Salah Kaprah yang Berdampak di Kemudian Hari


Tempo hari saya berbincang-bincang dengan rekan dosen Teknik Elektro, Hud Munawar. Bincang-bincang ringan tersebut seputar salah kaprah yang telah menjadi sebuah hal yang biasa di masyarakat kita. Dalam perbincangan tersebut beliau menyoroti mengapa di dalam bus kota terdapat banyak stiker bertuliskan “Hati-Hati Awas Copet” atau “Simpanlah Barang di Tempat yang Aman, karena Banyak Copet Berkeliaran“. Mengapa dalam tulisan tersebut berkesan bahwa kita sebagai “calon korban” yang diperingatkan, bukannya si pencopet sebagai pelaku yang diperingatkan… Kesan kita mengapa pihak yang tidak bersalah seperti kita yang diperingatkan? Bukankah peringatan dikhususkan untuk pihak yang bersalah?

Harusnya tulisan di stiker tersebut berbunyi “Hati-Hati Mencopet Disini, Nyawa Bukan Tanggungan Seisi Bus” atau “Awas Kalau Mencopet Disini!”. Tulisan tersebut berkesan memperingatkan copet agar tidak mencopet disini, secara implisit kalimat tersebut juga mengandung pesan bahwa kita benar-benar melaknat kegiatan percopetan. Lain dengan kalimat “Hati-Hati Awas Copet” yang berkesan melegalkan pencopetan.

Dampak dari itu sebenarnya telah terlihat saat-saat ini, dimana ketika pencopetan berlangsung di dalam bus, walaupun dilihat oleh seisi bus, penumpang yang jumlahnya lebih banyak dari pencopetpun tidak mau bereaksi apa-apa. Padahal kalau kita mau melakukan tindakan keras pada copet pastilah kita yang menang karena jumlah kita lebih banyak dari mereka.

%d blogger menyukai ini: