm) HDD, DVD SuperMulti (+/- R double layer), 14.1” diagonal TruBrite widescreen WXGA display, 802.11 a/b/g wireless dan Finger Print Reader. Laptop dengan sistem operasi Microsoft Windows XP Tablet ini di-bundle dengan banyak aplikasi berguna diantaranya Microsoft Office (60-day Trial Version), Microsoft Works, Microsoft OneNote, berbagai game, serta aplikasi pendukung Tablet-PC lainnya. Sebagai media inputan, laptop ini menggunakan device keyboard seperti laptop pada umumnya, sedangkan untuk mendukung fungsinya sebagai Tablet-PC, laptop ini menggunakan layar sentuh ber-layar lebar dan stylus (pena sentuh) sebagai media inputannya. Gambar dibawah menunjukkan laptop dengan posisi layar normal.

Ketika difungsikan sebagai Tablet-PC dalam sistem operasi disertakan keyboard virtual yang memiliki fitur handwriting recognition, yang akan mengenali tulisan tangan kita dengan mudah untuk dikonversi menjadi karakter. Ketika layar diputar dan dilipat untuk difungsikan sebagai Tablet-PC, secara otomatis tampilan desktop akan di-rotasi sebesar 270 derajat. Fungsi yang tak kalah pentingnya adalah adanya Finger Print Reader sebagai fitur keamanan. Dengan menggunakan Finger Print Reader untuk pengamanan komputer dari tangan jahil, maka pengguna diharuskan menempelkan sidik jarinya ke alat ini untuk dapat masuk ke desktop sistem operasi Windows XP Tablet ketika proses Login.

 

Tablet-PC 2Walaupun Tablet-PC ini memiliki spesifikasi high-end namun ada saja kelemahan yang menjadikan Tablet-PC ini menjadi kurang asyik untuk dibawa mobile (bergerak), yaitu berat fisiknya. Sebagai Tablet-PC seharusnya laptop ini memiliki berat fisik yang ringan sehingga dengan mudah dapat dibawa kemana-mana. Dimensi dan form factor yang besar, baik dari ukuran monitor 14,1” dan secara fisik keseluruhan menjadikan laptop ini terlalu besar untuk dapat menggantikan buku (seperti filosofi penggunaan Tablet-PC) yang dapat dibawa kemanapun untuk membacanya. Saya pesimis Tablet-PC mampu menandingi popularitas laptop biasa setelah saya mencoba sendiri mengoperasikannya, saya justru optimis dengan lahirnya Origami-PC, yaitu sebuah komputer dengan form factor jauh lebih kecil dari Tablet-PC, namun memiliki fungsionalitas yang sama.

 

Kaos UbuntuUntuk mendukung mobilitas bekerja, saya merekomendasikan menggunakan laptop dengan layar monitor kecil (12” atau 10”) yang memiliki berat fisik ringan dibandingkan dengan Tablet-PC seperti ini. Saat ini begitu banyak pilihan laptop berada di pasar komputer Indonesia, dengan uang 9 (sembilan) jutaan kita dapat memiliki laptop ringan yang memiliki layar kecil, fungsionalitas inputan menggunakan layar sentuh dan stylus (pena sentuh) pada Tablet-PC tak akan mampu menggusur ketenaran keyboard QWERTY yang ada di laptop biasa. Untuk dapat menggunakan media inputan layar sentuh dan stylus dibutuhkan waktu penyesuaian yang agak lama, saya sendiri merasakan hal tersebut. Ketika menggunakan pertama kali, maka butuh penyesuaian lebih untuk dapat melakukan akses dengan cepat. Saran saya, bagi Anda yang tidak begitu butuh fitur layar sentuh adalah Jangan beli produk ini!!!! Mubazir!!! [Gora].

5 thoughts on “Test Drive Tablet PC Toshiba Satellite R25-S3503

  1. dendi Desember 21, 2006 pukul 5:32 pm Reply

    buat ngegame kayanya enak tuh.. kartu grafisnya apaan, mas?
    btw kok ubuntu nampang disitu apa hubungane?😀
    *lagi benci sama ubuntu*

  2. Gora Desember 22, 2006 pukul 4:40 pm Reply

    Tablet- PC ini menggunakan Intel GMA950 yang notobene “lemah” untuk dibuat nge-game berikut ini review dari http://www.tabletpcreview.com/default.asp?newsID=545 tentang GPU dan Gaming di Tablet-PC ini, lengkapnya seperti tertulis di bawah ini :

    “Everyone should know by now that the Intel GMA950 is the lowest end of GPU available today, using the words Graphic Media & Accelerator was probably thought of by the same “creative” guys in Toshiba marketing department. However, this card consume very little power and doesn’t require active cooling which suits any tablet just fine.

    While we can give up on 3D gaming (any 2D game should work just fine) this also means you won’t be able to enjoy upcoming Windows Vista aero glass features. On the other hand, by the looks of it, Vista is going to be just an overrated bloated flashy OS so I’d say it’s practicly an advantage!”

    Kesimpulannya Tablet-PC ini ngga asyik buat nge-game mas…

  3. Reyand Mei 24, 2009 pukul 2:26 pm Reply

    Kira2 Table-PC ini Kalau Pkai OS Vista Enak G mas?
    Klu g Pas,apa Permasalahan Nya?
    Sya kbtulan Pakai ni Table-PC dngan OS VISTA Home Premium.
    Maksi Bnyak sebelumnya,Semoga Sukses Slalu… ^_^

  4. gora Mei 24, 2009 pukul 3:38 pm Reply

    To Reyand : Wah saya belum pernah mencoba menggunakan Windows Vista di notebook ini. Saya rasa sih tidak masalah Mas…

  5. daudsaoran Agustus 20, 2012 pukul 5:58 am Reply

    @mas gora : laptop ini adalah laptop sakti saya,, kenapa saya bilang begitu?? dari tahun 2006, sampai sekarang, leptop ini masih saya andalkan (meskipun sudah beli core i),, daya tahannya luar biasa.. sudah dibawa kemana2 dan kebentur dimana2… tapi semua fitur masih jalan.. tidak seperti laptop muda sekarang yang LENJE, banyakan error2nya..

    Review ini kurang satu hal : DURABILITYnya tidak dibahas!..
    cuma dari segi ringkas dan main game,,
    eh tapi jangan salah, ini leptop bisa buat ngegame dan lancar loh,seperti dota dan CS, masih sip dan bisa memenangkan beberapa kompetisi (pas jaman ngampus)

    buat gambar oke,, sampai sekarang saya pake gambar juga, karna tingkat ketelitian stylusnya tinggi..

    windows vista saya install disini dan lancar dengan tambahan RAM saya upgrade jadi 4GB

    yang pernah saya ganti disini adalah keyboardnya (karna pernah tumpah air),, dan dalamnya sudah dibersihkan sehingga kipas sekarang sudah senyap…

    tahan nyala 24 jam 7 hari sebulan penuh (jarang dimatiin)..

    jadi kata2 MUBAZIR (pake tanda seru), itu salah besar..

    lebih mubazir dan sedih lagi ngelihat produk2 jaman sekarang, RINGKIH!, cuma lihat kuantitas, ngejar teknologi, tapi cepet rusak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: