jump to navigation

Do It Yourself Project : Menyelenggarakan Multipoint Video Conferencing Menggunakan Skype Oktober 28, 2009

Posted by gora in Classroom 2.0, Creative Idea, Creative Ideas, DIY Project, E-Learning, Education, Information Technology, Research, Software, Telecommunication, Video Production, Vlog, Web 2.0, internet application.
Tags: , , ,
add a comment
5369_1206539645132_1277908019_609959_5949098_n

Gubernur Sulawesi Selatan Berdialog dengan PSBG DBE2 USAID

Menyelenggarakan video conference dengan banyak orang di tempat terpisah terkadang di benak kita masih terbesit pikiran untuk melakukannya butuh biaya yang mahal. Ada berbagai macam peralatan yang biasa digunakan untuk melakukan hal tersebut salah satunya Polycom, namun perangkat tersebut harganya tentu saja harganya sangat mahal, sekitar 80 jutaan. Hal ini tentu saja sangat mustahil untuk bisa dilakukan oleh institusi atau pribadi dengan kocek minim :) .

Ada alternatif lain untuk menyelenggarakan video conference dengan 4 (empat) tempat berbeda atau yang sering disebut dengan multipoint video conference, yaitu memanfaatkan aplikasi gratis Skype. Skype adalah salah satu perangkat VoIP (Voice Over Internet Protocol) yang dapat digunakan untuk melakukan komunikasi suara, teks dan gambar video secara gratis dan sangat populer di dunia maya. Aplikasi Skype ini secara default hanya dapat digunakan untuk berkomunikasi video secara point-to-point saja, alias antara satu peserta dengan satu peserta. Namun dengan sedikit kreatifitas, aplikasi ini akan kita gunakan untuk melakukan komunikasi multipoint, atau dengan banyak tempat dan client.

5369_1206505364275_1277908019_609906_7287322_n

Suasana Video Conference

Kami telah mengujicobakan hal ini ketika pelaksanaan kegiatan video conference yang dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Selatan (Syahrul Yasin Limpo) dengan 3 (tiga) Pusat Sumber Belajar Gugus (PSBG) binaan DBE2 USAID beberapa waktu yang lalu dalam acara Dies Natalis Universitas Negeri Makassar, Sulawesi Selatan. Hasilnya memang tidak begitu sempurna, artinya sedikit berbeda kualitas dengan dibandingkan dengan perangkat video conference yang mahal seperti Polycom. Namun hal ini cukup memberikan pengalaman tersendiri khususnya untuk beberapa PSBG yang mengikuti acara ini, yaitu PSBG Pelita Ilmu di Pangkep, PSBG Karya Mandiri Guru di Makassar dan PSBG Harapan Baru di Jeneponto dimana mereka untuk pertama kalinya dapat melakukan dialog secara langsung dengan Rektor UNM dan Gubernur Sulawesi Selatan.

(lagi…)

Pengembangan Jaringan Gugus Sekolah (ClusterNet), Upaya Gotong Royong Menghubungkan Sekolah dengan Jaringan Global Oktober 8, 2009

Posted by gora in Classroom 2.0, Creative Idea, DIY Project, Diary, E-Learning, Education, Information Technology, Internet Service, Telecommunication, Web 2.0, internet application.
Tags: , , , ,
3 comments
Antenna pemancar yang menjulang tinggi di depan gedung Pusat Sumber Belajar Gugus (PSBG)

Antenna pemancar yang menjulang tinggi di depan gedung Pusat Sumber Belajar Gugus (PSBG) Ki Hajar Dewantara, Kaliwungu, Kudus

Decentralized Basic Education 2 : Teaching and Learning (DBE2) sebagai proyek peningkatan kualitas belajar mengajar di pendidikan dasar di Indonesia saat ini tengah mengembangkan Pusat Sumber Belajar Gugus (PSBG) guna mendukung dan memfasilitasi berbagai kegiatan di setiap gugus sekolah sebagai peningkatan Pusat Kegiatan Guru (PKG) yang telah ada lebih dulu. Sesuai dengan (4) empat fungsinya, Pusat Sumber Belajar Gugus (PSBG) yang tersebar di seluruh Indonesia akan digunakan oleh berbagai pemangku kepentingan pendidikan sebagai tempat pertemuan membahas berbagai rencana kegiatan di gugus (fungsi Pertemuan), sebagai tempat berlangsungnya berbagai kegiatan pelatihan untuk guru (fungsi Pengembangan Profesional), tempat untuk mengembangkan materi pembelajaran dan alat peraga murah (fungsi Produksi), serta menjadi wahana mengakses sumber pembelajaran baik berupa buku, CD Multimedia maupun secara online mengakses sumber pembelajaran di Internet (sebagai fungsi Informasi).

Khusus untuk mendukung keempat fungsi tersebut, terutama untuk mendukung kegiatan komunikasi, kolaborasi, melakukan pencarian dan eksplorasi sumber belajar, PSBG perlu untuk terhubung dengan jaringan global yaitu Internet serta menghubungkan komputer yang ada di PSBG dengan jaringan lokal (Local Area Network). Untuk itu PSBG membutuhkan infrastruktur jaringan Internet dan Intranet, kegiatan ujicoba dan pelatihan untuk mengoptimalkan jaringan yang ada nantinya. Oleh karena itu DBE2 melakukan ujicoba kegiatan “ClusterNet (Cluster Network)” sebagai upaya untuk pembangunan jaringan internet dan jaringan lokal di gugus (cluster).

Antenna tutup panci bolic untuk menghubungkan sekolah dengan koneksi jaringan lokal dan Internet di gugus

Antenna tutup panci bolic untuk menghubungkan sekolah dengan koneksi jaringan lokal dan Internet di gugus

Kegiatan ujicoba dilakukan di 4 (empat) PSBG yang berada di propinsi Jawa Tengah. Keempat PSBG tersebut adalah PSBG Ki Hajar Dewantara (Kaliwungu, Kudus), PSBG Pratiwi Sudarmono (Tahunan, Jepara), PSBG Gatotkaca (Jogonalan, Klaten) dan PSBG Diponegoro (Cepogo, Boyolali). Di keempat PSBG tersebut saat ini telah dibangun antena pemancar untuk menyebarluaskan koneksi jaringan lokal dan Internet yang ada di PSBG kepada sekolah sekitar. Kemudian sekolah yang ada di sekitar PSBG terhubung memanfaatkan perangkat penerima wireless murah yaitu dengan Tutup Panci Bolic :) .

Dalam kegiatan ClusterNet ini warga gugus bergotong-royong untuk membayar biaya bulanan langganan Internet. Mereka juga diharapkan dapat berswadaya untuk membuat perangkat penerima wireless yang murah, untuk menghubungkan sekolah mereka dengan koneksi jaringan lokal gugus dan koneksi Internet. Harapan kami koneksi jaringan lokal dan Internet ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan guru dalam menunjang kegiatan pengembangan profesionalisme mereka serta dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran kepada siswa saat ini. Dibutuhkan komitmen yang kuat dari gugus untuk melakukan hal ini mengingat kebutuhan pembiayaan yang tidak sedikit. Namun berkat dukungan yang kompak dari sekolah-sekolah yang ada di gugus, serta dukungan dari Kepala UPTD setempat, maka keberlangsungan aktifitas ini dipastikan akan berjalan. Semoga apa yang kita lakukan dapat memberi manfaat untuk pendidikan di Indonesia. Semoga!

Edupunk?, Yeah It’s Me!!! Juni 23, 2009

Posted by gora in Active Learning, Blogging, Classroom 2.0, Creative Idea, DIY Project, Diary, E-Learning, Education, Information Technology, Just For Fun, M-Learning, Open Source, Telecommunication, Web 2.0.
Tags: , , , , , ,
add a comment
Jim Groom as Poster Boy for Edupunk

Jim Groom as Poster Boy for Edupunk

Ketika melihat pertama kali kata “Edupunk” pikiran saya langsung tertuju pada sebuah aliran musik rock yang pernah saya gandrungi pada masa-masa SMA dulu. Ya! Punk! sebuah aliran musik yang etos dan semangatnya dapat kita bawa dan contoh dalam kegiatan belajar mengajar. Ketika pertama kali mendapati kata ini di Wikipedia, saya begitu penasaran, hingga menghabiskan banyak waktu saya untuk menyusuri jejak Edupunk ini di dunia maya. Kata “Edupunk” pertama kali digunakan oleh Jim Groom pada 25 Mei 2008 dalam blog-nya.

Jim Groom mengartikan Edupunk ini sebagai pendekatan dalam praktek belajar mengajar yang dihasilkan dari sikap DIY (Do It Yourself). Stephen Downes mengidentifikasi 3 (tiga) aspek dari pendekatan Edupunk ini, yaitu :

Reaksi melawan komersialisasi pendidikan dan kapitalisme teknologi pendidikan
Sikap kemandirian dan kreativitas guru/siswa dalam Do It Yourself (DIY)
Berfikir dan belajar untuk diri sendiri

Jim Groom mengartikan hal ini sebagai upaya perlawanan terhadap komersialisasi LMS (Learning Management System) yang berharga sangat mahal di lingkungan tempatnya mengajar, yang menggunakan Blackboard sebagai LMS-nya dengan cara menggali kreativitas dengan memanfaatkan tool-tool web 2.0 gratis serta teknologi Open Source yang tersebar di jagad maya seperti Wikipedia, Blog, dan lainnya.

Semangat berkreatif dan mandiri seperti halnya sikap Do It Yourself inilah yang harusnya tertanam dalam benak para pengajar modern kita. Lewat berbagai keterbatasan yang ada mereka haruslah menjadi kreatif untuk mendapatkan solusi untuk tetap mengintegrasikan teknologi informasi dalam ruang kelas lewat cara yang murah dan mudah untuk dilakukan oleh siapapun.

Kata ini bukan berarti mengada-adakan istilah baru dari sesuatu yang telah ada. Bagaimanapun juga pola dan sikap kemandirian dan kreativitas ini telah ada sebelumnya (mengingat banyak pula yang tidak menyukai istilah ini). Namun ketika melihat kata ini, asyik juga untuk mengulasnya dalam blog ini. Thanks to Jim Groom as “The Edupunk Poster Boy!”.

Tips Mempercepat Koneksi Internet Desember 25, 2008

Posted by gora in Blogging, Creative Idea, Education, Information Technology, Internet Service, Mobile Review, Software, Telecommunication.
Tags: ,
6 comments

Test Koneksi GPRSJika saat ini anda merasa koneksi 3G yang didapatkan masih kurang stabil, atau di beberapa tempat kadang anda hanya mendapatkan sinyal GPRS, maka anda wajib mencoba tips yang satu ini. Koneksi internet yang ada sekarang dapat diakselerasi kecepatannya dengan berbagai cara. Lewat blogwalking, saya mendapatkan beberapa cara untuk mempercepat koneksi internet, ya lumayan lah… ada 2 (dua) cara yang saya pakai, yang pertama adalah menggunakan layanan Hemat.Net dan yang kedua menggunakan metode SSH Tunnelling. Ngga percaya? Buktikan sendiri khasiatnya… Gambar disamping merupakan bukti setelah saya mencoba melakukan test menggunakan koneksi GPRS dengan tips ini, silahkan baca lanjutan artikel ini….

(lagi…)

Ketik REG Spasi GANTI WETON November 21, 2008

Posted by gora in Creative Idea, Information Technology, Technopreneur, Telecommunication.
Tags: ,
add a comment

Bujang Gaul : Mbah, kenapa sampai sekarang saya merasa belum cocok dengan pekerjaan saya?
Peramal : Le.. weton kamu khan Kamis Pahing, kamu ngga cocok kerja di air, pantesnya kamu kerja di darat
Bujang Gaul : Wah kalo gitu saya bisa ganti weton ngga Mbah?
Peramal : ???? (Sang peramal kemudian berpikir sejenak)
Bujang Gaul : Gimana Mbah? Bisa nggak?
Peramal : Bisa..bisa Le.. Mbah bisa bantu… Tersedia banyak weton, tapi tarifnya beda-beda. Kalau weton bagus tarifnya agak mahal.. gimana? Mau?

Menjajal Keperkasaan Indosat M2 Broom Unlimited November 2, 2008

Posted by gora in Blogging, Creative Idea, Diary, Education, Information Technology, M-Learning, Mobile Review, Telecommunication.
Tags: , , , , , , ,
21 comments

IM2 Broom UnlimitedSetelah dikecewakan oleh layanan Telkomsel FLASH yang kurang stabil, akhirnya saya memutuskan untuk berpaling untuk mencoba keperkasaan layanan koneksi Internet mobile yang lain. Pilihan saya jatuh ke layanan baru dari Indosat M2 dengan produk Broom Unlimited. Broom Unlimited merupakan layanan unlimited broadband prabayar tanpa pembatas volume download. Sebagai gambaran singkat, pengguna dapat melakukan surfing internet 24 jam sehari selama 1 bulan penuh hanya dengan Rp. 100.000,- Murah bukan?

Bagi pengguna yang telah memiliki modem/datacard 3G/HSDPA, layanan Broom Unlimited dapat dinikmati dengan terlebih dahulu membeli starter pack yang berisikan USIM, voucher perdana senilai Rp. 150.000,-. Dengan harga tersebut, pelanggan dapat mengakses internet sepuasnya dengan kecepatan hingga hingga 256 Kbps. Apabila pelanggan telah mencapai volume 2GB, kecepatan akan disesuaikan menjadi 64 Kbps selama perhitungan sisa waktu dalam periode masa aktif. Broom Unlimited dapat diisi ulang dengan nominal voucher sebesar Rp. 100.000. Kemudian kecepatan akan kembali normal hingga 256Kbps di awal waktu periode masa aktif berikutnya.

(lagi…)

Ngoprek Apa Hari Ini? September 9, 2008

Posted by gora in Blogging, Creative Idea, Diary, Education, Flash Lite, Information Technology, Inside My Brain, M-Learning, Mobile Programming, Software, Telecommunication.
Tags: , , ,
add a comment

Ngoprek, biasanya diartikan “suatu kegiatan mengutak-atik komputer seisinya dengan atau tanpa tujuan tertentu”. Entah dari mana asal kata tersebut, yang jelas saya senang menggunakan dan melakukannya :)

Hari ini saya ngoprek apa yaaa?.. Hmmm.. saya ingat-ingat dulu… :) Oh iya!, hari ini saya ngoprek Flash Lite, itu lho platform pengembangan aplikasi mobile buatan Adobe. Menginstal Adobe Flash Lite Player versi 2.1 di handphone Nokia N70, kemudian mendownload beberapa sample aplikasi Flash Lite untuk diujicobakan di handphone untuk menguji apakan playernya terinstall dengan sempurna sehingga besok tinggal develop aplikasi dengan komponen baru hasil donlotan …. Hah! Apa lagi yaaa?

Apa yang Anda oprek hari ini?

TelkomselFLASH Sudah Sehat Lagi… Maret 25, 2008

Posted by gora in Blogging, Diary, Information Technology, Internet Service, Opinion, Telecommunication.
add a comment

Pagi ini (25/03/2008) koneksi Internet menggunakan TelkomselFLASH sudah berfungsi seperti sedia kala, yaitu bisa untuk mengakses situs-situs internasional. Gangguan yang terjadi selama dua hari ini sangat menggangu kegiatan kerja saya, utamanya untuk membuka email dan posting di blog. Tadi malam saja saya terpaksa harus ke Warnet M@ESTROnet yang berlokasi di depan kampus Universitas Terbuka (UT), Pondok Cabe, Tangerang.

Telkomsel FLASH Mewarnai Hidupku Kini Maret 6, 2008

Posted by gora in Creative Idea, Diary, E-Learning, Education, Information Technology, Inside My Brain, Internet Service, Telecommunication.
2 comments

Sudah beberapa hari ini saya menggunakan layanan Telkomsel FLASH beserta USB modem Huawei yang disertakan dalam paket langganannya. Memang sudah lama saya menggunakan layanan koneksi internet mobile, sebelumnya saya menggunakan handphone CDMA Nokia dengan layanan Jagoan dari Indosat StarOne untuk berkoneksi di rumah. Namun, akhir-akhir ini keadaan berubah, saya membutuhkan koneksi Internet dimanapun saya berada di seluruh wilayah di Jawa Tengah.

 Telkomsel Flash

Koneksi Internet tersebut saya gunakan untuk berkoordinasi dengan kantor di Semarang via YM dan Email. Saya juga gunakan koneksi tersebut untuk menunjang kegiatan pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk para Guru di Jawa Tengah. Kemarin hari Sabtu saya pertama kali menggunakan layanan ini di pelatihan pembelajaran aktif dengan ICT di Kudus, kebetulan materinya Pengenalan Internet untuk Mencari Sumber Belajar. Lumayan juga, meski hanya menggunakan layanan GPRS (sinyal 3G di lokasi tidak ada) hal ini sangat membantu saya. Terus Berkarya!

Apatis dengan Teknologi 3G Januari 23, 2008

Posted by gora in Blogging, Creative Idea, Diary, E-Learning, Education, Information Technology, M-Learning, Mobile Blogging, Mobile Review, Telecommunication.
3 comments

Kebetulan saya dapat mainan baru lagi, sebuah handphone Nokia N70 series yang punya kemampuan 3G. Sengaja saya beli handphone ini karena ingin mengeksplorasi lebih jauh tentang teknologi ini, khususnya dalam pemanfaatan untuk menunjang proses pendidikan dan pembelajaran. Teknologi 3G saat ini masih banyak digunakan hanya sebagai penyedia akses internet dan data saja. Namun saya begitu apatis dengan teknologi ini setelah melihat sendiri bagaimana kinerja teknologi ini. Bagaimana tidak, ketika membawa handphone ini keliling kota, saya hanya melihat adanya sinyal 3G di jalan-jalan protokol kota ini belum sampai ke pelosok-pelosok kota Semarang. Hal ini berbanding terbalik dengan sinyal CDMA yang biasa saya gunakan untuk berkoneksi internet.

N70

Saya juga mencoba layanan video streaming yang disajikan oleh layanan 3G Telkomsel, hasilnya ternyata kurang memuaskan, masih banyak terjadi delay, dan kualitas gambarnya tidak begitu bagus (yah, tergantung sinyal juga sih…). Pada intinya saya masih belum dapat berharap banyak kepada teknologi ini, mungkin sejalan dengan waktu teknologi ini akan terus mengembangkan dirinya sejalan dengan pertumbuhan konten yang lewat didalamnya… Semoga!