Reuni Musik Indie (Part 1)


Cerita yang ingin saya angkat kali ini adalah tentang kenangan-kenangan saya bersama musik independent atau yang sering disebut dengan musik indie. Kata indie sebenarnya merupakan singkatan kata Indiependent (kemerdekaan). Kemerdekaan bermusik ini diartikan sebagai kemerdekaan dalam menciptakan lagu, merekam dan mendistribusikan musik yang kita buat tanpa dipengaruhi keinginan manajemen industri besar. Musik indie seringkali disebut dengan indie label, yang merupakan opposite dari major label (industri besar musik).

Sekitar tahun 1996 ramai dibicarakan tentang musik indie di Indonesia, saya masih ingat waktu itu pertama kali tahu tentang model distribusi musik ini lewat sebuah lagu dari band “Pure Saturday” yang berjudul “Kosong”. Karena sering terdengar di radio-radio swasta di Semarang, dan kebetulan lagunya memang apik, maka saya coba cari-cari info tentang lagu dan grup ini. Saya baru tahu kalau saat itu dengan musik independent setiap orang dapat menjadi terkenal tanpa harus masuk dalam industri besar musik (major label), jadi idealisme musik dapat terus dipertahankan. Berikutnya di radio dan TV mulai muncul PAS Band lewat lagu “Impresi”, grup dari bandung ini memberi nuansa baru dalam media elektronik.

Televisi-pun mulai berani menampilkan grup-grup indie dalam acara musiknya. Sebut saja stasiun AN-TEVE yang waktu itu sering menampilkan grup-grup indie dari Radio Prambors seperti Naif, /RiFF, Planet Bumi, dan banyak lagi. Yang jelas acara yang disiarkan sore hari tersebut benar-benar beda dari acara konser musik yang disiarkan stasiun TV yang lain.

Semarang dan SMU 3 Era Itu

By the way, kota Semarang pun waktu itu juga merasakan geliat yang sama. Di SMU 3 Semarang (tempat saya bersekolah dulu) salah satu kakak kelas yang bernama Mas Aga’, membuat sebuah mini album dengan grup nya Numb. Saya masih ingat sedikit lirik lagunya… “Aku terjaga… Setiap malam.. Memandang langit… Penuh bintang… Ini bukan tempatku… Terlalu rusuh.. dst” Lagu tersebut sering muncul di radio Imelda FM dan kasetnya pun bisa disebarkan sendiri oleh personel grup tersebut. Dalam melakukan proses recording, grup Numb masih melakukannya di luar kota Semarang, yaitu di kota Jogjakarta.

Di lingkungan SMU 3 setiap tanggal 1 November kita selalu memperingati hari jadi SMU ini, dan hari itu selalu dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, salah satunya adalah konser musik. Setiap kelas dapat mengirimkan grupnya untuk tampil dalam gigs tersebut. Kebetulan waktu itu diselenggarakan festival musik menyambut hari jadi SMU 3, untuk itu saya dan teman-teman kelas 1-9 membentuk sebuah grup band bernama “Part-9”. Grup musik ini beranggotakan saya (Gora), Jati, Yulianto, Danang, dan Dodo. Waktu itu kita sering membawakan lagu-lagunya Red Hot Chilli Paper.

Grup Part-9 sendiri telah mengalami beberapa kali pergantian personil, waktu itu Bambang (Pispot, Teror Incognita) juga sempat menjadi anggota grup kita, juga Catur (anggota band-nya Rizky) serta Dany Botol sempat pula menjadi vokalis. Hampir setiap hari personil Part-9 berlatih di rumahnya Jati di kawasan Ngaliyan, Semarang (kebetulan Jati punya seperangkat alat Band). Sampai-sampai waktu itu orang tua Jati mendatangkan pelatih untuk kami (Pak Handono).

Seringkali grup Part-9 diajak berlatih band bareng grup-nya Risky (saya lupa nama grupnya) di rumah Rizky (di jalan S. Parman), karena di rumah tersebut terdapat studio musik pribadi yang perangkatnya bagus-bagus karena ayah Risky (Pak Budi Santoso) selain sebagai usahawan (Suara Merdeka), beliau juga sebagai musikus (Bud’s N Friend). Latihan di rumah Risky memang enak, selain alatnya bagus, kita pasti dijamu makanan serba nikmat. Grup-nya Si Risky waktu itu sering membawakan lagu-lagunya Oasis.

Waktu kelas 2 (1997), banyak grup indie yang lahir di SMU ini, catat saja Pispot (Gampang, Bambang, Yusuf, dan Aboel) yang mengusung aliran Hardcore. Rolast Band (bekas anak-anak 1-12) yang mengusung aliran Alternative Rock. Ada juga grupnya si Andi yang mengusung aliran Grunge. Part-9 waktu itu sudah vakum sehingga saya dan Yulianto memutuskan untuk membuat grup baru bernama “KLUM”. Grup ini beranggotakan saya, Yulianto, Yunantha, Aji Tulodho (I’ok) dan Alm. Arvika Rizki. Grup kami mengusung aliran Punk Rock.

Mulai membuat lagu sendiri

Lewat KLUM inilah kita mulai menciptakan dan membawakan lagu kami sendiri. Kami sempat menciptakan 4 lagu bernuansa Punk Rock waktu itu, dan sempat pula melakukan rekaman. Waktu itu kita coba mengirimkan lagu-lagu kita ke Imelda FM, agar diputar di acara Unda-Undi Indie, hasilnya lagu kita berhasil diputar, meskipun tidak masuk tangga lagu (karena musik kita memang masih sulit dicerna oleh public).

Saat semir rambut belum begitu popular, saat spike belum banyak dipakai, saat tali dompet rantai belum jamak digunakan, kami sudah memulainya di SMA 3. Itulah dandanan khas kami anak-anak KLUM sebagai seorang “Punker”. Mengapa kami memilih Punk?… karena saat itu Arvika Rizky dan Yulianto sering berkunjung ke Purwokerto untuk melihat konser musik disana, seringkali ketika pulang ke Semarang mereka membawa majalah-majalah indie dan kaset-kaset indie yang berisi kompilasi Punk dari grup local Purwokerto. Dari situlah kita mulai ter-influence dengan idealisme Punk.

Di kelas 3 (1998-1998) kita masih aktif bermusik, meskipun anak-anak lain sudah terlebih dulu berkonsentrasi ke studi mereka. Di kelas 3 inilah grup Pispot menelurkan album pertama mereka. KLUM waktu itu memang belum berhasil membuat album karena kita memang tidak memiliki dana untuk itu. Karena bermusik inilah nilai saya dalam EBTA/EBTANAS hancur!!!!. Tapi ngga masalah, karena inilah pilihan hidup saya. Keep on Punk!

Setelah lulus SMU, nge-Punk tetep jalan. Di masa-masa transisi kelulusan kami membentuk grup musik bernama “LEATHER JACKET”, personilnya saya, Yulianto, Aji Tulodho, dan Bimo. Grup kami juga aktif di komunitas Punk kota Semarang waktu itu. Bersambung….

2 thoughts on “Reuni Musik Indie (Part 1)

  1. dendi Desember 5, 2006 pukul 3:11 pm Reply

    waaaaah KLUM band.. aku inget, ternyata mas Gora ini salah satu pentolannya toh. ckckck
    kalo dulu dari angkatanku ada Kofa(?), Mister-X truuus apa lagi ya? lupa// ;p

  2. Gora Desember 5, 2006 pukul 3:22 pm Reply

    Oooo.. aku inget.. berarti adik kelasku yoo?.. Wah reuni tenan ki..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: