Keterbatasan itu Membawa Berkah


Sudah lebih dari tiga bulan ini aku melepaskan jerat ketergantungan dari Windows dengan meniadakan sistem operasi itu dalam Laptop ku. Saat ini distro yang aku gunakan adalah Mandriva Linux 2006, setelah bulan kemarin mencoba Ubuntu 5.10. Kebetulan di MTI UGM kami sedang mendapat tugas besar mata kuliah OOP (Object Oriented Programming), tugasnya membuat aplikasi perbankan menggunakan bahasa pemrograman Java. Karena di kelas lebih banyak yang pake Win32 dibanding GNU/Linux maka tren UML Modeller yang dipakai adalah RationalRose sedangkan IDE yang dipakai adalah Netbeans. Karena cuma aku yang mau koding pake Linux dan lagian laptop yang aku pake juga memorinya kecil maka “keterbatasan” ini memaksa aku untuk cari jalan keluar agar tetep bisa mengerjakan tugas tanpa Rational Rose dan Netbeans (yang notobene butuh RAM besar).

Setelah cari-cari di Internet ternyata ngga ketemu-ketemu juga dengan UML Modeller dan IDE yang ukurannya kecil (maklum koneksi di kantor lagi trouble jd gak bisa buat download yang besar-besar). Mau download ecllipse (IDE Java) juga ukurannya besar. Jalan keluar satu-satunya adalah memanfaatkan teks editor bawaan KDE yaitu Kate dan KWrite. Untungnya Mandriva telah menyertakan UML Modeller, bernama Umbrello dan J2sdk dalam distribusinya (di CD 3) jadi ngga usah repot-repot download. Untuk lepas dari keterbatasan pasti ada jalan keluar…. Ternyata keterbatasanlah yang mendatangkan berkah berupa ilmu pengetahuan… Coba kalau kita dimanja sistem (instant) maka yang kita pelajari hanyalah bagaimana cara menggunakan sistem itu… tidak lebih…

%d blogger menyukai ini: