<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>The Indiebrainer</title>
	<atom:link href="http://gora.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gora.wordpress.com</link>
	<description>Penggunaan Teknologi untuk Meningkatkan Kualitas Belajar Mengajar</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Oct 2009 09:03:05 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='gora.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/d1c9d4deb70746b481f0d429b68bbfcd?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>The Indiebrainer</title>
		<link>http://gora.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Do It Yourself Project : Menyelenggarakan Multipoint Video Conferencing Menggunakan Skype</title>
		<link>http://gora.wordpress.com/2009/10/28/do-it-yourself-project-menyelenggarakan-multipoint-video-conferencing-menggunakan-skype/</link>
		<comments>http://gora.wordpress.com/2009/10/28/do-it-yourself-project-menyelenggarakan-multipoint-video-conferencing-menggunakan-skype/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 16:09:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gora</dc:creator>
				<category><![CDATA[Classroom 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[Creative Idea]]></category>
		<category><![CDATA[Creative Ideas]]></category>
		<category><![CDATA[DIY Project]]></category>
		<category><![CDATA[E-Learning]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Information Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Research]]></category>
		<category><![CDATA[Software]]></category>
		<category><![CDATA[Telecommunication]]></category>
		<category><![CDATA[Video Production]]></category>
		<category><![CDATA[Vlog]]></category>
		<category><![CDATA[Web 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[internet application]]></category>
		<category><![CDATA[low cost teleconference]]></category>
		<category><![CDATA[multipoint]]></category>
		<category><![CDATA[skype]]></category>
		<category><![CDATA[video conference]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gora.wordpress.com/?p=526</guid>
		<description><![CDATA[Menyelenggarakan video conference dengan banyak orang di tempat terpisah terkadang di benak kita masih terbesit pikiran untuk melakukannya butuh biaya yang mahal. Ada berbagai macam peralatan yang biasa digunakan untuk melakukan hal tersebut salah satunya Polycom, namun perangkat tersebut harganya tentu saja harganya sangat mahal, sekitar 80 jutaan. Hal ini tentu saja sangat mustahil untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gora.wordpress.com&blog=212625&post=526&subd=gora&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_537" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://gora.files.wordpress.com/2009/10/5369_1206539645132_1277908019_609959_5949098_n.jpg"><img class="size-medium wp-image-537" title="5369_1206539645132_1277908019_609959_5949098_n" src="http://gora.files.wordpress.com/2009/10/5369_1206539645132_1277908019_609959_5949098_n.jpg?w=300&#038;h=168" alt="5369_1206539645132_1277908019_609959_5949098_n" width="300" height="168" /></a><p class="wp-caption-text">Gubernur Sulawesi Selatan Berdialog dengan PSBG DBE2 USAID</p></div>
<p>Menyelenggarakan video conference dengan banyak orang di tempat terpisah terkadang di benak kita masih terbesit pikiran untuk melakukannya butuh biaya yang mahal. Ada berbagai macam peralatan yang biasa digunakan untuk melakukan hal tersebut salah satunya Polycom, namun perangkat tersebut harganya tentu saja harganya sangat mahal, sekitar 80 jutaan. Hal ini tentu saja sangat mustahil untuk bisa dilakukan oleh institusi atau pribadi dengan kocek minim <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  .</p>
<p>Ada alternatif lain untuk menyelenggarakan video conference dengan 4 (empat) tempat berbeda atau yang sering disebut dengan <strong>multipoint video conference</strong>, yaitu memanfaatkan aplikasi gratis <strong><a title="Skype" href="http://skype.com" target="_blank">Skype</a></strong>. Skype adalah salah satu perangkat VoIP (Voice Over Internet Protocol) yang dapat digunakan untuk melakukan komunikasi suara, teks dan gambar video secara gratis dan sangat populer di dunia maya. Aplikasi Skype ini secara default hanya dapat digunakan untuk berkomunikasi video secara point-to-point saja, alias antara satu peserta dengan satu peserta. Namun dengan sedikit kreatifitas, aplikasi ini akan kita gunakan untuk melakukan komunikasi multipoint, atau dengan banyak tempat dan client.</p>
<div id="attachment_531" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://gora.files.wordpress.com/2009/10/5369_1206505364275_1277908019_609906_7287322_n.jpg"><img class="size-medium wp-image-531" title="5369_1206505364275_1277908019_609906_7287322_n" src="http://gora.files.wordpress.com/2009/10/5369_1206505364275_1277908019_609906_7287322_n.jpg?w=300&#038;h=225" alt="5369_1206505364275_1277908019_609906_7287322_n" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Suasana Video Conference</p></div>
<p>Kami telah mengujicobakan hal ini ketika pelaksanaan kegiatan video conference yang dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Selatan (Syahrul Yasin Limpo) dengan 3 (tiga) Pusat Sumber Belajar Gugus (PSBG) binaan DBE2 USAID beberapa waktu yang lalu dalam acara Dies Natalis <strong><a title="Universitas Negeri Makassar" href="http://www.unm.ac.id" target="_blank">Universitas Negeri Makassar</a></strong>, Sulawesi Selatan. Hasilnya memang tidak begitu sempurna, artinya sedikit berbeda kualitas dengan dibandingkan dengan perangkat video conference yang mahal seperti Polycom. Namun hal ini cukup memberikan pengalaman tersendiri khususnya untuk beberapa PSBG yang mengikuti acara ini, yaitu PSBG Pelita Ilmu di Pangkep, PSBG Karya Mandiri Guru di Makassar dan PSBG Harapan Baru di Jeneponto dimana mereka untuk pertama kalinya dapat melakukan dialog secara langsung dengan Rektor UNM dan Gubernur Sulawesi Selatan.</p>
<p><span id="more-526"></span></p>
<p>Perangkat yang dibutuhkan untuk dapat menyelenggarakan kegiatan ini dengan 4 (empat) titik komunikasi antara lain :</p>
<ol>
<li><strong>PC (Personal Computer)</strong> sebanyak 3 (tiga) unit yang telah diinstall aplikasi <strong>Skype</strong></li>
<li><strong>VGA to A/V Adapter</strong>, sebagai perangkat keluaran (output) untuk menampilkan gambar dari PC ke koneksi A/V (Audio Video) yang ada pada Quad Processor. Keluaran dari Adapter ini akan disambungkan pada port A/V dalam Quad Processor.</li>
<li><strong>TV Tunner Eksternal (USB)</strong> untuk menangkap gambar dari Camcorder yang difungsikan untuk menangkap gambar pembicara yang ada di mimbar/panggung.</li>
<li><strong>Quad Processor/Multiplexer</strong>, sebagai mixer video murah. Quad Processor ini adalah perangkat pengolah video yang berasal dari 4 (empat) sumber agar dapat ditampilkan secara bersama-sama.</li>
<li><strong>A/V Distributor</strong>, yang berfungsi untuk memperkuat dan membagi sinyal video keluaran untuk ditampilkan pada banyak media sorot/LCD proyektor.</li>
<li><strong>A/V Selector</strong>, yang berfungsi untuk memilih sumber video yang akan ditampilkan di layar.</li>
<li><strong>Camcorder</strong>, berfungsi untuk menangkap gambar dalam ruangan konferensi</li>
<li><strong>Audio Mixer</strong>, untuk mengolah dan memperkuat suara dari panggung dan masukan dari komputer.</li>
<li><strong>Converter jack audio mono</strong>, ujung besar ke ujung kecil, sebagai penghubung kabel Audio dari mixer audio (jack besar) ke komputer (jack kecil), baik untuk kabel audio output maupun input.</li>
<li><strong>Kabel Audio/Video</strong></li>
<li><strong>LCD Proyektor</strong>, untuk menampilkan gambar keluaran ke layar/screen</li>
</ol>
<p>Pasangkan semua komponen yang ada diatas sesuai dengan gambar skema yang ada di bawah ini.</p>
<div id="attachment_528" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://gora.files.wordpress.com/2009/10/video-conference-equipment-scheme.jpg"><img class="size-medium wp-image-528" title="Skema Instalasi Perangkat Video Conference Multipoint" src="http://gora.files.wordpress.com/2009/10/video-conference-equipment-scheme.jpg?w=300&#038;h=212" alt="Skema Instalasi Perangkat Video Conference Multipoint" width="300" height="212" /></a><p class="wp-caption-text">Skema Instalasi Perangkat Video Conference Multipoint</p></div>
<p>Berikutnya PC akan melakukan panggilan dengan satu tempat, kemudian PC lain akan melakukan hal yang sama namun dengan tempat yang berbeda. Video yang tampil di masing-masing komputer akan dimasukkan dalam Quad Processor/Multiplexer dan akan ditampilkan bersama-sama alias dicampur (di-mix). Lalu audio juga akan dicampur memanfaatkan mixer audio.</p>
<p><a href="http://gora.files.wordpress.com/2009/10/5369_1206504364250_1277908019_609900_6581207_n.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-535" title="5369_1206504364250_1277908019_609900_6581207_n" src="http://gora.files.wordpress.com/2009/10/5369_1206504364250_1277908019_609900_6581207_n.jpg?w=300&#038;h=225" alt="5369_1206504364250_1277908019_609900_6581207_n" width="300" height="225" /></a><br />
<a href="http://gora.files.wordpress.com/2009/10/5369_1206504404251_1277908019_609901_7430028_n.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-534" title="5369_1206504404251_1277908019_609901_7430028_n" src="http://gora.files.wordpress.com/2009/10/5369_1206504404251_1277908019_609901_7430028_n.jpg?w=300&#038;h=225" alt="PC yang Digunakan untuk Melakukan Panggilan" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Agar tampilan yang dihasilkan memiliki kualitas yang bagus, baik dari sisi kualitas gambar maupun kualitas suara, maka diperlukan lebar bandwidth yang cukup besar. Dari pengalaman kami, dengan bandwidth 1 Mbps (Leased Line) di lokasi Auditorium Universitas Negeri Makassar dan lebar bandwidth up to 512 Kbps (Telkomnet Speedy) di tiga lokasi PSBG sangat cukup untuk melakukan panggilan video dengan kualitas suara dan video yang cukup bagus.</p>
<p>Penjelasan diatas merupakan solusi alternatif untuk dapat menyelenggarakan video conference untuk 4 (empat) tempat dengan biaya murah. Semoga cara ini dapat menjadi solusi murah untuk menyelenggarakan komunikasi video multipoint.</p>
<p><strong><a href="http://www.dbe-usaid.org/news/index.cfm?id=269&amp;fuseaction=detail&amp;statusID=3" target="_blank">Baca tulisan/berita lengkap pelaksanaan video conference disini</a></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gora.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gora.wordpress.com/526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gora.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gora.wordpress.com/526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gora.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gora.wordpress.com/526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gora.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gora.wordpress.com/526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gora.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gora.wordpress.com/526/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gora.wordpress.com&blog=212625&post=526&subd=gora&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gora.wordpress.com/2009/10/28/do-it-yourself-project-menyelenggarakan-multipoint-video-conferencing-menggunakan-skype/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/282337a8ee1470f1e833bb0b80189d5a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gora</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gora.files.wordpress.com/2009/10/5369_1206539645132_1277908019_609959_5949098_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">5369_1206539645132_1277908019_609959_5949098_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gora.files.wordpress.com/2009/10/5369_1206505364275_1277908019_609906_7287322_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">5369_1206505364275_1277908019_609906_7287322_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gora.files.wordpress.com/2009/10/video-conference-equipment-scheme.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Skema Instalasi Perangkat Video Conference Multipoint</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gora.files.wordpress.com/2009/10/5369_1206504364250_1277908019_609900_6581207_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">5369_1206504364250_1277908019_609900_6581207_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gora.files.wordpress.com/2009/10/5369_1206504404251_1277908019_609901_7430028_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">5369_1206504404251_1277908019_609901_7430028_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengembangan Jaringan Gugus Sekolah (ClusterNet), Upaya Gotong Royong Menghubungkan Sekolah dengan Jaringan Global</title>
		<link>http://gora.wordpress.com/2009/10/08/pengembangan-jaringan-gugus-sekolah-clusternet-upaya-gotong-royong-menghubungkan-sekolah-dengan-jaringan-global/</link>
		<comments>http://gora.wordpress.com/2009/10/08/pengembangan-jaringan-gugus-sekolah-clusternet-upaya-gotong-royong-menghubungkan-sekolah-dengan-jaringan-global/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 15:22:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gora</dc:creator>
				<category><![CDATA[Classroom 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[Creative Idea]]></category>
		<category><![CDATA[DIY Project]]></category>
		<category><![CDATA[Diary]]></category>
		<category><![CDATA[E-Learning]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Information Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Service]]></category>
		<category><![CDATA[Telecommunication]]></category>
		<category><![CDATA[Web 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[internet application]]></category>
		<category><![CDATA[computer network]]></category>
		<category><![CDATA[internet connection]]></category>
		<category><![CDATA[low cost antenna]]></category>
		<category><![CDATA[rt-rw net]]></category>
		<category><![CDATA[teacher professional development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gora.wordpress.com/?p=508</guid>
		<description><![CDATA[Decentralized Basic Education 2 : Teaching and Learning (DBE2) sebagai proyek peningkatan kualitas belajar mengajar di pendidikan dasar di Indonesia saat ini tengah mengembangkan Pusat Sumber Belajar Gugus (PSBG) guna mendukung dan memfasilitasi berbagai kegiatan di setiap gugus sekolah sebagai peningkatan Pusat Kegiatan Guru (PKG) yang telah ada lebih dulu. Sesuai dengan (4) empat fungsinya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gora.wordpress.com&blog=212625&post=508&subd=gora&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_519" class="wp-caption alignleft" style="width: 229px"><a href="http://gora.files.wordpress.com/2009/10/clust-1.jpg"><img class="size-medium wp-image-519" title="clust-1" src="http://gora.files.wordpress.com/2009/10/clust-1.jpg?w=219&#038;h=300" alt="Antenna pemancar yang menjulang tinggi di depan gedung Pusat Sumber Belajar Gugus (PSBG)" width="219" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Antenna pemancar yang menjulang tinggi di depan gedung Pusat Sumber Belajar Gugus (PSBG) Ki Hajar Dewantara, Kaliwungu, Kudus</p></div>
<p>Decentralized Basic Education 2 : Teaching and Learning (DBE2) sebagai proyek peningkatan kualitas belajar mengajar di pendidikan dasar di Indonesia saat ini tengah mengembangkan Pusat Sumber Belajar Gugus (PSBG) guna mendukung dan memfasilitasi berbagai kegiatan di setiap gugus sekolah sebagai peningkatan Pusat Kegiatan Guru (PKG) yang telah ada lebih dulu. Sesuai dengan (4) empat fungsinya, Pusat Sumber Belajar Gugus (PSBG) yang tersebar di seluruh Indonesia akan digunakan oleh berbagai pemangku kepentingan pendidikan sebagai tempat pertemuan membahas berbagai rencana kegiatan di gugus (fungsi <strong>Pertemuan</strong>), sebagai tempat berlangsungnya berbagai kegiatan pelatihan untuk guru (fungsi <strong>Pengembangan Profesional</strong>), tempat untuk mengembangkan materi pembelajaran dan alat peraga murah (fungsi <strong>Produksi</strong>), serta menjadi wahana mengakses sumber pembelajaran baik berupa buku, CD Multimedia maupun secara online mengakses sumber pembelajaran di Internet (sebagai fungsi <strong>Informasi</strong>).</p>
<p>Khusus untuk mendukung keempat fungsi tersebut, terutama untuk mendukung kegiatan komunikasi, kolaborasi, melakukan pencarian dan eksplorasi sumber belajar, PSBG perlu untuk terhubung dengan jaringan global yaitu Internet serta menghubungkan komputer yang ada di PSBG dengan jaringan lokal (<em>Local Area Network</em>). Untuk itu PSBG membutuhkan infrastruktur jaringan Internet dan Intranet, kegiatan ujicoba dan pelatihan untuk mengoptimalkan jaringan yang ada nantinya. Oleh karena itu DBE2 melakukan ujicoba kegiatan “<strong>ClusterNet (Cluster Network)”</strong> sebagai upaya untuk pembangunan jaringan internet dan jaringan lokal di gugus (<em>cluster</em>).</p>
<div id="attachment_523" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://gora.files.wordpress.com/2009/10/clust-2.jpg"><img class="size-medium wp-image-523" title="clust-2" src="http://gora.files.wordpress.com/2009/10/clust-2.jpg?w=300&#038;h=274" alt="Antenna tutup panci bolic untuk menghubungkan sekolah dengan koneksi jaringan lokal dan Internet di gugus" width="300" height="274" /></a><p class="wp-caption-text">Antenna tutup panci bolic untuk menghubungkan sekolah dengan koneksi jaringan lokal dan Internet di gugus</p></div>
<p>Kegiatan ujicoba dilakukan di 4 (empat) PSBG yang berada di propinsi Jawa Tengah. Keempat PSBG tersebut adalah PSBG Ki Hajar Dewantara (Kaliwungu, Kudus), PSBG Pratiwi Sudarmono (Tahunan, Jepara), PSBG Gatotkaca (Jogonalan, Klaten) dan PSBG Diponegoro (Cepogo, Boyolali). Di keempat PSBG tersebut saat ini telah dibangun antena pemancar untuk menyebarluaskan koneksi jaringan lokal dan Internet yang ada di PSBG kepada sekolah sekitar. Kemudian sekolah yang ada di sekitar PSBG terhubung memanfaatkan perangkat penerima wireless murah yaitu dengan Tutup Panci Bolic <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Dalam kegiatan ClusterNet ini warga gugus bergotong-royong untuk membayar biaya bulanan langganan Internet. Mereka juga diharapkan dapat berswadaya untuk membuat perangkat penerima wireless yang murah, untuk menghubungkan sekolah mereka dengan koneksi jaringan lokal gugus dan koneksi Internet. Harapan kami koneksi jaringan lokal dan Internet ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan guru dalam menunjang kegiatan pengembangan profesionalisme mereka serta dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran kepada siswa saat ini. Dibutuhkan komitmen yang kuat dari gugus untuk melakukan hal ini mengingat kebutuhan pembiayaan yang tidak sedikit. Namun berkat dukungan yang kompak dari sekolah-sekolah yang ada di gugus, serta dukungan dari Kepala UPTD setempat, maka keberlangsungan aktifitas ini dipastikan akan berjalan. Semoga apa yang kita lakukan dapat memberi manfaat untuk pendidikan di Indonesia. Semoga!</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gora.wordpress.com/508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gora.wordpress.com/508/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gora.wordpress.com/508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gora.wordpress.com/508/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gora.wordpress.com/508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gora.wordpress.com/508/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gora.wordpress.com/508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gora.wordpress.com/508/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gora.wordpress.com/508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gora.wordpress.com/508/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gora.wordpress.com&blog=212625&post=508&subd=gora&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gora.wordpress.com/2009/10/08/pengembangan-jaringan-gugus-sekolah-clusternet-upaya-gotong-royong-menghubungkan-sekolah-dengan-jaringan-global/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/282337a8ee1470f1e833bb0b80189d5a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gora</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gora.files.wordpress.com/2009/10/clust-1.jpg?w=219" medium="image">
			<media:title type="html">clust-1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gora.files.wordpress.com/2009/10/clust-2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">clust-2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Intel Education Award 2009 : Penghargaan Bagi Guru Indonesia yang Memanfaatkan TIK dalam Proses Belajar Mengajar</title>
		<link>http://gora.wordpress.com/2009/10/08/intel-education-award-2009-penghargaan-bagi-guru-indonesia-yang-memanfaatkan-tik-dalam-proses-belajar-mengajar/</link>
		<comments>http://gora.wordpress.com/2009/10/08/intel-education-award-2009-penghargaan-bagi-guru-indonesia-yang-memanfaatkan-tik-dalam-proses-belajar-mengajar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 09:41:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gora</dc:creator>
				<category><![CDATA[Active Learning]]></category>
		<category><![CDATA[Classroom 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[Creative Idea]]></category>
		<category><![CDATA[Diary]]></category>
		<category><![CDATA[E-Learning]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Information Technology]]></category>
		<category><![CDATA[ICT in classroom]]></category>
		<category><![CDATA[integrating technology in classroom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gora.wordpress.com/?p=511</guid>
		<description><![CDATA[Intel Indonesia Corp. bekerjasama dengan Ditjen. PMPTK menyelenggarakan Intel Education Award 2009 seiring dengan pemilihan guru berprestasi tahun 2009 dari tanggal 12 – 16 Agustus 2009.
125 guru dari jenjang TK (26 guru), SD (33 guru), SMP (33 guru) dan SMA (33 guru) bersaing untuk memperebutkan Guru Berprestasi Tingkat Nasional. Mereka berasal dari seluruh propinsi di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gora.wordpress.com&blog=212625&post=511&subd=gora&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_514" class="wp-caption alignleft" style="width: 179px"><a href="http://gora.files.wordpress.com/2009/10/6330_1205212336107_1402617177_30587946_7669468_n.jpg"><img class="size-medium wp-image-514" title="6330_1205212336107_1402617177_30587946_7669468_n" src="http://gora.files.wordpress.com/2009/10/6330_1205212336107_1402617177_30587946_7669468_n.jpg?w=169&#038;h=225" alt="Memeriksa RPP Produk Guru" width="169" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Memeriksa RPP Produk Guru</p></div>
<p>Intel Indonesia Corp. bekerjasama dengan Ditjen. PMPTK menyelenggarakan Intel Education Award 2009 seiring dengan pemilihan guru berprestasi tahun 2009 dari tanggal 12 – 16 Agustus 2009.</p>
<p>125 guru dari jenjang TK (26 guru), SD (33 guru), SMP (33 guru) dan SMA (33 guru) bersaing untuk memperebutkan Guru Berprestasi Tingkat Nasional. Mereka berasal dari seluruh propinsi di Indonesia. Seleksi telah berlangsung dari tingkat Sekolah, tingkat Kecamatan, tingkat Kota/Kabupaten dan tingkat Propinsi.</p>
<p>Semua pemenang tingkat Propinsi ini berkumpul di Hotel Sahid Jakarta untuk mengikuti serangkaian acara lomba. Para Juri yang berasal dari kalangan akademisi dan PMPTK memeriksa Portofolio, tes tertulis, karya tulis dan wawancara. Intel Indonesia Corporation sebagai partner Diknas (khususnya PMPTK) mengambil bagian dalam proses ini. Intel secara khusus memberikan penghargaan INTEL EDUCATION AWARD 2009. Diharapkan pemberian penghargaan ini akan terus dilaksanakan di Indonesia di tahun-tahun yang akan datang.</p>
<p>Acara dibuka secara resmi oleh DR. Baedhowi, Sekretaris Jenderal PMPTK. Lomba pun di mulai. Empat (4) orang Juri Intel Teach didampingi Pak Brimy Laksmana terlibat dalam penjurian Intel Education Award ini. Heru Triwiyono menjadi juri guru TK, Hary Pujianto menjadi juri guru SD, Winastwan Gora Swajati menjadi juri guru SMP dan Agnito Moningka menjadi juri guru SMA.</p>
<p><span id="more-511"></span></p>
<p>Para Juri Intel secara khusus mencermati RPP (Rencana Program Pengajaran) para guru yang terdapat pada portofolio mereka dan bersama para Juri lainnya ikut dalam sesi wawancara.</p>
<p>Konsentrasi penilaian terarah pada pertanyaan apakah para guru melaksanakan pembelajaran yang berpusat pada siswa? Dan bagaimana TIK dimanfaatkan dalam pembelajaran yang berpusat pada siswa? Tim Juri Intel menetapkan 4 kriteria dalam rubrik penilaiannya yang dijabarkan dalam 25 daftar periksa dan 7 pertanyaan wawancara.</p>
<p>Hasilnya adalah sebagai berikut</p>
<p><strong> Desi Dahlan, S.Pd ; SMAN 2  Pasie Laweh ; Sumatera Barat </strong></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr bgcolor="#e6e6e6">
<td colspan="4">Nilai RUBRIK [Skala 4]</td>
</tr>
<tr bgcolor="#ffffff">
<td>Proses Belajar Mengajar</td>
<td>Penanganan Kelas</td>
<td>Penilaian</td>
<td>Teknologi</td>
</tr>
<tr bgcolor="#e6e6e6">
<td>3.33</td>
<td>2.53</td>
<td>2.56</td>
<td>2.53</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="10"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Nilai rata rata : 2.74</p>
<p><strong> Dra. Junita Karyawetti, M.Pd ; SMPN 3 Kota Singkarak ; Sumatera Barat </strong></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr bgcolor="#e6e6e6">
<td colspan="4">Nilai RUBRIK [Skala 4]</td>
</tr>
<tr bgcolor="#ffffff">
<td>Proses Belajar Mengajar</td>
<td>Penanganan Kelas</td>
<td>Penilaian</td>
<td>Teknologi</td>
</tr>
<tr bgcolor="#e6e6e6">
<td>3</td>
<td>2.53</td>
<td>2.56</td>
<td>1.33</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="10"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Nilai rata rata : 2.36</p>
<p><strong> Tangsi Sasmito, M.Pd ; TK-SD Model Blotan Wedomartani ; DI Yogyakarta </strong></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr bgcolor="#e6e6e6">
<td colspan="4">Nilai RUBRIK [Skala 4]</td>
</tr>
<tr bgcolor="#ffffff">
<td>Proses Belajar Mengajar</td>
<td>Penanganan Kelas</td>
<td>Penilaian</td>
<td>Teknologi</td>
</tr>
<tr bgcolor="#e6e6e6">
<td>3.33</td>
<td>2.13</td>
<td>2.22</td>
<td>1.67</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="10"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Nilai rata rata : 2.34</p>
<p><strong> Tjitji Wartisah, S.Pd ; TK Darul Hikam II Rancaekek ; Jawa Barat </strong></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr bgcolor="#e6e6e6">
<td colspan="4">Nilai RUBRIK [Skala 4]</td>
</tr>
<tr bgcolor="#ffffff">
<td>Proses Belajar Mengajar</td>
<td>Penanganan Kelas</td>
<td>Penilaian</td>
<td>Teknologi</td>
</tr>
<tr bgcolor="#e6e6e6">
<td>2.17</td>
<td>1.9</td>
<td>2.22</td>
<td>2</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="10"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Nilai rata rata : 2.07</p>
<p><strong> Drs. OAN Hasanuddin, MA ; SMAN 8  Pekanbaru ; Riau </strong></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr bgcolor="#e6e6e6">
<td colspan="4">Nilai RUBRIK [Skala 4]</td>
</tr>
<tr bgcolor="#ffffff">
<td>Proses Belajar Mengajar</td>
<td>Penanganan Kelas</td>
<td>Penilaian</td>
<td>Teknologi</td>
</tr>
<tr bgcolor="#e6e6e6">
<td>3</td>
<td>2.67</td>
<td>1.89</td>
<td>0.67</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="10"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Nilai rata rata : 2.06</p>
<p><strong> Siti Nur Hamidah, S.Pd ; SDN Kebon Pedes 1 ; Jawa Barat </strong></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr bgcolor="#e6e6e6">
<td colspan="4">Nilai RUBRIK [Skala 4]</td>
</tr>
<tr bgcolor="#ffffff">
<td>Proses Belajar Mengajar</td>
<td>Penanganan Kelas</td>
<td>Penilaian</td>
<td>Teknologi</td>
</tr>
<tr bgcolor="#e6e6e6">
<td>3.17</td>
<td>2.2</td>
<td>1.5</td>
<td>1.3</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="10"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Nilai rata rata : 2.05</p>
<p>Acara pemberian penghargaan Intel Education Award 2009 dilaksanakan di Restoran Pulau Dua. Acara dihadiri oleh Budi Wahyu Jati selaku Country Manager Intel Corporation Indonesia dan Pak Giri Sekretaris Direktorat Jenderal PMPTK yang juga berkenan memberikan arahan kepada para pemenang dan seluruh guru yang hadir.</p>
<p>Selamat kepada para pemenang dan kita menatap Intel Education Award 2010. Semoga tahun depan lebih baik dari tahun ini.</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" align="center">
<tbody>
<tr>
<td width="50%" bgcolor="#ffffff">
<p align="center"><img src="http://www.intel.com/cd/corporate/education/apac/ind/news/430898.htm" border="0" alt="DR. Baedhowi (Direktur PMPTK) membuka “Pemilihan Guru Berprestasi Tingkat Nasional”" width="200" height="150" /><br />
DR. Baedhowi (Direktur PMPTK) membuka “Pemilihan Guru Berprestasi Tingkat Nasional”</p>
</td>
<td width="50%" bgcolor="#ffffff">
<p align="center"><img src="http://www.intel.com/cd/corporate/education/apac/ind/news/430899.htm" border="0" alt="Para peserta Sesi Wawancara berfoto bersama dengan tim Juri (tingkat SMA)" /><br />
Para peserta Sesi Wawancara berfoto bersama dengan tim Juri (tingkat SMA)</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="50%" bgcolor="#ffffff"></td>
<td width="50%" bgcolor="#ffffff"></td>
</tr>
<tr>
<td width="50%" bgcolor="#ffffff">
<p align="center"><img src="http://www.intel.com/cd/corporate/education/apac/ind/news/430900.htm" border="0" alt="Country Manager Intel Corp. Indonesia berkenan menyerahkan hadiah untuk para pemenang." width="200" height="150" /><br />
Country Manager Intel Corp. Indonesia berkenan menyerahkan hadiah untuk para pemenang.</p>
</td>
<td width="50%" bgcolor="#ffffff">
<p align="center"><img src="http://www.intel.com/cd/corporate/education/apac/ind/news/430901.htm" border="0" alt="Inilah wajah-wajah para pemenang Intel Education Award 2009. " width="200" height="150" /><br />
Inilah wajah-wajah para pemenang Intel Education Award 2009.</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gora.wordpress.com/511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gora.wordpress.com/511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gora.wordpress.com/511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gora.wordpress.com/511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gora.wordpress.com/511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gora.wordpress.com/511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gora.wordpress.com/511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gora.wordpress.com/511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gora.wordpress.com/511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gora.wordpress.com/511/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gora.wordpress.com&blog=212625&post=511&subd=gora&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gora.wordpress.com/2009/10/08/intel-education-award-2009-penghargaan-bagi-guru-indonesia-yang-memanfaatkan-tik-dalam-proses-belajar-mengajar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/282337a8ee1470f1e833bb0b80189d5a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gora</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gora.files.wordpress.com/2009/10/6330_1205212336107_1402617177_30587946_7669468_n.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">6330_1205212336107_1402617177_30587946_7669468_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.intel.com/cd/corporate/education/apac/ind/news/430898.htm" medium="image">
			<media:title type="html">DR. Baedhowi (Direktur PMPTK) membuka “Pemilihan Guru Berprestasi Tingkat Nasional”</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.intel.com/cd/corporate/education/apac/ind/news/430899.htm" medium="image">
			<media:title type="html">Para peserta Sesi Wawancara berfoto bersama dengan tim Juri (tingkat SMA)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.intel.com/cd/corporate/education/apac/ind/news/430900.htm" medium="image">
			<media:title type="html">Country Manager Intel Corp. Indonesia berkenan menyerahkan hadiah untuk para pemenang.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.intel.com/cd/corporate/education/apac/ind/news/430901.htm" medium="image">
			<media:title type="html">Inilah wajah-wajah para pemenang Intel Education Award 2009. </media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memanfaatkan Wiimote Sebagai Alat Bantu Presentasi</title>
		<link>http://gora.wordpress.com/2009/08/16/memanfaatkan-wiimote-sebagai-alat-bantu-presentasi/</link>
		<comments>http://gora.wordpress.com/2009/08/16/memanfaatkan-wiimote-sebagai-alat-bantu-presentasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Aug 2009 03:44:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gora</dc:creator>
				<category><![CDATA[Classroom 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[Creative Idea]]></category>
		<category><![CDATA[Creative Ideas]]></category>
		<category><![CDATA[DIY Project]]></category>
		<category><![CDATA[Diary]]></category>
		<category><![CDATA[E-Learning]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Hardware Review]]></category>
		<category><![CDATA[Information Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Software]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gora.wordpress.com/?p=505</guid>
		<description><![CDATA[Setelah bereksperimen dengan Wiimote sebagai papan pintar (smartboard), ternyata manfaat Wiimote tidak sampai disini saja. Ternyata Wiimote dapat dimanfaatkan sebagai remote control untuk mengendalikan presentasi PowerPoint di layar. Aktivitas presentasi menjadi lebih mudah menggunakan perangkat ini, karena Anda tidak perlu lagi harus mengunjungi laptop/notebook Anda untuk sekedar menekan tombol panah untuk melanjutkan slide PowerPoint.
Cukup sediakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gora.wordpress.com&blog=212625&post=505&subd=gora&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_506" class="wp-caption alignleft" style="width: 220px"><a href="http://gora.files.wordpress.com/2009/08/wiimote.jpg"><img class="size-medium wp-image-506 " style="margin:2px;" title="wiimote" src="http://gora.files.wordpress.com/2009/08/wiimote.jpg?w=210&#038;h=137" alt="Nintendo Wii Remote (Wiimote)" width="210" height="137" /></a><p class="wp-caption-text">Nintendo Wii Remote (Wiimote)</p></div>
<p>Setelah bereksperimen dengan Wiimote sebagai papan pintar (smartboard), ternyata manfaat Wiimote tidak sampai disini saja. Ternyata Wiimote dapat dimanfaatkan sebagai remote control untuk mengendalikan presentasi PowerPoint di layar. Aktivitas presentasi menjadi lebih mudah menggunakan perangkat ini, karena Anda tidak perlu lagi harus mengunjungi laptop/notebook Anda untuk sekedar menekan tombol panah untuk melanjutkan slide PowerPoint.</p>
<p>Cukup sediakan wiimote dan software bernama <strong><a title="Wiimote Presenter" href="http://jasonlpsmith.googlepages.com/wiimotepresenter" target="_blank">Wiimote Presenter</a></strong> maka wiimote Anda telah siap digunakan sebagai remote control presentasi. Petama-tama install terlebih dahulu aplikasi Wiimote Presenter ke dalam komputer. Lalu aktifkan koneksi bluetooth di komputer. Tambahkan device bluetooth baru di komputer, biasanya Wiimote akan dikenali sebagai Nintendo RVL-CNT-01. Pastikan Wiimote berhasil terkoneksi dengan baik ke komputer.</p>
<p>Kemudian jalankan aplikasi Wiimote Presenter, dan jalankan pula presentasi PowerPoint Anda, maka Wiimote telah siap digunakan sebagai remote control. Gunakan tombol panah yang ada di Wiimote untuk mengendalikan slide presentasi maju dan mundur. <strong>Selamat mencoba!!! </strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gora.wordpress.com/505/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gora.wordpress.com/505/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gora.wordpress.com/505/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gora.wordpress.com/505/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gora.wordpress.com/505/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gora.wordpress.com/505/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gora.wordpress.com/505/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gora.wordpress.com/505/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gora.wordpress.com/505/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gora.wordpress.com/505/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gora.wordpress.com&blog=212625&post=505&subd=gora&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gora.wordpress.com/2009/08/16/memanfaatkan-wiimote-sebagai-alat-bantu-presentasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/282337a8ee1470f1e833bb0b80189d5a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gora</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gora.files.wordpress.com/2009/08/wiimote.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wiimote</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>E-Book Gratis : Panduan Guru Membuat Video Pembelajaran, Camera Mata Produksi</title>
		<link>http://gora.wordpress.com/2009/08/01/e-book-gratis-panduan-guru-membuat-video-pembelajaran-camera-mata-produksi/</link>
		<comments>http://gora.wordpress.com/2009/08/01/e-book-gratis-panduan-guru-membuat-video-pembelajaran-camera-mata-produksi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Aug 2009 16:34:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gora</dc:creator>
				<category><![CDATA[Classroom 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[Creative Idea]]></category>
		<category><![CDATA[Creative Ideas]]></category>
		<category><![CDATA[DIY Project]]></category>
		<category><![CDATA[Diary]]></category>
		<category><![CDATA[E-Book]]></category>
		<category><![CDATA[E-Learning]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Information Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Video Production]]></category>
		<category><![CDATA[Web 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan TIK]]></category>
		<category><![CDATA[Pemanfaatan ICT dalam Pembelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[Pemanfaatan TIK dalam pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[peningkatan professionalisme guru]]></category>
		<category><![CDATA[produksi video]]></category>
		<category><![CDATA[science movie]]></category>
		<category><![CDATA[teknik pengambilan gambar]]></category>
		<category><![CDATA[teknik shooting]]></category>
		<category><![CDATA[video pembelajaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gora.wordpress.com/?p=501</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa tahun belakangan ini  Camcorder atau kamera video yang dilengkapi recorder (perekam) semakin memasyarakat. Saat ini sudah bukan sesuatu yang luar biasa menyaksikan seseorang menenteng-nenteng camcorder untuk mengabadikan suatu peristiwa. Yang tak kalah menariknya adalah harga dari perangkat tersebut saat ini cukup terjangkau. Anda tak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk bisa memiliki sebuah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gora.wordpress.com&blog=212625&post=501&subd=gora&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_502" class="wp-caption alignleft" style="width: 222px"><a href="http://gora.files.wordpress.com/2009/08/cover-camcorder.jpg"><img class="size-medium wp-image-502" style="margin:2px;" title="cover-camcorder" src="http://gora.files.wordpress.com/2009/08/cover-camcorder.jpg?w=212&#038;h=300" alt="cover-camcorder" width="212" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Cover E-Book</p></div>
<p>Beberapa tahun belakangan ini  Camcorder atau kamera video yang dilengkapi recorder (perekam) semakin memasyarakat. Saat ini sudah bukan sesuatu yang luar biasa menyaksikan seseorang menenteng-nenteng camcorder untuk mengabadikan suatu peristiwa. Yang tak kalah menariknya adalah harga dari perangkat tersebut saat ini cukup terjangkau. Anda tak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk bisa memiliki sebuah camcorder analog ataupun digital dengan fitur yang cukup lengkap. Barangkali hal inilah yang membuat camcorder begitu memasyarakat.</p>
<p>Tidak sekedar untuk fungsi dokumentasi untuk keperluan khusus, misalnya untuk pembuatan video pembelajaran dapat juga dilakukan hanya dengan camcorder. Guru-pun dapat mengembangkan video pembelajaran sebagai bahan ajar, agar dapat digunakan oleh para siswa belajar mandiri di rumah. Atau membuat sebuah konten video sebagai bahan diskusi yang dapat diputar ketika aktivitas pembelajaran berlangsung di kelas.</p>
<p>Namun sangat disayangkan memasyarakatnya camcorder tidak dibarengi dengan penyebaran pengetahuan yang memadai mengenai cara-cara pendayagunaannya. Akibatnya banyak sekali rekaman video yang terlihat hanya sebagai kumpulan rekaman yang asal-asalan dan kurang menarik untuk ditonton.</p>
<p><span id="more-501"></span></p>
<p>Nah buku “<strong>Panduan Guru Membuat Video Pembelajaran : Camera Mata Produksi</strong>” ini hadir sebagai panduan mengoptimalkan kegunaan camcorder anda, khususnya untuk pembuatan video pembelajaran agar menarik dan seru untuk ditonton. Buku ini membahas tentang bagaimana melakukan pengambilan gambar (shooting) yang baik menggunakan camcorder. Video ini berisikan berbagai panduan mengenai berbagai posisi badan ketika melakukan pengambilan gambar (cara memegang camcorder), penggunaan tripod untuk kestabilan gambar, teknik dasar pencahayaan, durasi minimal pengambilan gambar, sudut pengambilan gambar, berbagai ukuran shot, pergerakan kamera, mengenal fokus kamera, dan berbagai tip dan trik pengambilan gambar.</p>
<p>Akhirnya, selamat mengikuti tutorial yang ada dalam buku ini, semoga dapat memberi manfaat kepada guru-guru di Indonesia. Dan semoga dengan tambahan keterampilan ini kualitas pendidikan yang diberikan kepada para siswa dapat meningkat!.</p>
<p><strong><a title="E-Book Gratis : Camera Mata Produksi" href="http://www.box.net/shared/xbkzgxev61" target="_blank">Download Buku Disini (Ukuran File : 14.6 MB)</a></strong></p>
<p>(C) Hak Cipta oleh Winastwan Gora. Tidak diperkenankan untuk dimodifikasi lalu direproduksi tanpa seijin penulis. Bebas dipergunakan untuk kepentingan non-komersial.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gora.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gora.wordpress.com/501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gora.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gora.wordpress.com/501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gora.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gora.wordpress.com/501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gora.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gora.wordpress.com/501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gora.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gora.wordpress.com/501/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gora.wordpress.com&blog=212625&post=501&subd=gora&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gora.wordpress.com/2009/08/01/e-book-gratis-panduan-guru-membuat-video-pembelajaran-camera-mata-produksi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/282337a8ee1470f1e833bb0b80189d5a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gora</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gora.files.wordpress.com/2009/08/cover-camcorder.jpg?w=212" medium="image">
			<media:title type="html">cover-camcorder</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Workshop E-Learning Hibah PHK-A2 Fakultas Perikanan UNLAM</title>
		<link>http://gora.wordpress.com/2009/07/21/workshop-e-learning-hibah-phk-a2-fakultas-perikanan-unlam/</link>
		<comments>http://gora.wordpress.com/2009/07/21/workshop-e-learning-hibah-phk-a2-fakultas-perikanan-unlam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2009 08:32:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gora</dc:creator>
				<category><![CDATA[Active Learning]]></category>
		<category><![CDATA[Classroom 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[Creative Idea]]></category>
		<category><![CDATA[Creative Ideas]]></category>
		<category><![CDATA[DIY Project]]></category>
		<category><![CDATA[Diary]]></category>
		<category><![CDATA[E-Learning]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Information Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Inside My Brain]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Service]]></category>
		<category><![CDATA[M-Learning]]></category>
		<category><![CDATA[Web 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>
		<category><![CDATA[internet application]]></category>
		<category><![CDATA[e-learning workshop]]></category>
		<category><![CDATA[hibah]]></category>
		<category><![CDATA[multimedia authoring]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan elearning]]></category>
		<category><![CDATA[self paced learning]]></category>
		<category><![CDATA[teacher training]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gora.wordpress.com/?p=495</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai rangkaian kegiatan peningkatan proses belajar mengajar melalui Hibah Kompetisi A-2, Jurusan Manajemen Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan UNLAM (Universitas Lambung Mangkurat) menyelenggarakan pelatihan E-Learning untuk para staf pengajar/dosen pada tanggal 29-30 Mei 2009 yang lalu. Pelatihan dengan E-Learning dengan tema &#8220;Designing Exemplary Online Course&#8221; bertujuan melatih para dosen untuk dapat mengembangkan pembelajaran/perkuliahan online sebagai komplemen [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gora.wordpress.com&blog=212625&post=495&subd=gora&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_496" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://gora.files.wordpress.com/2009/07/4691_1169643602754_1277908019_474618_4563555_n.jpg"><img class="size-medium wp-image-496" title="4691_1169643602754_1277908019_474618_4563555_n" src="http://gora.files.wordpress.com/2009/07/4691_1169643602754_1277908019_474618_4563555_n.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Foto Bersama Peserta Pelatihan E-Learning" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Foto Bersama Peserta Pelatihan E-Learning</p></div>
<p>Sebagai rangkaian kegiatan peningkatan proses belajar mengajar melalui Hibah Kompetisi A-2, Jurusan Manajemen Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan UNLAM (Universitas Lambung Mangkurat) menyelenggarakan pelatihan E-Learning untuk para staf pengajar/dosen pada tanggal 29-30 Mei 2009 yang lalu. Pelatihan dengan E-Learning dengan tema &#8220;<strong>Designing Exemplary Online Course</strong>&#8221; bertujuan melatih para dosen untuk dapat mengembangkan pembelajaran/perkuliahan online sebagai komplemen dari perkuliahan tatap muka yang telah ada.</p>
<p>Pelatihan ini difasilitasi oleh Winastwan Gora Swajati, dengan dibantu beberapa staf pengajar dari <a title="Universitas Lambung Mangkurat" href="http://www.unlam.ac.id" target="_blank">UNLAM</a> sebagai co-fasilitator. Pelatihan yang diikuti oleh 30-an dosen ini membahas mengenai dasar E-Learning, merancang perkuliahan online yang efektif, mendesain tujuan dan struktur perkuliahan online, eksplorasi LMS (Learning Management System) sebagai lingkungan pembelajaran online, meningkatkan interaktifitas ruang kelas online, desain instruksional untuk pembelajaran online dan aktivitas evaluasi dalam ruang kelas online.</p>
<p><span id="more-495"></span></p>
<div id="attachment_497" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://gora.files.wordpress.com/2009/07/4691_1169642002714_1277908019_474612_523838_n.jpg"><img class="size-medium wp-image-497" title="4691_1169642002714_1277908019_474612_523838_n" src="http://gora.files.wordpress.com/2009/07/4691_1169642002714_1277908019_474612_523838_n.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Suasana Presentasi Hasil Pengembangan Kuliah Online oleh Peserta Pelatihan" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Suasana Presentasi Hasil Pengembangan Kuliah Online oleh Peserta Pelatihan</p></div>
<p>Tidak hanya pemaparan konsep dan teori saja,  dalam pelatihan ini para peserta diajak untuk langsung melakukan praktek pengembangan kuliah online. Peserta dibagi dalam beberapa kelompok, kemudian mereka mengembangkan sebuah proyek kelas online sesuai dengan mata kuliah yang mereka ampu saat ini. Kemampuan peserta dalam hal pengoperasian teknologi informasi tentu saja menjadi kendala, karena banyak peserta yang belum begitu familiar dengan aplikasi multimedia dan Internet. Hal ini merupakan fakta dilapangan. Untuk itu kami membuat peran untuk masing-masing anggota kelompok, dimana para dosen yang kurang mahir dalam pengoperasian aplikasi Internet akan menjadi SME (Subject Matter Expert) yang merupakan tenaga ahli yang khusus menelaah kualitas materi perkuliahan yang nantinya akan di-online-kan. Sedangkan dosen yang mahir dalam aplikasi multimedia dan Internet berperan sebagai Instructional Designer dalam kelompoknya. Instructional Designer inilah yang berperan menyusun konten dalam kelas online dan membuat interaktifitas multimedia.</p>
<p>Sengaja praktek dalam pelatihan ini kami buat dalam konsep PBL (Project Based Learning), Active Learning, Cooperative Learning dan Role-Play agar suasana pembelajaran menjadi lebih aktif dan mengasyikkan. Ketika melakukan pengembangan ruang kelas online, mereka juga melakukan <em><strong>formative assessment</strong></em> berupa rubrik penilaian perkuliahan online sebagai acuan pembelajaran online yang baik.</p>
<p>Dalam pelatihan ini kami menggunakan LMS gratis yang disediakan oleh <strong><a title="Eduslide.Net" href="http://eduslide.net" target="_blank">Eduslide.Net</a></strong> karena Fakultas Perikanan UNLAM belum memiliki LMS yang dihost sendiri, sehingga untuk mempermudah praktek kami menggunakan layanan web 2.0 gratis tersebut. Di akhir kegiatan, masing-masing kelompok harus mempresentasikan perkuliahan online yang telah dibuatnya. Kemudian, anggota kelompok lain dapat melakukan tanya jawab kepada kelompok yang melakukan presentasi.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gora.wordpress.com/495/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gora.wordpress.com/495/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gora.wordpress.com/495/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gora.wordpress.com/495/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gora.wordpress.com/495/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gora.wordpress.com/495/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gora.wordpress.com/495/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gora.wordpress.com/495/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gora.wordpress.com/495/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gora.wordpress.com/495/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gora.wordpress.com&blog=212625&post=495&subd=gora&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gora.wordpress.com/2009/07/21/workshop-e-learning-hibah-phk-a2-fakultas-perikanan-unlam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/282337a8ee1470f1e833bb0b80189d5a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gora</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gora.files.wordpress.com/2009/07/4691_1169643602754_1277908019_474618_4563555_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">4691_1169643602754_1277908019_474618_4563555_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gora.files.wordpress.com/2009/07/4691_1169642002714_1277908019_474612_523838_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">4691_1169642002714_1277908019_474612_523838_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita dari Intel Asia Senior Trainer Summit 2009 Vietnam</title>
		<link>http://gora.wordpress.com/2009/07/04/cerita-dari-intel-asia-senior-trainer-summit-2009-vietnam/</link>
		<comments>http://gora.wordpress.com/2009/07/04/cerita-dari-intel-asia-senior-trainer-summit-2009-vietnam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Jul 2009 16:49:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gora</dc:creator>
				<category><![CDATA[Active Learning]]></category>
		<category><![CDATA[Classroom 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[Diary]]></category>
		<category><![CDATA[E-Learning]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Information Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Web 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>
		<category><![CDATA[essentials course]]></category>
		<category><![CDATA[getting started]]></category>
		<category><![CDATA[intel teach training]]></category>
		<category><![CDATA[PBL]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan komputer]]></category>
		<category><![CDATA[Pemanfaatan TIK dalam pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan dasar]]></category>
		<category><![CDATA[project based learning]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gora.wordpress.com/?p=483</guid>
		<description><![CDATA[Pada tanggal 15-19 Juni 2009 saya berkesempatan mengikuti acara Intel Asia Senior Trainer Summit 2009 yang diselenggarakan oleh Intel Education Asia. Acara pertemuan para Senior Trainer dari seluruh negara di Asia yang dilaksanakan setiap tahun ini, kali ini diselenggarakan di Ho Chi Minh City, Vietnam tepatnya di Saigon Palace Hotel. Acara ini merupakan Intel Asia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gora.wordpress.com&blog=212625&post=483&subd=gora&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_486" class="wp-caption alignleft" style="width: 235px"><a href="http://gora.files.wordpress.com/2009/07/intel7.jpg"><img class="size-medium wp-image-486" title="intel7" src="http://gora.files.wordpress.com/2009/07/intel7.jpg?w=225&#038;h=300" alt="Bersama Para Pemateri dari Intel Education (Rattan Saleem, Agnes Nathan dan Teressa Maves)" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Bersama Para Pemateri dari Intel Education (Rattan Saleem, Agnes Nathan dan Teressa Maves)</p></div>
<p>Pada tanggal 15-19 Juni 2009 saya berkesempatan mengikuti acara Intel Asia Senior Trainer Summit 2009 yang diselenggarakan oleh Intel Education Asia. Acara pertemuan para Senior Trainer dari seluruh negara di Asia yang dilaksanakan setiap tahun ini, kali ini diselenggarakan di Ho Chi Minh City, Vietnam tepatnya di Saigon Palace Hotel. Acara ini merupakan Intel Asia Senior Trainer Summit pertama kali yang pernah saya hadiri semenjak menjadi Senior Trainer pada program IntelTeach baik untuk pelatihan Getting Started ataupun Essentials Course.</p>
<p>Beberapa negara yang turut serta dalam pertemuan ini antara lain, Indonesia, Vietnam (sebagai tuan rumah), Malaysia, Filipina, Kamboja, India, Pakistan, Korea, China, Taiwan, Thailand dan Australia. Dari Indonesia, kami hadir berlima yaitu Brimy Laksmana (Education Manager, Intel Education Indonesia), Agnito Moningka, Popo Ronald Alexander, Arif Nugraha dan saya sendiri Winastwan Gora.</p>
<p>Mengapa acara tersebut begitu menarik? Selama pertemuan ini, kami mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman baru seputar strategi pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam proses pembelajaran. Di hari pertama, kami diperkenalkan dengan produk Intel Teach Elements, yaitu modul-modul materi yang spesifik membahas tentang elemen dari kursus Intel Teach. Elemen yang diajarkan dan diperkenalkan ke kami kali ini adalah tentang PBL (Project Based Learning). Dalam sesi ini kami mempelajari dasar PBL dengan metode Jigsaw learning untuk mempercepat pemahaman peserta pelatihan tentang PBL ini.</p>
<p><span id="more-483"></span></p>
<div id="attachment_485" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://gora.files.wordpress.com/2009/07/asia3.jpg"><img class="size-medium wp-image-485" title="asia3" src="http://gora.files.wordpress.com/2009/07/asia3.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Mendiskusikan Project Based Learning" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Mendiskusikan Project Based Learning</p></div>
<p>Materi lain yang dibahas dalam pelatihan ini adalah tentang bagaimana mendesain project dalam PBL (disampaikan oleh Bushra dari Pakistan), anatomi evaluasi dalam PBL (disampaikan oleh Teressa Maves dari Intel Education USA), pendalaman materi tentang kecakapan abagd ke-21 (21st century skill), pemikiran tingkat tinggi (high order thinking), pemanfaatan Web 2.0 dalam pembelajaran, serta berbagi pengalaman terbaik (best practise) dari teman-teman perwakilan dari beberapa negara. Dalam pertemuan ini kami juga berkesempatan untuk mengikuti webinar (web seminar) yang dipaparkan oleh Joe Rattner (Corporate Technology Officer Intel Corp. USA) tentang singularity intellegence yang semakin di dekat didepan mata.</p>
<p>Selain mengikuti acara pelatihan, kami juga berkesempatan untuk berwisata belanja di kota Ho Chi Minh, menikmati pertunjukkan wayang air khas Vietnam, dan menikmati sajian makanan khas Vietnam. Semoga pengalaman berharga ini dapat berguna dan bermanfaat bagi integrasi Teknologi Informasi dalam pembelajaran lewat program Intel Teach kedepannya.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gora.wordpress.com/483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gora.wordpress.com/483/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gora.wordpress.com/483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gora.wordpress.com/483/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gora.wordpress.com/483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gora.wordpress.com/483/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gora.wordpress.com/483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gora.wordpress.com/483/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gora.wordpress.com/483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gora.wordpress.com/483/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gora.wordpress.com&blog=212625&post=483&subd=gora&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gora.wordpress.com/2009/07/04/cerita-dari-intel-asia-senior-trainer-summit-2009-vietnam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/282337a8ee1470f1e833bb0b80189d5a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gora</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gora.files.wordpress.com/2009/07/intel7.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">intel7</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gora.files.wordpress.com/2009/07/asia3.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">asia3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Edupunk?, Yeah It&#8217;s Me!!!</title>
		<link>http://gora.wordpress.com/2009/06/23/edupunk-yeah-its-me/</link>
		<comments>http://gora.wordpress.com/2009/06/23/edupunk-yeah-its-me/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2009 17:00:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gora</dc:creator>
				<category><![CDATA[Active Learning]]></category>
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Classroom 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[Creative Idea]]></category>
		<category><![CDATA[DIY Project]]></category>
		<category><![CDATA[Diary]]></category>
		<category><![CDATA[E-Learning]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Information Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Just For Fun]]></category>
		<category><![CDATA[M-Learning]]></category>
		<category><![CDATA[Open Source]]></category>
		<category><![CDATA[Telecommunication]]></category>
		<category><![CDATA[Web 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[DIY]]></category>
		<category><![CDATA[do it yourself]]></category>
		<category><![CDATA[education 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[education technology]]></category>
		<category><![CDATA[edupunk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gora.wordpress.com/?p=480</guid>
		<description><![CDATA[Ketika melihat pertama kali kata &#8220;Edupunk&#8221; pikiran saya langsung tertuju pada sebuah aliran musik rock yang pernah saya gandrungi pada masa-masa SMA dulu. Ya! Punk! sebuah aliran musik yang etos dan semangatnya dapat kita bawa dan contoh dalam kegiatan belajar mengajar. Ketika pertama kali mendapati kata ini di Wikipedia, saya begitu penasaran, hingga menghabiskan banyak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gora.wordpress.com&blog=212625&post=480&subd=gora&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_481" class="wp-caption alignleft" style="width: 235px"><a href="http://gora.files.wordpress.com/2009/06/edupunk2.jpg"><img class="size-medium wp-image-481" title="edupunk2" src="http://gora.files.wordpress.com/2009/06/edupunk2.jpg?w=225&#038;h=300" alt="Jim Groom as Poster Boy for Edupunk" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Jim Groom as Poster Boy for Edupunk</p></div>
<p>Ketika melihat pertama kali kata &#8220;<strong>Edupunk</strong>&#8221; pikiran saya langsung tertuju pada sebuah aliran musik rock yang pernah saya gandrungi pada masa-masa SMA dulu. Ya! Punk! sebuah aliran musik yang etos dan semangatnya dapat kita bawa dan contoh dalam kegiatan belajar mengajar. Ketika pertama kali mendapati kata ini di Wikipedia, saya begitu penasaran, hingga menghabiskan banyak waktu saya untuk menyusuri jejak Edupunk ini di dunia maya. Kata &#8220;Edupunk&#8221; pertama kali digunakan oleh Jim Groom pada 25 Mei 2008 dalam blog-nya.</p>
<p>Jim Groom mengartikan Edupunk ini sebagai pendekatan dalam praktek belajar mengajar yang dihasilkan dari sikap DIY (Do It Yourself). Stephen Downes mengidentifikasi 3 (tiga) aspek dari pendekatan Edupunk ini, yaitu :</p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Reaksi melawan komersialisasi pendidikan dan kapitalisme teknologi pendidikan</strong></span><br />
<span style="color:#0000ff;"><strong>Sikap kemandirian dan kreativitas guru/siswa dalam Do It Yourself (DIY)</strong></span><br />
<span style="color:#008000;"><strong>Berfikir dan belajar untuk diri sendiri</strong></span></p>
<p>Jim Groom mengartikan hal ini sebagai upaya perlawanan terhadap komersialisasi LMS (Learning Management System) yang berharga sangat mahal di lingkungan tempatnya mengajar, yang menggunakan Blackboard sebagai LMS-nya dengan cara menggali kreativitas dengan memanfaatkan tool-tool web 2.0 gratis serta teknologi Open Source yang tersebar di jagad maya seperti Wikipedia, Blog, dan lainnya.</p>
<p>Semangat berkreatif dan mandiri seperti halnya sikap Do It Yourself inilah yang harusnya tertanam dalam benak para pengajar modern kita. Lewat berbagai keterbatasan yang ada mereka haruslah menjadi kreatif untuk mendapatkan solusi untuk tetap mengintegrasikan teknologi informasi dalam ruang kelas lewat cara yang murah dan mudah untuk dilakukan oleh siapapun.</p>
<p>Kata ini bukan berarti mengada-adakan istilah baru dari sesuatu yang telah ada. Bagaimanapun juga pola dan sikap kemandirian dan kreativitas ini telah ada sebelumnya (mengingat banyak pula yang tidak menyukai istilah ini). Namun ketika melihat kata ini, asyik juga untuk mengulasnya dalam blog ini. Thanks to Jim Groom as &#8220;The Edupunk Poster Boy!&#8221;.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gora.wordpress.com/480/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gora.wordpress.com/480/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gora.wordpress.com/480/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gora.wordpress.com/480/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gora.wordpress.com/480/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gora.wordpress.com/480/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gora.wordpress.com/480/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gora.wordpress.com/480/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gora.wordpress.com/480/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gora.wordpress.com/480/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gora.wordpress.com&blog=212625&post=480&subd=gora&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gora.wordpress.com/2009/06/23/edupunk-yeah-its-me/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/282337a8ee1470f1e833bb0b80189d5a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gora</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gora.files.wordpress.com/2009/06/edupunk2.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">edupunk2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penerapan E-Learning di Sekolah, Tidak Sekedar Pengembangan dan Implementasi Teknologi</title>
		<link>http://gora.wordpress.com/2009/06/14/penerapan-e-learning-di-sekolah-tidak-sekedar-pengembangan-dan-implementasi-teknologi/</link>
		<comments>http://gora.wordpress.com/2009/06/14/penerapan-e-learning-di-sekolah-tidak-sekedar-pengembangan-dan-implementasi-teknologi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Jun 2009 03:18:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gora</dc:creator>
				<category><![CDATA[Active Learning]]></category>
		<category><![CDATA[Classroom 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[Creative Idea]]></category>
		<category><![CDATA[E-Learning]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Information Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Service]]></category>
		<category><![CDATA[M-Learning]]></category>
		<category><![CDATA[Publication]]></category>
		<category><![CDATA[Software]]></category>
		<category><![CDATA[Web 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>
		<category><![CDATA[internet application]]></category>
		<category><![CDATA[integrasi teknologi dalam kelas]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan dasar]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[peningkatan kualitas pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[technology integration in classroom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gora.wordpress.com/?p=475</guid>
		<description><![CDATA[E-Learning atau electronic learning memang telah menjadi tren pada beberapa tahun terakhir. Banyak sekolah dan universitas di Indonesia mengadopsi sistem pembelajaran ini di lingkungannya. Namun, banyak pihak merasa bahwa teknologi ini masih jauh untuk bisa diterapkan secara optimal di Indonesia, mengingat banyak keterbatasan yang ada.
Untuk mendukung penerapan e-Learning di sekolah, banyak sekali hal yang perlu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gora.wordpress.com&blog=212625&post=475&subd=gora&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://gora.files.wordpress.com/2009/06/ict.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-476" style="border:0 none;margin:2px;" title="ict" src="http://gora.files.wordpress.com/2009/06/ict.jpg?w=223&#038;h=178" alt="ict" width="223" height="178" /></a>E-Learning atau <em>electronic learning</em> memang telah menjadi tren pada beberapa tahun terakhir. Banyak sekolah dan universitas di Indonesia mengadopsi sistem pembelajaran ini di lingkungannya. Namun, banyak pihak merasa bahwa teknologi ini masih jauh untuk bisa diterapkan secara optimal di Indonesia, mengingat banyak keterbatasan yang ada.</p>
<p>Untuk mendukung penerapan e-Learning di sekolah, banyak sekali hal yang perlu dilakukan. Pengadaan infrastruktur server dan jaringan komputer serta penyediaan Learning Management System (LMS) sebagai ruang kelas virtual tempat berinteraksinya siswa dan pembelajar (fasilitator/guru/dosen) seringkali menjadi fokus utama dari implementasi e-learning.</p>
<p>Biasanya setelah infrastruktur dibangun dan ruang kelas online tersedia, maka dilaksanakanlah pelatihan dan sosialisasi dari sistem yang baru saja dibangun. Dalam pelatihan tersebut para staf pengajar akan diperkenalkan dengan ruang kelas virtual yang ada, termasuk bagaimana membuat kelas online, mengupload bahan ajar, melakukan pendaftaran siswa, proses evaluasi, dsb.</p>
<p>Hadir dalam pelatihan tersebut dosen yang memiliki paradigma “lama” yang resisten terhadap perkembangan teknologi dan dosen yang berparadigma “baru” yang sangat tertarik dengan perkembangan teknologi. Dosen berparadigma lama menganggap bahwa mereka sudah tidak memiliki waktu lagi selain di kelas tatap muka, untuk melakukan hal-hal tambahan seperti belajar teknologi baru, membuka ruang kelas virtual untuk menjawab pertanyaan siswa, dan lain sebagainya. Sedangkan dosen berparadigma baru akan memberikan respon yang kuat, mereka sangat tertarik untuk dapat secepatnya menerapkan di kelasnya, dan mereka sangat antusias untuk mempelajari hal-hal baru.</p>
<p>Hal tersebut diatas adalah hal yang lazim kita temui di Indonesia, dimana inovasi penerapan teknologi pendidikan sangat lamban terjadi. Keadaan ini memang harus dimaklumi mengingat kendala pemerataan teknologi dan minimnya dukungan pemerintah terhadap inovasi dan peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.</p>
<p>Namun perlu diberikan penekanan, bahwa konsep dasar e-Learning adalah “pedagogi yang diperkuat oleh teknologi” (Wikipedia, 2009), sehingga guru harus berfikir tentang banyak aspek dari pedagogi dibanding kepada sisi teknologi saja. Artinya, guru haruslah memikirkan berbagai strategi pembelajaran agar efektif dan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, dibandingkan dengan fokus mengajarkan teknologi baru ini kepada para siswanya. Karena teknologi disini hanyalah sebagai “alat bantu” untuk mendukung tujuan pembelajaran itu sendiri.</p>
<p><span id="more-475"></span></p>
<p>Proses sosialisasi e-Learning pada sekolah dan universitas, seringkali dimaknai oleh guru berparadigma lama akan menggantikan dan menggusur posisi mereka nantinya karena lewat e-Learning jam tatap muka dikelas akan berkurang, lalu dominasi guru akan melemah. Hal tersebut salah adanya, berbeda konsep dengan penerapan e-Learning untuk menyelenggarakan perkuliahan jarak jauh. Konsep penerapan e-Learning yang dibahas pada tulisan ini, dimana sistem e-Learning diterapkan pada sekolah atau universitas, lebih pada menempatkan e-Learning sebagai suplemen dan komplemen dari perkuliahan yang telah ada. Dan memfungsikan dirinya sebagai tempat menyimpan bahan ajar, media interaksi antara dosen dan mahasiswa, media diskusi antara dosen dengan mahasiswa ataupun mahasiswa dengan rekan sejawatnya. Media evaluasi untuk mengumpulkan tugas, media untuk menggali kreatifitas siswa lewat portfolio, dsb.</p>
<h3>Berbagai Kekhasan dari E-Learning</h3>
<p>Penerapan e-learning dalam proses pembelajaran di kelas, khususnya di Indonesia lebih cocok difungsikan sebagai komplemen dari pembelajaran tatap muka di kelas serta untuk menambah jam tatap muka di kelas. Berbagai keunikan dari e-Learning ternyata tidak hanya dari sudut pandang teknologi saja, namun lebih pada unsur pedagogis. Fakta dan keunikan yang menarik tersebut antara lain :</p>
<ul>
<li>Lewat pembelajaran mandiri (self-paced) yang ada dalam e-Learning, memberikan tantangan dan kesempatan kepada para siswa untuk belajar lebih cepat ataupun lambat. Hal ini dikarenakan dalam ruang kelas virtual telah tersedia berbagai sumber belajar dari pertemuan pertama sampai pertemuan terakhir, dan siswa memiliki kesempatan belajar hal-hal baru diluar sesi yang tengah dijalaninya. Selain itu lewat belajar mandiri, siswa terbebas dari tekanan seperti halnya ketika mereka belajar di kelas, sehingga mereka akan mudah untuk belajar.</li>
<li>Pembelajaran bersifat self-directed atau diarahkan sendiri, sehingga mereka dapat memilih konten dan perangkat yang sesuai pada minat, kebutuhan dan tingkat keterampilan yang ingin mereka dapatkan. Harapan dari proses seperti ini adalah siswa nantinya akan mampu dan percaya diri untuk mengambil inisiatif mandiri (<em>proactive learner</em>) dalam belajar dalam menentukan kebutuhan belajarnya, memformulasikan tujuan pembelajaran mereka, mengidentifikasi sumber belajar, mampu memilih dan mengimplementasikan strategi pembelajaran yang sesuai serta mampu mengevaluasi hasil belajar mereka. (Malcolm Knowles, 1975)</li>
<li>Mengakomodasi berbagai gaya belajar dan menggunakan berbagai cara penyampaian untuk berbagai tipe pembelajar yaitu tipe <strong>Visual</strong> lewat penggunakan gambar, grafik/diagram serta visual lain, tipe <strong>Aural</strong> lewat penggunaan musik dan suara, tipe <strong>Verbal</strong> lewat penggunaan kata dan pidato, tipe <strong>Physical</strong> dengan penggunaan badan, tangan dan sentuhan (ketika mereka menggunakan komputer dan alat bantu lain untuk belajar dan mengerjakan tugas), tipe <strong>Logical</strong> lewat penggunaan logika, alasan dan sistem, tipe <strong>Social</strong> (Intrapersonal) lewat belajar dalam kelompok dengan siswa lain, dan tipe <strong>Solitary</strong> lewat belajar mandiri.</li>
<li>Siswa dapat belajar 24/7 (24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu) – kapan saja, dan dimana saja (asalkan tersedia koneksi Internet). Hal ini merupakan kelebihan e-Learning dimana siswa dapat belajar kapan saja dan dimana saja. Mereka dapat mengakses bahan ajar yang ada kapan saja, karena telah terupload dalam ruang kelas virtual.</li>
<li>Mengembangkan kemampuan berinteraksi dan berkolaborasi dengan teman lain lewat kerja kelompok serta meningkatkan frekuensi kontak antara guru dengan siswa, maupun antara siswa dengan siswa lainnya. Mereka serasa berdekatan dengan dosen dan rekan sejawatnya, karena mampu mengajukan pertanyaan (jika mengalami kesulitan) kepada dosennya kapan saja lewat fasilitas yang tersedia (misalnya Forum Diskusi). Karena tidak bertemu langsung dengan dosen, seringkali mereka justru lebih leluasa dan berani untuk memberikan ide, bertanya dan berpendapat tentang suatu materi dibandingkan ketika mereka berdiskusi dalam kelas tatap muka.</li>
<li>Meningkatkan keterampilan komputer dan Internet. Lewat penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembelajaran, maka secara tidak langsung, kemampuan dan keterampilan penggunaan teknologi akan ikut terasah.</li>
</ul>
<p>Nilai-nilai diatas inilah yang sepantasnya menjadi pertimbangan tersendiri dalam penerapan e-Learning di sekolah ataupun universitas untuk mendukung proses pembelajaran yang ada. Banyak nilai positif yang dapat diadopsi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.</p>
<h3>Permasalahan yang Sering Muncul dalam Penerapan e-Learning</h3>
<p>Setelah melakukan sosialisasi dan penerapan e-Learning, seringkali banyak permasalahan yang muncul. Berbagai permasalahan yang diidentifikasi oleh penulis ketika mengimplementasikan e-Learning adalah :</p>
<ul>
<li>Hanya beberapa dosen/guru saja yang memanfaatkan sistem ini dan menerapkan dalam proses pembelajaran. Hal tersebut mungkin didasari bahwa tidak semua dosen/guru tertarik untuk memanfaatkan sistem ini dalam pembelajaran, atau mereka mengalami kesulitan untuk mentransformasi bahan ajar yang telah ada kedalam bentuk digital. Selain itu permasalahan yang sering timbul adalah mereka memiliki waktu yang terbatas untuk dapat memanfaatkan ruang kelas online yang ada.</li>
<li>Siswa tidak begitu peduli dengan ruang kelas virtual yang ada sehingga mereka kurang berminat dalam mengakses ruang kelas online yang ada. Hal ini seringkali dikarenakan tidak tersedianya perangkat ICT (Information and Communication Technology) untuk mendukung kegiatan ini, untuk dapat dipergunakan mengakses bahan ajar dan interaksi dalam ruang kelas online yang ada. Seringkali juga para guru dan dosen masih memisahkan penggunaan ruang kelas virtual dengan pembelajaran tatap muka, artinya mereka belum sepenuhnya mengintegrasikan dalam proses pembelajaran. Padahal mereka dapat mengambil satu kegiatan online untuk dapat diimplementasikan dalam setiap tatap muka dikelas, misalnya setelah mereka berdiskusi di kelas, maka mereka harus menuliskan hasil diskusi yang diperoleh kedalam kelas online mereka. Atau dosen/guru menugaskan mahasiswa untuk mengumpulkan tugas secara online. Kegiatan simpel semacam itu akan merangsang siswa untuk selalu mengakses ruang kelas online.</li>
</ul>
<p>Untuk dapat mengatasi berbagai kendala diatas, pengembang e-Learning harus bergandengan tangan dengan stake holder untuk dapat melahirkan kebijakan-kebijakan dalam pengembangan e-Learning di sekolah, sehingga sistem ini masuk dan menjadi bagian dari sistem pembelajaran yang ada secara resmi. Bahkan stake holder harus mampu melahirkan kebijakan yang mendukung baik secara finansial maupun administratif agar semua guru/dosen serta siswa merasa nyaman dalam mengimplementasikan e-Learning.</p>
<h3>Solusi yang Harus Dihadirkan oleh Sekolah</h3>
<p>Untuk dapat mengatasi permasalahan yang sering timbul dari penerapan e-Learning, hendaknya sekolah lewat stake holder dapat mempersiapkan hal-hal seperti di bawah ini :</p>
<ol>
<li>Lahirnya kebijakan dari sistem, bahwa sistem e-Learning yang ada merupakan bagian dari sistem pembelajaran di sekolah/universitas. Dimana semua staf pendidik wajib untuk memanfaatkan sistem yang ada dan menggunakannya dalam proses pembelajaran. Selain itu kegiatan yang berhubungan dengan ruang kelas online memiliki bobot nilai tersendiri dan menjadi bagian dalam proses evaluasi/penilaian.</li>
<li>Sekolah memfasilitasi guru dengan menyediakan perangkat ICT, entah lewat kredit lunak pembelian notebook/laptop atau menyediakan komputer di meja kerja guru. Sehingga tidak ada alasan lagi untuk tidak dapat mengakses ruang kelas online.</li>
<li>Sekolah menyediakan studio pengembangan multimedia dan e-Learning untuk mempermudah guru dalam mentransformasikan bahan ajar konvensional yang ada menjadi format digital. Dalam hal ini guru/dosen akan berperan sebagai SME (Subject Matter Expert) yang bertugas menelaah konten dari sisi keilmuannya, sedangkan operator dan tenaga multimedia di studio akan bertindak sebagai Instructional Designer yang akan menuangkan bahan ajar yang telah ada menjadi bahan ajar multimedia berformat digital. Sehingga guru/dosen tidak perlu lagi bersusah payah belajar tentang penyusunan bahan ajar multimedia, karena akan dibantu oleh staf teknis yang ada di studio pengembangan multimedia.</li>
<li>Sekolah harus menyediakan media penjembatan (bridging) untuk menjembatani keterbatasan dosen/guru yang memiliki skill komputer rendah, atau keterbatasan dalam hal waktu untuk dapat tetap berpartisipasi dalam ruang kelas online mereka. Penjembatan ini dapat berupa asisten dosen yang ditugaskan untuk mencatat setiap pertanyaan yang masuk dalam ruang kelas online dalam format cetak, untuk kemudian menyampaikannya kepada dosen/guru. Selanjutnya setelah dosen/guru menjawab, asisten tersebut akan menguploadnya ke ruang kelas online. Begitu juga untuk kegiatan lainnya.</li>
<li>Sekolah harus mampu menghasilkan kuliah online yang berkualitas. Artinya ruang kelas online harus jelas dalam memberikan informasi dan tujuan pembelajaran, terdapat berbagai unsur interaktifitas, dan berbagai unsur lainnya. Standarisasi seperti ini jarang diperhatikan oleh pengembang e-Learning di Indonesia. Kita dapat memanfaatkan standarisasi dari <strong>SREB (Southern Regional Education Board)</strong> untuk mengevaluasi kuliah online yang telah dihasilkan.</li>
<li>Selain pelatihan teknologi, sepertinya para guru/dosen perlu diberikan pelatihan tentang pedagogis, seperti metode evaluasi dan metode fasilitasi siswa dengan memanfaatkan berbagai tingkat berfikir siswa untuk menuju high order thinking, strategi pembelajaran aktif, Project Based Learning (PBL) dan kemampuan lainnya. Sehingga dari sisi pedagogis mereka akan memiliki wawasan yang luas dalam mengintegrasikannya bersama teknologi (ICT).</li>
<li>Sekolah perlu memikirkan penghargaan untuk para guru yang aktif dalam memanfaatkan ruang kelas online dalam proses pembelajaran mereka, produktif dalam menghasilkan bahan ajar multimedia serta melahirkan inovasi dalam pembelajaran yang ada. Hal ini akan memacu mereka untuk lebih giat dalam berkarya. Selain itu juga perlu dipikirkan untuk memberikan punishment bagi mereka yang tidak berkembang.</li>
<li>Sekolah harus memberikan kemudahan akses kepada para siswa untuk mengakses ruang kelas online. Penyediaan warnet (warung internet) di sekolah, laboratorium komputer yang dapat digunakan serta terminal akses publik (kiosk) sangat diperlukan, agar mereka dapat dengan mudah mengakses ruang kelas online yang ada.</li>
<li>Sekolah harus mampu untuk melakukan pendekatan kepada orang tua siswa untuk mendukung hal ini, mengingat ditangan merekalah dukungan terhadap ketersediaan komputer dan akses Internet untuk para siswa dirumah. Selain itu dukungan dari orang tua siswa dibutuhkan untuk mengarahlan dan mengontrol penggunaan Internet oleh para siswa agar tetap pada penggunaan yang semestinya, yaitu untuk mendukung proses belajar mereka, bukan untuk penggunaan menyimpang. Bahkan tidak menutup kemungkinan untuk mengadakan pelatihan khusus tentang Internet kepada orang tua siswa supaya mereka dapat melakukan kontrol yang optimal. <em>(Update 14/06/2009)</em></li>
</ol>
<p>Berbagai uraian diatas didasarkan pada pengalaman yang ditemui penulis selama menjadi dosen, pengembang e-Learning dan konsultan untuk teknologi pembelajaran. Berbagai pengalaman tersebut ditulis untuk dapat menjadi inspirasi dan berguna bagi sekolah/universitas yang berminat atau sedang menerapkan e-Learning di lingkungan belajarnya. Semoga bermanfaat!</p>
<p><strong>Tentang Penulis :</strong></p>
<p><em><strong>Winastwan Gora</strong>, seorang pendidik, penulis buku komputer serta konsultan teknologi pembelajaran. Saat ini aktif sebagai Education Technology Officer pada yayasan internasional Education Development Center di Jakarta. Pernah menjadi fasilitator, pemateri dan tenaga ahli pada pengembangan m-learning dan e-learning pada beberapa proyek pemerintah dan swasta sejak tahun 2002. Beberapa peminatan yang dikuasainya adalah tentang multimedia authoring, video production, m-learning, video streaming, virtual learning environment (VLE), software development, instructional design, active learning dan project based learning with technology integration. Penulis dapat dihubungi di alamat email : <a href="mailto:wgora@edc.org">wgora@edc.org</a>, <a href="mailto:indiebrainer@yahoo.com">indiebrainer@yahoo.com</a>. Berbagai pemikiran dan tulisan penulis dapat diakses pada blog : <a href="../../../../../">http://gora.wordpress.com</a></em></p>
<p><em>(C) Hak Cipta 2009 Winastwan Gora. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. Tidak diperbolehkan untuk mereproduksi, memodifikasi dan mendistribusikan konten yang ada tanpa seijin dari penulis.</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gora.wordpress.com/475/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gora.wordpress.com/475/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gora.wordpress.com/475/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gora.wordpress.com/475/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gora.wordpress.com/475/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gora.wordpress.com/475/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gora.wordpress.com/475/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gora.wordpress.com/475/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gora.wordpress.com/475/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gora.wordpress.com/475/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gora.wordpress.com&blog=212625&post=475&subd=gora&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gora.wordpress.com/2009/06/14/penerapan-e-learning-di-sekolah-tidak-sekedar-pengembangan-dan-implementasi-teknologi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/282337a8ee1470f1e833bb0b80189d5a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gora</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gora.files.wordpress.com/2009/06/ict.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">ict</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bagaimanakah Pemanfaatan ICT yang Efektif dalam Aktivitas Pembelajaran di Kelas?</title>
		<link>http://gora.wordpress.com/2009/05/11/bagaimanakah-pemanfaatan-ict-yang-efektif-dalam-aktivitas-pembelajaran-di-kelas/</link>
		<comments>http://gora.wordpress.com/2009/05/11/bagaimanakah-pemanfaatan-ict-yang-efektif-dalam-aktivitas-pembelajaran-di-kelas/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 May 2009 05:55:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gora</dc:creator>
				<category><![CDATA[Active Learning]]></category>
		<category><![CDATA[Classroom 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[Creative Idea]]></category>
		<category><![CDATA[Creative Ideas]]></category>
		<category><![CDATA[DIY Project]]></category>
		<category><![CDATA[E-Book]]></category>
		<category><![CDATA[E-Learning]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Information Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Inside My Brain]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Publication]]></category>
		<category><![CDATA[integrating technology in classroom]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah dasar]]></category>
		<category><![CDATA[teacher professional development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gora.wordpress.com/?p=464</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini banyak sekolah yang mengaku telah menerapkan ICT (Information and Communication Technology) dalam pembelajarannya, namun ketika melihat kedalam sekolah tersebut, ternyata penerapan ICT yang dimaksud hanyalah pengembangan infrastruktur laboratorium komputer, pembuatan web sekolah, sistem administrasi sekolah yang terkomputerisasi, perpustakaan sekolah digital dan penggunaan LCD proyektor di dalam kelas yang hanya sebagai pengganti papan tulis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gora.wordpress.com&blog=212625&post=464&subd=gora&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_467" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://gora.files.wordpress.com/2009/05/3137_1135251902983_1277908019_393694_2746896_n.jpg"><img class="size-medium wp-image-467" title="3137_1135251902983_1277908019_393694_2746896_n" src="http://gora.files.wordpress.com/2009/05/3137_1135251902983_1277908019_393694_2746896_n.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Suasana diskusi interaktif di SDIT Al-Firdaus, Semarang" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Suasana diskusi interaktif di SDIT Al-Firdaus, Semarang</p></div>
<p>Saat ini banyak sekolah yang mengaku telah menerapkan ICT (<em>Information and Communication Technology</em>) dalam pembelajarannya, namun ketika melihat kedalam sekolah tersebut, ternyata penerapan ICT yang dimaksud hanyalah pengembangan infrastruktur laboratorium komputer, pembuatan web sekolah, sistem administrasi sekolah yang terkomputerisasi, perpustakaan sekolah digital dan penggunaan LCD proyektor di dalam kelas yang hanya sebagai pengganti papan tulis konvensional. Ratusan juta rupiah telah dikeluarkan untuk pengadaan infrastruktur komputer dan jaringan tanpa ada peningkatan berarti dari kualitas pembelajaran.</p>
<p>Di dalam ruang kelas pun, sekolah yang memiliki laboratorium komputer dengan jumlah komputer yang memadai, hanya memanfaatkan perangkat TIK yang ada untuk mengajarkan keterampilan teknologi informasi kepada para siswanya saja, tak ubahnya seperti kelas kursus komputer pada umumnya.</p>
<p>Padahal, perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi sebenarnya dapat dimanfaatkan lebih jauh untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di ruang kelas dengan cara mengintegrasikannya ke dalam kurikulum yang ada. Peran guru menjadi sangat penting sebagai sutradara kegiatan pembelajaran di kelas, selain harus menguasai keterampilan teknologi informasi, guru juga harus mampu menyajikan metode pengajaran yang inovatif, yang berpusat kepada siswa (learner centered), membuat siswa lebih aktif dalam bertanya dan mengungkapkan ide dan gagasan, membawa siswa kedalam tingkat berfikir yang lebih tinggi (high order thinking), membuat siswa lebih kreatif, menghadirkan suasana ruang kelas yang lebih menyenangkan sehingga siswa senang untuk belajar, serta membuat siswa mampu bekerja sama dengan rekan lainnya.</p>
<p><span id="more-464"></span></p>
<p>Selain itu, integrasi teknologi informasi dalam ruang kelas, mampu juga memberikan siswa pengalaman baru kepada para siswa untuk dapat mengenalkan penggunaan teknologi untuk membantu mereka dalam menyelesaikan permasalahan (problem solving) yang mereka hadapi di kehidupan sebenarnya.</p>
<p>Hal inilah yang coba diangkat dalam diskusi interaktif yang diselenggarakan oleh SD Islam Terpadu Al-Firdaus Semarang pada tanggal 11 April 2009. Acara yang dihadiri oleh para anggota Komite Sekolah, Kepala Sekolah dan para guru ini berlangsung sangat interaktif. Banyak dari peserta yang hadir yang masih belum &#8220;ngeh&#8221; tentang bagaimana teknologi dapat diintegrasikan dalam pembelajaran, sehingga penulispun mulai mencontohkan berbagai skenario pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran dari yang termudah hingga level menengah.</p>
<p>Dalam sesi diskusi ini penulis membawa sebuah makalah tentang Integrasi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Ruang Kelas, yang membahas tentang berbagai skenario instruksi yang berhasil ketika memanfaatkan ICT di dalam kelas, yang mampu meningkatkan kualitas dan prestasi siswa di kelas, yang diadaptasi dari bukuIntegrating &#8220;<strong>Technology into the Classroom using Classroom Instruction that Works</strong>&#8220;, karyaRobert J. Marzano, Debra J. Pickering, Jane E. Pollock.</p>
<p>Silahkan download materi diskusi tersebut dibawah untuk memperjelas tentang apa yang penulis sampaikan di diskusi interaktif tersebut.</p>
<p><a href="http://gora.files.wordpress.com/2009/05/mengintegrasikan-teknologi-informasi-dan-komunikasi-dalam-ruang-kelas.pdf"><strong>Download Makalah Mengintegrasikan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Ruang Kelas (5.1 MB/PDF)</strong><br />
</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gora.wordpress.com/464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gora.wordpress.com/464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gora.wordpress.com/464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gora.wordpress.com/464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gora.wordpress.com/464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gora.wordpress.com/464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gora.wordpress.com/464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gora.wordpress.com/464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gora.wordpress.com/464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gora.wordpress.com/464/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gora.wordpress.com&blog=212625&post=464&subd=gora&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gora.wordpress.com/2009/05/11/bagaimanakah-pemanfaatan-ict-yang-efektif-dalam-aktivitas-pembelajaran-di-kelas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/282337a8ee1470f1e833bb0b80189d5a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gora</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gora.files.wordpress.com/2009/05/3137_1135251902983_1277908019_393694_2746896_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">3137_1135251902983_1277908019_393694_2746896_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>