Laptop Hilang : Aktifitas Nge-Blog Terganggu


ThinkPad T22Kehilangan laptop praktis menghentikan saya untuk ngeblog selama satu minggu ini. Jumat minggu lalu, tepatnya tanggal 12 Mei 2006, laptop tercinta’ku hilang digondol maling. Kebetulan saya kurang waspada hari itu, tapi memang teman-teman dosen yang lain pun biasa meninggalkan laptopnya di meja kerja tanpa pengamanan apapun, karena biasanya memang aman. Tetapi hari itu memang apes bagi kami, setelah balik dari sholat jumat di masjid, saya mendapati laptop IBM T-22 saya sudah tidak ada di atas meja. Sebelum ditinggal sholat jumat, di ruangan kami ada empat laptop, punya saya, Pak Komar, Pak Topik dan milik fakultas, tetapi waktu saya lihat ternyata laptop yang ada tinggal dua buah, yaitu milik Pak Komar dan Pak Topik.

Waktu itu sih pikiran saya belum ngeh kalau laptop digondol maling, tapi pikiran saya justru mengira kalau ada orang (mungkin dari bagian rumah tangga) yang menyimpan laptop saya di tempat yang aman, tetapi kok cuma laptop saya dan fakultas yang disimpan?. Cari sana-sini ternyata memang laptop saya raib digondol maling…

Saya memang salah karena tidak mengamankan laptop sebelum jumatan. Kalau mengandalkan bagian rumah tangga dan satpam saja saya kira keamanan laptop kita belum tentu terjamin, jadi diri kita sendiri yang harus mengupayakannya. Sebelum musibah ini, di fakultas teknik juga mengalami hal serupa, yaitu kehilangan sebuah laptop dan LCD proyektor. Berita terbarunya, tepat seminggu setelah laptop saya dan fakultas hilang, pada hari Jumat kemarin tanggal 19 Mei 2006 laptop Magister Manajemen digondol maling plus duit lima juta rupiah yang ada di dalam tas laptop juga ikut hilang.

Sudah banyak kejadian kehilangan di kampus kita tetapi belum ada titik temu siapakah pelakunya. Apakah ada keterkaitan orang dalam? atau murni kerjaan orang luar tanpa ada campur tangan orang dalam? Who knows?… Tapi yang pasti setiap pribadi harus sadar mengamankan barangnya masing-masing tanpa harus mengandalkan satuan pengamanan yang ada. Pencuri yang mengambil laptop pun saya kira orang yang tahu tentang komputer, karena :

  1. Mengapa dia hanya mengambil laptop yang bermerek terkenal (laptop saya bermerek IBM, yang lain bermerek Toshiba)
  2. Mengapa dia mengambil laptop beserta charger dan tasnya sekalian (padahal pada kasus laptop fakultas, letak tas berada di tempat yang berbeda, yaitu tas berada di belakang meja Pak Komar, tapi mengapa pencuri tahu tas milik laptop fakultas)

Saya hanya dapat berdoa semoga mereka yang mengambil segera diberi kesadaran. Semoga kejadian ini dapat menjadi peringatan kepada semua pihak untuk segera merubah kebiasaan meletakkan laptop sembarangan dan tanpa pengamanan.

%d blogger menyukai ini: