jump to navigation

Menggagas Penerapan Strategi PBL (Project Based Learning) untuk Bidang Studi Teknik Informatika November 13, 2009

Posted by gora in Active Learning, Classroom 2.0, Creative Idea, DIY Project, E-Learning, Education, Information Technology, Opinion, Publication, Technopreneur, Workshop.
Tags: , , , , , , , , ,
add a comment
pbl-1

Mahasiswa melakukan diskusi dalam kelompok kecil

Sebagai seorang dosen Teknik Informatika, dalam hati kecil saya merasakan keprihatinan terhadap kualitas lulusan yang telah dihasilkan. Ternyata, banyak dari mereka ketika baru saja lulus, merasa bahwa masih nol dalam aplikasi di dunia nyata, merasa sulit untuk bekerja mandiri menemukan solusi-solusi memecahkan masalah yang dihadapi dalam dunia kerja. Sebagai pengelola institusi pendidikan tentu saja harus mulai berfikir, apakah selama ini cara penyampaian dan konten materi pembelajaran serta kurikulumnya telah mampu mengantar mereka menjadi lulusan yang diharapkan? Kalau belum, maka dimanakah letak kelemahannya dan apa solusi yang harus dilakukan untuk mengantar mereka sesuai dengan kualitas yang diharapkan.

Penataan ulang atau mengupdate kurikulum agar sesuai dengan kemajuan jaman dan kebutuhan dunia kerja merupakan kebutuhan mutlak. Peningkatan kapasitas tenaga pengajar dengan berbagai kemampuan tentang seni mengajar orang dewasa (andragogi) sangat dibutuhkan. Namun demikian untuk membuat sebuah perubahan pada sesuatu yang telah lama mengakar bukan perkara yang mudah. Banyak para staf pengajar yang kurang update dari sisi keilmuan, belum lagi fondasi pedagogis dan andragogi mereka juga kurang terasah, terkesan masih sangat dominan menggunakan model pembelajaran yang berpusat pada guru serta kurang mengoptimalkan potensi yang dimiliki peserta didik.

Tulisan ini mungkin bukan kali pertama yang mencoba untuk mengangkat pendekatan PBL (Project Based Learning) dalam bidang studi keteknikan namun saya hanya mencoba untuk mengangkat kembali ide/pemikiran ini dengan cara yang lebih simpel dan barangkali saja dapat membantu para pengelola institusi pendidikan serta para pendidik yang sudah mulai berfikir kearah kualitas pendidikan.

(lagi…)

E-Book Gratis : Panduan Guru Membuat Video Pembelajaran, Camera Mata Produksi Agustus 1, 2009

Posted by gora in Classroom 2.0, Creative Idea, Creative Ideas, DIY Project, Diary, E-Book, E-Learning, Education, Information Technology, Video Production, Web 2.0, Workshop.
Tags: , , , , , , , ,
8 comments
cover-camcorder

Cover E-Book

Beberapa tahun belakangan ini Camcorder atau kamera video yang dilengkapi recorder (perekam) semakin memasyarakat. Saat ini sudah bukan sesuatu yang luar biasa menyaksikan seseorang menenteng-nenteng camcorder untuk mengabadikan suatu peristiwa. Yang tak kalah menariknya adalah harga dari perangkat tersebut saat ini cukup terjangkau. Anda tak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk bisa memiliki sebuah camcorder analog ataupun digital dengan fitur yang cukup lengkap. Barangkali hal inilah yang membuat camcorder begitu memasyarakat.

Tidak sekedar untuk fungsi dokumentasi untuk keperluan khusus, misalnya untuk pembuatan video pembelajaran dapat juga dilakukan hanya dengan camcorder. Guru-pun dapat mengembangkan video pembelajaran sebagai bahan ajar, agar dapat digunakan oleh para siswa belajar mandiri di rumah. Atau membuat sebuah konten video sebagai bahan diskusi yang dapat diputar ketika aktivitas pembelajaran berlangsung di kelas.

Namun sangat disayangkan memasyarakatnya camcorder tidak dibarengi dengan penyebaran pengetahuan yang memadai mengenai cara-cara pendayagunaannya. Akibatnya banyak sekali rekaman video yang terlihat hanya sebagai kumpulan rekaman yang asal-asalan dan kurang menarik untuk ditonton.

(lagi…)

Workshop E-Learning Hibah PHK-A2 Fakultas Perikanan UNLAM Juli 21, 2009

Posted by gora in Active Learning, Classroom 2.0, Creative Idea, Creative Ideas, DIY Project, Diary, E-Learning, Education, Information Technology, Inside My Brain, Internet Service, M-Learning, Web 2.0, Workshop, internet application.
Tags: , , , , ,
4 comments
Foto Bersama Peserta Pelatihan E-Learning

Foto Bersama Peserta Pelatihan E-Learning

Sebagai rangkaian kegiatan peningkatan proses belajar mengajar melalui Hibah Kompetisi A-2, Jurusan Manajemen Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan UNLAM (Universitas Lambung Mangkurat) menyelenggarakan pelatihan E-Learning untuk para staf pengajar/dosen pada tanggal 29-30 Mei 2009 yang lalu. Pelatihan dengan E-Learning dengan tema “Designing Exemplary Online Course” bertujuan melatih para dosen untuk dapat mengembangkan pembelajaran/perkuliahan online sebagai komplemen dari perkuliahan tatap muka yang telah ada.

Pelatihan ini difasilitasi oleh Winastwan Gora Swajati, dengan dibantu beberapa staf pengajar dari UNLAM sebagai co-fasilitator. Pelatihan yang diikuti oleh 30-an dosen ini membahas mengenai dasar E-Learning, merancang perkuliahan online yang efektif, mendesain tujuan dan struktur perkuliahan online, eksplorasi LMS (Learning Management System) sebagai lingkungan pembelajaran online, meningkatkan interaktifitas ruang kelas online, desain instruksional untuk pembelajaran online dan aktivitas evaluasi dalam ruang kelas online.

(lagi…)

Cerita dari Intel Asia Senior Trainer Summit 2009 Vietnam Juli 4, 2009

Posted by gora in Active Learning, Classroom 2.0, Diary, E-Learning, Education, Information Technology, Web 2.0, Workshop.
Tags: , , , , , , ,
add a comment
Bersama Para Pemateri dari Intel Education (Rattan Saleem, Agnes Nathan dan Teressa Maves)

Bersama Para Pemateri dari Intel Education (Rattan Saleem, Agnes Nathan dan Teressa Maves)

Pada tanggal 15-19 Juni 2009 saya berkesempatan mengikuti acara Intel Asia Senior Trainer Summit 2009 yang diselenggarakan oleh Intel Education Asia. Acara pertemuan para Senior Trainer dari seluruh negara di Asia yang dilaksanakan setiap tahun ini, kali ini diselenggarakan di Ho Chi Minh City, Vietnam tepatnya di Saigon Palace Hotel. Acara ini merupakan Intel Asia Senior Trainer Summit pertama kali yang pernah saya hadiri semenjak menjadi Senior Trainer pada program IntelTeach baik untuk pelatihan Getting Started ataupun Essentials Course.

Beberapa negara yang turut serta dalam pertemuan ini antara lain, Indonesia, Vietnam (sebagai tuan rumah), Malaysia, Filipina, Kamboja, India, Pakistan, Korea, China, Taiwan, Thailand dan Australia. Dari Indonesia, kami hadir berlima yaitu Brimy Laksmana (Education Manager, Intel Education Indonesia), Agnito Moningka, Popo Ronald Alexander, Arif Nugraha dan saya sendiri Winastwan Gora.

Mengapa acara tersebut begitu menarik? Selama pertemuan ini, kami mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman baru seputar strategi pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam proses pembelajaran. Di hari pertama, kami diperkenalkan dengan produk Intel Teach Elements, yaitu modul-modul materi yang spesifik membahas tentang elemen dari kursus Intel Teach. Elemen yang diajarkan dan diperkenalkan ke kami kali ini adalah tentang PBL (Project Based Learning). Dalam sesi ini kami mempelajari dasar PBL dengan metode Jigsaw learning untuk mempercepat pemahaman peserta pelatihan tentang PBL ini.

(lagi…)

Penerapan E-Learning di Sekolah, Tidak Sekedar Pengembangan dan Implementasi Teknologi Juni 14, 2009

Posted by gora in Active Learning, Classroom 2.0, Creative Idea, E-Learning, Education, Information Technology, Internet Service, M-Learning, Publication, Software, Web 2.0, Workshop, internet application.
Tags: , , , , ,
9 comments

ictE-Learning atau electronic learning memang telah menjadi tren pada beberapa tahun terakhir. Banyak sekolah dan universitas di Indonesia mengadopsi sistem pembelajaran ini di lingkungannya. Namun, banyak pihak merasa bahwa teknologi ini masih jauh untuk bisa diterapkan secara optimal di Indonesia, mengingat banyak keterbatasan yang ada.

Untuk mendukung penerapan e-Learning di sekolah, banyak sekali hal yang perlu dilakukan. Pengadaan infrastruktur server dan jaringan komputer serta penyediaan Learning Management System (LMS) sebagai ruang kelas virtual tempat berinteraksinya siswa dan pembelajar (fasilitator/guru/dosen) seringkali menjadi fokus utama dari implementasi e-learning.

Biasanya setelah infrastruktur dibangun dan ruang kelas online tersedia, maka dilaksanakanlah pelatihan dan sosialisasi dari sistem yang baru saja dibangun. Dalam pelatihan tersebut para staf pengajar akan diperkenalkan dengan ruang kelas virtual yang ada, termasuk bagaimana membuat kelas online, mengupload bahan ajar, melakukan pendaftaran siswa, proses evaluasi, dsb.

Hadir dalam pelatihan tersebut dosen yang memiliki paradigma “lama” yang resisten terhadap perkembangan teknologi dan dosen yang berparadigma “baru” yang sangat tertarik dengan perkembangan teknologi. Dosen berparadigma lama menganggap bahwa mereka sudah tidak memiliki waktu lagi selain di kelas tatap muka, untuk melakukan hal-hal tambahan seperti belajar teknologi baru, membuka ruang kelas virtual untuk menjawab pertanyaan siswa, dan lain sebagainya. Sedangkan dosen berparadigma baru akan memberikan respon yang kuat, mereka sangat tertarik untuk dapat secepatnya menerapkan di kelasnya, dan mereka sangat antusias untuk mempelajari hal-hal baru.

Hal tersebut diatas adalah hal yang lazim kita temui di Indonesia, dimana inovasi penerapan teknologi pendidikan sangat lamban terjadi. Keadaan ini memang harus dimaklumi mengingat kendala pemerataan teknologi dan minimnya dukungan pemerintah terhadap inovasi dan peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

Namun perlu diberikan penekanan, bahwa konsep dasar e-Learning adalah “pedagogi yang diperkuat oleh teknologi” (Wikipedia, 2009), sehingga guru harus berfikir tentang banyak aspek dari pedagogi dibanding kepada sisi teknologi saja. Artinya, guru haruslah memikirkan berbagai strategi pembelajaran agar efektif dan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, dibandingkan dengan fokus mengajarkan teknologi baru ini kepada para siswanya. Karena teknologi disini hanyalah sebagai “alat bantu” untuk mendukung tujuan pembelajaran itu sendiri.

(lagi…)

Seminar Pemanfaatan ICT untuk Pembelajaran di Kabupaten Purworejo Februari 2, 2009

Posted by gora in Active Learning, Classroom 2.0, Creative Idea, Creative Ideas, Diary, E-Learning, Education, Information Technology, Workshop.
Tags: , , , , ,
6 comments
Sebagai pembicara dalam seminar pemanfaatan ICT untuk pembelajaran

Sebagai pembicara dalam seminar pemanfaatan ICT untuk pembelajaran

Pada tanggal 25 Januari 2009 kemarin, saya sengaja diundang oleh Yayasan Dayang Sumbi untuk menjadi pemateri dalam Seminar Nasional Pemanfaatan ICT untuk Pembelajaran.  Seminar yang dihadiri oleh kurang lebih 900 (sembilan ratus) peserta yang terdiri dari guru Sekolah Dasar (SD),  Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) serta mahasiswa ilmu keguruan dan masyarakat umum ini memang sangat menarik minat dari masyarakat Kabupaten Purworejo untuk mengikutinya, mungkin karena tema unik yang kami bawa yaitu “Pengelolaan Kelas dengan Jumlah Komputer Terbatas”.

(lagi…)

Penghargaan Untuk Para Penggiat Blog ApaKabar PSBG Januari 9, 2009

Posted by gora in Blogging, Creative Idea, Creative Ideas, Diary, Education, Information Technology, Workshop.
Tags: , ,
add a comment

Penghargaan Penggiat Blog ApaKabar PSBG

Dalam acara PSBG Award, sebuah acara yang mengkompetisikan kreativitas PSBG yang ada di Indonesia dilangsungkan pula penyerahan penghargaan untuk para penggiat blog ApaKabar PSBG. Pemberian penghargaan tersebut dilakukan untuk mengapresiasi kerja keras para guru yang telah mendedikasikan diri, aktif mengirimkan tulisan dalam blog pendidikan ini.

Tiga orang yang mendapatkan penghargaan tersebut adalah saya, Winastwan Gora (Education Technology Officer DBE2 Jakarta) yang telah membuat dan mengembangkan blog ini, kemudian Bapak Sunarto (District Learning Coordinator DBE2 Jawa Tengah) dan Amir Mallarangan (District Learning Coordinator DBE2 Sulawesi Selatan) yang waktu itu diwakili oleh seorang Ibu Master Teacher Trainer DBE2 Sulawesi Selatan karena beliau berhalangan hadir.

(lagi…)

Indonesia Phillipine Intel Teach Essentials Course Training Desember 19, 2008

Posted by gora in Active Learning, Classroom 2.0, E-Learning, Education, Information Technology, Workshop.
Tags: , , , , , ,
add a comment

Beberapa hari yang lalu saya mengikuti pelatihan Intel Teach Program Essentials Course yang diselenggarakan oleh Intel Education. Acara ini berlangsung di Hotel Grand Kemang, Jakarta pada tanggal 15-19 Desember 2008. Pelatihan yang menarik ini dihadiri oleh beberapa peserta dari Indonesia dan Filipina. Tercatat sekitar 12 (dua belas) peserta yang merupakan Senior Trainer untuk program Intel Teach di Indonesia dan Filipina hadiri di acara ini termasuk Manajer Intel Education Indonesia, Brimy Laksmana. Kami dipandu oleh fasilitator dari Pakistan, yaitu Ratan Saleem.

Mengapa acara pelatihan ini sangat menarik? Saya merasa mendapat ilmu baru khususnya mengenai bagaimana mendesain Project Based Learning (PBL) memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk problem solving, mengintegrasikan ketrampilan abad 21 dan berfikir kritis, dimana dalam pelatihan ini hal tersebut dijelaskan dengan sangat detil. Mulai dari desain unit plan, menyiapkan proses evaluasi, portfolio siswa dan menyiapkan segala sesuatu untuk mendukung kebutuhan proses pembelajaran.

(lagi…)

Pengalaman Pertama Melaksanakan Pembelajaran Aktif di Perkuliahan September 23, 2008

Posted by gora in Active Learning, Blogging, Classroom 2.0, Creative Idea, Diary, Education, Information Technology, Workshop.
Tags: , , , ,
4 comments

“…Yang saya dengar, saya lupa. Yang saya dengar dan lihat, saya sedikit ingat. Yang saya dengar, pertanyakan atau didiskusikan dengan orang lain, saya mulai pahami. Dari yang saya dengar, lihat, bahas dan terapkan, saya dapat pengetahuan dan ketrampilan. Yang saya ajarkan kepada orang lain, saya kuasai..(Melvin L. Silberman)”

Kalimat diatas merupakan modifikasi dari ungkapan bijak Konfisius oleh Melvin L. Siberman, dan disebut sebagai kalimat Paham Belajar Aktif. Menarik sekali mempelajari strategi belajar aktif dalam buku”Active Learning, 101 Cara Belajar Siswa Aktif” yang ditulis oleh Melvin L. Silberman. Setelah beberapa bulan mencoba memahami bagaimana strategi-nya, kini giliran saya mempraktekannya langsung di kelas.

Revolusi Tempat Duduk

Kebetulan di semester ini saya mengampu tiga mata kuliah yaitu, E-Commerce, Teknologi Multimedia dan Interaksi Manusia & Komputer. Kesempatan inilah yang tidak saya sia-siakan untuk mempraktekan pembelajaran aktif di kelas. Perubahan pertama yang sangat saya rasakan adalah, metode pembelajaran aktif ternyata menyita banyak waktu untuk persiapan, namun dalam pelaksanaannya tidak membutuhkan effort yang begitu besar.

Presentasi Karya Kelompok

Apa saja persiapan untuk melaksanakan pembelajaran aktif?

Terus terang saya belum begitu mendetail dalam membuat action plan, atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) karena keterbatasan waktu. Sebagai dokumen perencanaan pembelajaran, saya hanya membuat tabel-tabel kompetensi dan kegiatan pembelajaran mingguan.

Berikutnya, kegiatan-kegiatan yang ada di tiap minggunya saya detailkan dalam skenario pembelajaran. Setelah itu yang harus dilakukan adalah mempersiapkan alat dan bahan perkuliahan berupa Presentasi Visual (dalam format PowerPoint), Lembar Kerja Peran Anggota dan Data Diri, Lembar Kontrol Pekerjaan (sebagai media evaluasi), Kertas Plano untuk menggambar dan Spidol.

Bagaimana Rekam Proses Pelaksanaannya?

Datang agak pagi ke kampus, saya langsung mempersiapkan perangkat presentasi berupa LCD proyektor. Kali ini sayalah yang menunggu mahasiswa, bukan mahasiswa yang menunggu saya, sungguh diluar kebiasaan saya, namun menjadi pembelajaran diri yang menarik.

(lagi…)

Jangan Biarkan Mereka Penasaran Agustus 29, 2008

Posted by gora in Blogging, Creative Idea, Diary, Education, Workshop.
Tags: , , , ,
add a comment

Malas sekali jika sepulang dari pelatihan masih membawa penasaran yang belum terjawab… bukankah demikian?

Setiap pelatihan, apalagi dalam sesi studi kasus dan diskusi, seringkali kita dihadapkan pada sebuah permasalahan/kasus yang sengaja diberikan oleh trainer sebagai bahan diskusi. Permasalahan yang didiskusikan seringkali membawa seribu jawaban, yang sama-sama benarnya. Tibalah pada akhir diskusi dimana peserta hanya diberikan ucapan “Selamat….!!! Anda sudah selesai berdiskusi bukan?…” kemudian fasilitator bertanya “Bagaimana hasil diskusinya? Mengasyikkan bukan? Itulah sebuah contoh..bla..bla..bla”

Setelah selesai diskusi biasanya fasilitator akan mempersilahkan perwakilan dari kelompok untuk menyajikan hasil diskusinya di depan kelas. Bagaimana dengan kejadian diatas, dimana fasilitator tidak melakukan hal itu untuk melakukan refleksi dan umpan balik. Blarrrrr!!!! Para peserta seperti tersambar petir penasaran… mereka bertanya-tanya tentang jawaban yang benar.. padahal materi yang didiskusikan tadi merupakan materi yang mengasyikkan. Nah, para fasilitator di seluruh Nusantara, jangan biarkan peserta pelatihan Anda pulang membawa rasa penasaran yang tak terjawab.